Menilik Makna Slow Fashion yang Dewasa Ini Sedikit Keliru

Dari jalinan kemitraan selama proses produksi tadi, diharapkan desainer, pembuat, maupun pengguna menjadi lebih peduli dan bertanggung jawab akan dampak dari suatu poduk busana terhadap kesejahteraan pekerja

Slow fashion lahir sebagai pendekatan alternatif dari industri fast fashion yang sarat akan permasalahan lingkungan dan kesejahteraan pekerja. Sejak dikenalkan oleh Kate Fletcher pada 2008, konsep fesyen ini tumbuh dan berkembang menjadi gerakan alternatif global. Namun, tidak semua individu dan lini busana yang mendeklarasikan diri sebagai penganut slow fashion dapat diasosiasikan dalam gerakan ini.

Advertisement

Hal ini dibuktikan melalui temuan Afif Ghurub pada sebuah usaha tenun tradisional yang mengaku menganut konsep slow fashion dalam sistem produksinya. Desainer fesyen sekaligus dosen di Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana, Universitas Negeri Yogyakarta, bercerita, pada industri tersebut banyak pekerja wanita yang membawa buah hatinya saat jam kerja. Ironisnya, anak mereka diletakkan dalam sebuah laci yang pada saat itu dikira Afif sebagai tempat penyimpanan perlengkapan tenun.

Walaupun menggunakan bahan baku alami nan ramah lingkungan, usaha tenun tersebut jelas menyalahi nilai-nilai yang dibawa konsep slow fashion. Karena, isu kesejahteraan pekerja yang menjadi salah satu fokus dalam gerakan ini masih ditemui saat proses produksi tenun berlangsung.

Kesalahan makna pada konsep slow fashion juga dapat ditemukan pada lini busana raksasa yang mencoba membuat produk ramah lingkungan agar mendapat simpati konsumen slow fashion. Seperti yang diterapkan Uniqlo, merek fast fashion internasional, melalui inovasi proses pencucian untuk Jeans yang diklaim dapat mengurangi pemakaian air hingga 99%. Teknologi ini telah diterapkan Uniqlo pada koleksi musim gugur/musim dingin 2018.

Advertisement

Usaha Uniqlo dalam membangun citra sebagai merek yang ramah lingkungan untuk kemudian diasosiasikan sebagai bagian slow fashion ini pun tak bertahan lama. Citra tersebut tercoreng ketika Warni dan Yayat, penjahit di pabrik Jaba Garmindo melakukan aksi di Kopenhagen, Denmark, menuntut upahnya yang belum dibayar Uniqlo pada 2015 lalu. Lebih lanjut, Clean Clothes, sebuah aliansi global yang memperjuangkan hak para pekerja garmen dan sportwear, menjelaskan dalam akun Instagramnya jika Uniqlo masih menunggak utang sebesar US 5,5 juta kepada kurang lebih 2.000 pekerja.

Selain produsen dan retail fesyen, pergeseran makna pada konsep gerakan slow fashion juga dapat ditemui pada konsumennya. Tidak sedikit dari mereka yang menganggap jika gerakan ini sekadar gerakan fashion ramah lingkungan. Jikalau slow fashion hanya dimaknai demikian, ia lebih tepat disebut sebagai eco fashion.

Advertisement

Padahal konsep gerakan slow fashion merupakan sebuah proses panjang yang mana di dalamnya terjalin kolaborasi dan kemitraan yang saling terhubung antara desainer, pembuat, dan pengguna. Jalinan kemitraan tersebut dimulai dari persiapan dan produksi bahan mentah hingga pasca produksi produk fesyen.

Melalui proses produksi yang panjang ini, memungkinkan tiga aktor utama dalam proses penciptaan produk dapat saling bertemu dan mengenal satu sama lain. Desainer menjadi tahu dan mengerti karakter dan selera fesyen kliennya. Kemudian, pembuat mengerti produk apa yang akan dihasilkannya dan kepada siapa produk itu akan dijual. Muaranya, pengguna tahu seluk beluk produk yang digunakannya, siapa yang membuatnya, dan terbuat dari apa produk tersebut.

Dari jalinan kemitraan selama proses produksi tadi, diharapkan desainer, pembuat, maupun pengguna menjadi lebih peduli dan bertanggung jawab akan dampak dari suatu poduk busana terhadap kesejahteraan pekerja, komunitas sosial dan budaya, serta ekosistem. Begitulah seharusnya konsep slow fashion dimaknai dan diterapkan sebagai suatu gerakan alternatif fesyen global.

 

 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE