Langkah Cerdas Pemanfaatan Minyak Bekas Agar Lebih Sehat Sekaligus Jadi Penghasilan

Minyak goreng sudah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat di Indonesia. Di Indonesia, minyak goreng digunakan untuk memasak berbagai macam hidangan dan yang mengkonsumsi makanan berminyak mempunyai banyak peminat. Minyak goreng yang sudah dipakai untuk menggoreng biasanya tidak langsung dibuang, tetapi banyak orang juga tetap memakai minyak goreng bekas tersebut sampai berkali-kali pemakaian.

Advertisement

Pembuatan masakan yang menggunakan minyak bekas mempunyai risiko yang tinggi karena minyak jelantah punya dampak yang sangat buruk bagi tubuh maupun lingkungan. Jika dibandingkan dengan minyak biasa, kandungan kalori dalam minyak jelantah lebih tinggi dibandingkan dengan minyak biasa. Jika makanan yang dimasak dengan dengan minyak jelantah dan dikonsumsi secara terus-menerus orang yang mengkonsumsinya akan mengalami obesitas bahkan sampai serangan jantung.

Bahkan jika minyak jelantah tersebut dibuang sembarangan apalagi dibuang ke tanah akan berdampak buruk bagi lingkungan, kualitas tanah akan menjadi berkurang jika terserap oleh tanah (Ananda, 2020). Tetapi, untuk mencegah dan mengurangi resiko berbahaya yang disebabkan oleh minyak jelantah seperti yang sudah dijelaskan, maka ada cara yang dapat dilakukan agar minyak jelantah menjadi lebih ramah lingkungan.

Minyak jelantah dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat guna membantu kehidupan sehari-hari. Minyak jelantah dapat dijadikan sabun dengan bantuan natrium hidroksida untuk pemurnian minyak bekas tersebut. Jika tidak menggunakan NaOH tersebut tidak dapat termurnikan dengan sempurna. Pemurnian dengan NaOH ini biasanya digunakan untuk pembuatan sabun batang (Antonius dan Bambang, 2018).

Advertisement

Selain itu, minyak jelantah juga dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk pembuatan sumber daya terbarukan yaitu biodiesel. Biodiesel berpotensi menurunkan emisi karbon sebanyak 91.7% dibandingkan dengan bahan bakar solar (Antara dan Silaban, 2021).

Ketersedian minyak goreng yang semakin langka beberapa bulan terakhir ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat karena sudah pasti harga yang semakin mahal dan juga tidak dapat memasak hidangan yang renyah. Oleh karena itu, timbulnya sebuah inovasi baru, yang dimana masyarakat tetap dapat menikmati makanan yang renyah, seperti digoreng, tetapi tidak perlu digoreng dengan menggunakan minyak. Inovasi ini adalah sebuah alat memasak yang biasa dikenal dengan sebutan AirFryer.

Advertisement

AirFryer adalah sebuah alat untuk menggoreng bahan makanan tanpa menggunakan minyak, tetapi dengan memanfaatkan uap panas yang berada dalam wadah alat tersebut. Sehingga, uap tersebut dapat dimanfaatkan untuk mematangkan makanan, serta memberikan tekstur yang renyah pada makanan digoreng.

Maka dari itu, minyak jelantah yang sudah tidak dapat dipergunakan kembali dan berakibat buruk bagi kesehatan maupun lingkungan minyak jelantah tersebut dapat diolah kembali menjadi pemanfaatan yang baru seperti perlengkapan rumah tangga contohnya sabun, aromatherapy maupun energi terbarukan seperti biodiesel. Selain pemanfaatan untuk kebutuhan pribadi, barang tersebut dapat dijual sehingga dapat menambahkan penghasilan.

Penggunakan AirFryer juga tidak kalah pentingnya karena makanan yang dimasak tidak mengandung banyak minyak, sehingga kadar lemak dalam makanan dapat terpangkas kurang lebih sebesar 80%. AirFryer juga dapat menjadi langkah awal untuk memulai kehidupan yang lebih sehat. Walaupun selama proses pembuatan menggunakan bahan kimia tetapi barang tersebut tetap aman untuk digunakan selama tetap mengikuti prosedur yang ada, dan nilai ekonomis dalam pemanfaatan minyak jelantah ini dapat bertambah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

CLOSE