Malang merupakan salah satu daerah yang kaya akan potensi wisatanya. Salah satu upaya Pemerintah Kota Malang untuk memaksimalkan potensi wisatanya adalah dengan menyediakan program city tour menggunakan bus. Program yang diluncurkan sejak Februari 2015 tersebut menarik antusiasme wisatawan, baik lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati indahnya Kota Malang.

Bus yang diberi nama Macyto (Malang City Tour) ini memiliki jadwal operasi dua kali dalam seminggu, yakni pada hari Sabtu dan Minggu, dengan tiga kali putaran perharinya, dari jam 9.00 hingga 12.00. Khusus pada hari Minggu, Bus Macyto memulai jadwal operasi pada pukul 10.00 karena terdapat Car Free Day di salah satu rute yang dilalui, yakni Jalan Ijen.

Advertisement

Bus Macyto memiliki kapasitas sebanyak 40 penumpang sekali jalan, dengan rincian 20 penumpang berada di dalam bus dan 20 penumpang berada di lantai atas bus yang berbentuk bak terbuka. Untuk menaiki bus ini, penumpang harus siap siaga menunggu di depan gedung DPRD kota Malang sebelum jam operasi untuk mengambil nomor antrian.

Kawasan tersebut merupakan satu-satunya shelter yang digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, karena bus Macyto tidak akan menurunkan atau menaikkan penumpang di tengah jalan. Penumpang juga tidak perlu khawatir akan besaran biaya yang dikeluarkan, karena pengelola Bus Macyto tidak memungut biaya sepeser pun kepada penumpangnya. Penumpang cukup menyiapkan KTP dan mengambil nomor antrian di tempat yang disediakan.

Bus Macyto memiliki rute yang melewati tempat-tempat terkenal di dalam Kota Malang. Di samping shelter Bus Macyto, yakni gedung DPRD Kota Malang, terdapat gedung Balai Kota Malang dan kawasan Tugu yang menjadi ikon Kota Malang. Kawasan tersebut memiliki banyak spot yang instagramable dan banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Advertisement

Kawasan selanjutnya yang dilewati oleh Bus Macyto adalah Alun-alun Merdeka Kota Malang. Alun-alun tersebut menjadi tempat favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Malang untuk menghabiskan waktu liburan. Banyak penjual makanan khas Malang yang terdapat di Alun-alun Merdeka, seperti Bakso, Sempol, Keripik Tempe dan sebagainya. Selain itu, tepat di selatan Alun-alun tersebut terdapat Masjid Agung Jami Kota Malang yang merupakan masjid terbesar di Kota Malang.

Meninggalkan Alun-alun Merdeka, Bus Macyto memasuki kawasan Jalan Ijen. Di kawasan tersebut, terdapat rumah-rumah bergaya arsitektur yang tidak diubah sejak zaman penjajahan Belanda. Konon, kawasan ini merupakan tempat peristirahatan bagi pejabat-pejabat penting Belanda pada zaman kolonial tersebut. Setiap hari Minggu, di kawasan ini terdapat Car Free Day yang ramai dikunjungi masyarakat untuk sekedar berolahraga atau berkumpul bersama komunitas yang diikutinya.

Selain itu, di samping kawasan yang digunakan Car Free Day, juga terdapat Pasar Wisata Tugu yang menyediakan berbagai makanan dan oleh-oleh khas Kota Malang. Selain itu, di Jalan Ijen juga terdapat Museum Brawijaya. Di museum tersebut terdapat miniatur kereta dan tank dari zaman penjajahan yang dapat digunakan oleh wisatawan untuk berfoto.

Setelah melewati Jalan Ijen, Bus Macyto memasuki area Jalan Simpang Balapan yang memiliki taman dan patung ikonik pahlawan asli arek Malang, yakni Hamid Rusdi. Patung Hamid Rusdi berdiri dengan gagah di tengah-tengah Taman Simpang Balapan. Usai dari Simpang Balapan, Bus Macyto kembali ke Shelter awal, yakni gedung DPRD Kota Malang.

Jika anda singgah di Kota Malang di akhir pekan, tidak ada salahnya untuk mencoba menaiki Bus Macyto dan berkeliling menikmati indahnya Kota Malang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya