Menghadapi Kenyataan di Era Perkuliahan

Siapa sih yang engga punya ekspektasi dalam benak hati diri sendiri? Bahkan hampir semua orang mempunyai ekspetasi terhadap sesuatu yang akan dijalankan. Entah dalam hal pertemanan, universitas, bahkan jurusan yang diinginkan bagi seseorang yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan.

Advertisement

Tidak hanya mereka yang berekspektasi mengenai hal itu, tetapi saya juga memiliki ekspektasi terhadap dunia perkuliahan yang akan saya hadapi kelak. Sampai sekarang sudah memasuki dunia perkuliahan tidak semua yang saya angan-angankan sesuai dengan ekspetasi saya atau biasa orang-orang mengatakannya sebagai Ekspektasi Tidak Sesuai dengan Realita. 

Diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu keinginan saya sebelum masuk dunia perkuliahan, akan tetapi semua itu hanyalah angan-angan belaka yang belum bisa terwujud. Ya, mempunyai keinginan namun ternyata hasil akhirnya tidak sesuai dengan yang diinginkan memang membuat siapa saja kecewa. Lebih dari 2 kali mendapat kata semangat, hingga akhirnya ucapan selamat saya dapatkan dengan diterimanya sebagai mahasiswa Fakultan Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Meskipun tidak diterima pada jurusan yang diinginkan, tetapi tidak mengurangi semangat untuk menjalani masa kuliah di Universitas Sebelas Maret tempat saya menimba ilmu.

Masa kuliah merupakan masa peralihan dari jenjang SMA ke jenjang Perguruan Tinggi, diperlukan adaptasi untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan kampus agar bisa menjalani perkuliahan dengan baik dan berjalan lancar. Bagi beberapa siswa yang sedang menduduki tingkat SMA termasuk saya dan ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, akan memiliki ekpektasi terhadap dunia perkuliahan. Bagaimana dengan kehidupan kampus, teman-teman, organisasi, bahkan materi yang akan dihadapi sewaktu duduk di bangku perkuliahan.

Advertisement

Mungkin beberapa orang mengangap bahwa dunia perkuliahan itu bisa bebas, tidak seperti masa sekolah yang memiliki banyak tata tertib. Akan tetapi, dunia perkuliahan tidak semudah yang dibayangkan seperti halnya di Novel atau FTV. Seperti yang kita ketahui, bahwa dunia perkuliahan tentunya sangat berbeda jika dibandingkan dengan masa sekolah yang sudah dialami oleh setiap individu selama kurang lebih 12 tahun. Kita tidak lagi diberi asupan atau dengan kata lain dibimbing secara terus menerus layaknya anak SMA. Banyak tantangan yang akan dihadapi pada dunia perkuliahan salah satunya berkaitan dengan management waktu. Bagaimana cara kita membagi waktu dalam tugas kuliah, organisasi, atau pun kepanitiaan. Tidak hanya memandang tentang kebebasan, tetapi juga cara mengemban sebuah tanggung jawab yang diberikan. 

Di Universitas, kita sebagai mahasiswa dituntut untuk belajar mandiri dalam arti tidak bisa mengandalkan orang lain untuk mencapai prestasi yang diinginkan. Karena, bila sudah masuk dalam dunia perkuliahan kita dianggap sudah dewasa, tidak seperti anak kecil yang apa-apa harus dibimbing. Kita juga harus bisa aktif dalam bersosialisasi atau berinteraksi terhadap sesama untuk keberlangsungan selama menjalani masa kuliah. 

Advertisement

Berekspektasi bahwa kuliah bisa memakai baju bebas, jadwal kuliah setiap harinya tidak lebih dari 3 jam, tidak banyak tugas pada waktu semester awal, bisa mengikuti beberapa organisasi atau kegiatan di kampus, bahkan diterima di Universitas serta jurusan yang diinginkan. Semua itu hanyalah bayangan di saat kita belum menginjakkan kaki di kehidupan kampus yang akan dijadikan tempat untuk menimba ilmu, karena tidak semua hal akan berjalan sesuai dengan yang dibayangkan. 

Walaupun tidak memakai seragam, sebagai mahasiswa tetap harus berpakaian rapi dan sopan, mengenakan baju berkerah bukan kaos. Jadwal kuliah memang singkat, tapi terkadang ada kalanya dimana terdapat hari yang memiliki jadwal kuliah pagi dan sore yang mengharuskan bolak-balik untuk berangkat ke kampus. Mengikuti beberapa organisasi tergantung kepribadian tiap individu, jika bisa mengatur waktu tidak akan menjadi masalah, tetapi jika masih sulit untuk mengatur akan membuat tugas semakin menumpuk. Tugas yang tidak banyak akan sesuai dengan ekspektasi jika kita tidak menunda dalam mengerjakan tugas tersebut.

Pada realitanya kuliah tidak semudah itu, akan ada banyak hal yang harus dilakukan untuk bisa mencapai sebuah tujuan yang sudah ditargetkan dari jauh-jauh hari. Memang akan ada banyak waktu luang di setiap harinya, namun itu semua tidak bisa dihabiskan hanya untuk sekadar nongkrong atau pun leha-leha seperti halnya waktu SMA. Sebagai mahasiswa harus pandai untuk memanage waktu, membedakan mana prioritas dan mana yang bukan.

Dengan tidak sesuainya ekspektasi jangan langsung berfikir jika kuliah semenyeramkan itu, karena akan ada banyak manfaat dan ilmu yang diperoleh selama masa kuliah. Setelah memasuki dunia perkuliahan kita akan tahu suka dukanya menjadi seorang mahasiswa, dari situ kita belajar bahwa kehidupan yang kita jalani saat ini tidak harus sama sesuai yang dibayangkan. Bisa jadi, apa yang dijalani saat ini adalah hal baik yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

Mulailah mencoba untuk menghadapi apa yang menjadi tujuanmu saat ini. Apapun yang dihadapi, mau sesuai atau tidak dengan ekspektasi, teruslah berjuang untuk meraih pintu kesuksesan yang sudah disiapkan sebelumnya. Percayalah, apa yang sudah dilakukan hari ini akan menjadi bekal di kemudian hari.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa

CLOSE