Menikmati Sunrise Punthuk Setumbu Layaknya Rangga dan Cinta di AADC 2

Bukit yang terletak tidak jauh dari Candi Borobudur ini terekam cantik dalam adegan romantis Rangga dan Cinta yang memandangi langit pagi bersama.

Buat kamu para pecinta film romansa Indonesia, pasti tidak asing lagi dengan film Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Film besutan Mira Lesmana dan Riri Riza ini seperti tidak ada matinya. Apalagi kemistri antara Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo yang sempurna terpancar dalam peran mereka sebagai Rangga dan Cinta.

Advertisement

Pada tahun 2016 lalu, film kesukaan banyak remaja pada masanya ini akhirnya dibuat sekuel. Tahukah kamu kalau pengambilan gambar film AADC 2 ini banyak terletak di Jogja? Salah satunya adalah di Punthuk Setumbu. Bukit yang terletak tidak jauh dari Candi Borobudur ini terekam cantik dalam adegan romantis Rangga dan Cinta yang memandangi langit pagi bersama.


Tempat ini memang terkenal dengan keindahan sunrise-nya. Posisinya yang strategis, praktis menempatkan matahari terbit dengan latar candi borobudur dan Gunung Merapi juga Merbabu. Kalau datang di saat yang tepat, kamu akan menyaksikan betapa magisnya keindahan matahari terbit di sini.


Punthuk Setumbu terletak di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang. Untuk bisa menuju ke sini dari pusat Kota Yogyakarta membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan mobil. Tempat ini juga tidak jauh dari Candi Borobudur, jaraknya hanya sekitar 20 menit dari sini. Bahkan sebelum sampai ke lokasi, perjalanan kamu menuju ke sana akan dihiasi dengan pepohonan dan sawah sehingga udaranya masih segar dan sejuk.

Advertisement

Kawasan wisata ini merupakan bukit dengan tinggi kurang lebih 400 meter dpl yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh. Tempat ini dahulunya merupakan ladang penduduk, sebelum akhirnya berubah menjadi tempat wisata seperti sekarang ini. Lokasi ini mulai banyak menyita perhatian publik sejak  seorang fotografer mengabadikan gambar sunrise borobudur yang mempesona dari tempat ini. Sejak saat itu, banyak turis saat ini berdatangan untuk berburu kecantikan sunrise. Terlebih lagi sejak menjadi lokasi shooting film AADC 2, tempat ini semakin populer dan ramai dikunjungi.

Untuk menyaksikan indahnya matahari terbit di sini, pastikan kamu sudah sampai setidaknya pukul 5 pagi. Lebih cepat lebih baik, karena sayang sekali jika sampai terlewat momen yang memesona ini. Apalagi untuk sampai ke spot melihat sunrise ini kamu perlu mengeluarkan tenaga lebih.

Dari pintu masuk, kamu harus menaiki anak tangga selama kurang lebih 15 menit. Pastikan kamu menggunakan alas kaki yang paling nyaman yaa, agar tidak terkilir atau tergelincir. Oh ya, jangan gengsi untuk beristirahat sejenak jika memang sudah terasa lelah saat menaiki anak tangga. Di sisi kiri dan kanan kamu akan menemui pedagang makanan yang bisa kamu sambangi untuk istirahat sekaligus ngemil-ngemil cantik. Tapi tetap ingat waktu ya, supaya tidak kelewatan pertunjukan utama.


Waktu terbaik untuk menikmati sunrise di sini adalah pada musim panas yakni sekitar bulan Juni sampai Agustus. Langit yang cerah membuat kemungkinan matahari terbit terlihat jelas semakin tinggi. Selain itu trek menuju bukit tidak becek seperti saat musim hujan. Indahnya matahari terbit di sini terlihat semakin cantik karena muncul dengan latar Candi Borobudur yang megah juga dua gunung yakni Merapi dan Merbabu.


Pada sisi yang sama kamu juga dapat melihat arsitektur bangunan Gereja Ayam yang unik. Punthuk Setumbu selalu ramai oleh para pemburu sunrise, mulai dari yang hobi fotografi sampai yang hanya ingin selfie-selfie.

Sedangkan pada bulan-bulan di akhir tahun, biasanya matahari enggan menampakkan diri. Meski demikian turis tetap terus berdatangan untuk sekadar menikmati pemandangan perbukitan dan semburat bayangan Candi Borobudur yang tertutup kabut. Buat kamu yang hanya ingin memotret Candi Borobudur berselimutkan kabut, kamu bisa datang kapan saja.

Di sisi selatan tempat ini, kamu bisa menikmati sejumlah spot selfie seperti ayunan, bingkai hati dan beberapa spot lain dengan latar belakang perbukitan yang menawan. Untuk berfoto di sini kamu tidak perlu membayar biaya tambahan. Tiket masuk yang kamu bayar di depan sudah termasuk fasilitas yang ada di dalamnya. Salah satu penjaga spot selfie di sana mengatakan bahwa tempat wisata ini masih dikelola oleh warga secara independen dan dirawat dengan menggunakan swadaya dari masyarakat.


 Harga tiket untuk masuk ke sini adalah sebesar Rp 20 ribu per orang. Jadi siapkan dana dan juga tenaga ya untuk bisa menikmati keindahan matahari terbit dengan latar yang luar biasa. Kalau perlu siapkan sekalian Rangga atau Cinta mu. Jadi, kapan mau ke sini?


 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecandu puisi sekaligus traveler musiman

CLOSE