Menikmati Penderitaan dari Setiap Keputusan yang Diambil

Kita tidak bisa menghidari penderitaan, maka nikmatilah penderitaan tersebut.

Teruntuk kalian semua yang sedang merasa berada di ujung jurang yang berisikan penyesalan dari sebuah keputusan yang telah diambil, untuk kalian semua yang merasa bahwa dunia selalu berjalan melawan dirimu, dan juga untuk kalian yang merasa tidak memiliki kekuatan untuk mengubah segala hal yang telah terjadi. Kalian merasa bahwa matahari tidak lagi sehangat biasanya, burung-burung tidak lagi menyuarakan suara indah di pagi hari, dan semua yang kau pedulikan perlahan berpaling. Mungkin kalian merasa bahwa dunia ini berjalan dengan sangat tidak adil, padahal kenyataannya dunia hanya ingin memberikan pelajaran kepada kalian agar dapat menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Advertisement

Aku mungkin memang tidak mengetahui apa-apa mengenai keadilan, yang aku tahu adalah hidup berjalan tidak adil bagi semua orang. Kita sering kali merasa bahwa seluruh keputusan yang kita ambil selalu salah dan menghasilkan penderitaan yang tiada akhirnya, penderitaan yang dapat merubah bunga mawar yang kamu anggap indah menjadi bunga yang kamu dibenci karena durinya. Kemudian alih-alih menerima penderitaan tersebut, kalian malah melempar tanggung jawab atas penderitaan tersebut ke orang lain.

Mari saya beritahu mengenai satu dari sekian banyak hal, penderitaan mungkin dapat berasal dari seseorang, namun kamu lah yang memiliki kendali penuh dan bertanggung jawab untuk merespon penderitaan tersebut. Kamu mungkin saja berasal dari keluarga yang hancur, namun kamu memiliki keputusan untuk menentukan tindakan apa yang akan kamu ambil kedepannya dan jadi apa kamu nantinya.

Biar aku beritahu kenyataan pahit yang mungkin sudah kamu ketahui, masalah dan juga penderitaan akan selalu ada tanpa peduli siapa kamu dan keputusan apa yang kamu ambil. Masalah dan juga penderitaan berjalan dengan berdampingan dan melekat dengan kehidupan selayaknya hujan dan juga petir. Aku, kamu, bahkan anak dari seorang yang kaya raya pasti pernah melakukan kesalahan dan juga merasakan penderitaan, karena hidup hanyalah rentetan masalah yang tidak ada akhirnya. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah dan juga penderitaan adalah dengan menciptakan masalah dan penderitaan yang baru, yang jauh lebih berarti.

Advertisement

Jangan pernah mengharapkan kehidupan yang bebas dari permasalahan dan penderitaan karena hal tersebut tidak ada, hal tersebut hanya akan membuat kamu jatuh kedalam kehidupan ilusi yang terus mencari ketiadaan diantara dunia yang fana. Justru sebaiknya kita berharap untuk memiliki masalah dan penderitaan yang lebih baik, yang lebih penting, yang lebih pantas untuk dipikirkan serta diperjuangkan.

Ada satu hal yang aku pelajari dan sangat membekas di pikiranku terkait dengan masalah dan juga penderitaan. Apabila kamu bertanya kepadaku tentang apakah pelajaran yang aku punya dapat mengindarkanmu dari masalah dan penderitaan, maka aku akan menjawab. Jalan manapun yang kamu ambil atau keputusan apapun yang kamu buat, akan selalu ada 1000 masalah dan penderitaan yang menantimu kelak. Pertanyaannya bukan tentang jalan mana yang dapat diambil untuk menghindari penderitaan, namun jalan mana yang kita ambil yang memiliki permasalahan serta penderitaan yang dapat kita hadapi dan nikmati.

Sakit? Menyesal? Tentu saja kita akan merasakannya namun terkadang kita harus belajar untuk menerima hal tersebut, tidak masalah jika kamu ingin menangis, berteriak, ataupun mencaci-maki di dalam prosesnya, justru emosi-emosi itulah yang membuat kita sebagai seorang manusia. Masalah dan penderitaan merupakan hal yang sangat menyakitkan, namun mereka memberikan pembelajaran yang tidak dapat anda dapatkan dimanapun. Rangkulah rasa sakit dari masalah dan penderitaan yang terjadi karena mereka yang akan membuatmu lebih menghargai hidup. Mereka bukan lah pahlawan yang kamu inginkan, namun mereka lah pahlawan yang kamu butuhkan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE