Mengendalikan Penggunaan Media Sosial Agar Terhindar dari Penyakit Gangguan Kesehatan Mental

Kontrol penggunaan media sosial

Media sosial sebagai alat berkomunikasi secara daring yang sering digunakan oleh semua orang, ternyata dapat menjadi penyakit gangguan mental. Penyakit gangguan mental erat sekali hubungannya dengan psikologi, karena ketika kita bermain media sosial kita dapat saling mempengaruhi satu sama lain. Media sosial perlu dikendalikan karena kalau kita tidak dapat mengendalikan kita dapat hancur, penyakit gangguan gangguan kesehatan mental dapat muncul karena media sosial gak sih? Contohnya karena di hate dari media sosial atau melihat postingan orang lain?

Advertisement

Memang benar adanya kalau kita tidak bisa mengendalikan akan muncul penyakit seperti depresi, gangguan kecemasan, dan macam-macam penyakit gangguan kesehatan mental lainnya, yang sering menggunakan media sosial seperti Instagram, Twitter, Youtube dapat memberi pengaruh terhadap perilaku dan pemikiran makannya harus dikendalikan, kalau kalian terkena penyakit gangguan mental cepatlah datang ke bagian ahlinya, sekarang sudah banyak sekali psikolog maupun dokter jiwa yang dapat membantu, tidak perlu takut karena penting sekali menjaga diri kita agar dapat menjadi diri kita yang sehat mentalnya.

Media sosial sudah dikenal sejak tahun dua ribuan dan mulai dikenalnya sudah dapat mempengaruhi hal yang mempengaruhi dapat membawa dampak yang positif dan negatif. Namun sejak dikenalnya kita sudah mulai dapat berkomunikasi secara jarak jauh, dan sekarang lebih canggih lagi, kita bisa dapat saling mengomentari satu sama lain, ada komentar jahat ataupun julid yang dikenal pada zaman sekarang. Kita harus lebih peduli dengan waktu kita menggunakan media sosial, kita harus bisa mengendalikan dan menghindari pada saat media sosial tersebut sudah memberikan dampak buruk terhadap diri kita. Kalian pernah merasakan komentar jahat dan kalian langsung kepikiran berlebihan karena di komen yang jahat?

Semua pasti pernah mengalaminya, kita semua pernah menjadi korban dari media sosial secara tersirat maupun tidak, dampaknya bisa terkena siapapun tidak memandang umur. Kita harus bisa mengendalikannya. Caranya dengan memfilter semua berita yang masuk di dalam otak kita, dengan cara memfilter kita akan terhindar dari penyebab penyakit gangguan mental tersebut muncul. Cepat atau lama waktunya kita akan dapat mengendalikan dan terhindar dari penyakit gangguan mental tersebut.

Advertisement

Sebagai anak muda yang menghabiskan waktu cukup banyak di media sosial. mulai dari melihat postingan lucu, scrolling timeline, menyuarakan opini sampai berdebat kusir, media sosial menjadi bagian hidup yang jika kita tidak hati-hati justru memakan kita karena derasnya informasi dan berita bohong. Kita hidup di era yang teknologinya sudah semakin canggih, media sosial bisa memanipulasi tindakan kita, orang bisa menjadi hilang akal dan tidak rasional setelah melihat konspirasi di Facebook, Twitter dan lainnya.

Orang jadi mudah melabelkan seseorang hanya karena berbeda pendapat. Dan orang akan mudah depresi ketika postingannya dengan sedikit like. Media sosial yang tadinya sebagai alat yang baik untuk berinteraksi dengan orang jauh malah menjadi dampak yang buruk bagi kehidupan. Menyikapi media sosial dengan cara memfilter informasi yang masuk dalam kepala, serta tidak menelan mentah-mentah informasi yang ada, selektif dalam mencari informasi, cek ulang terus menerus, pikir kembali sebelum memberikan informasi ke media sosial. Menjadwalkan dalam menggunakan media sosial dan jangan terlalu mengklik rekomendasi Google, Youtube, Facebook, Twitter, Pinterest, Instagram, Tik Tok dan lainnya. Kendali ada di tangan kita, kita harus bisa mengendalikan media sosial dan harus bisa membedakan mana yang benar dan yang salah. jika kita tidak bisa mengendalikan media sosial dan tidak bisa membedakan berita yang benar dan salah, kita akan hancur.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE