Sederhana Tapi Penting, Disiplin Antre Sering Luput dari Keseharian Kita

Budaya Antre

Budaya antre merupakan nilai yang harus ada dalam diri setiap manusia khususnya dalam hidup bermasyarakat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengantre adalah berdiri dalam deretan memanjang sambil menunggu giliran untuk dilayani mengambil sesuatu. Dengan menjadikan antre sebagai budaya akan menciptakan kehidupan lebih teratur. Namun, apakah masyarakat Indonesia sudah menerapkan budaya antre?

Advertisement

Antre tidak melulu saat ingin memesan makanan, ke toilet, beli tiket bioskop dan sebagainya, tapi lebih dari itu. Pernahkah terpikirkan mengapa kecelakaan lalu lintas terjadi? Percayakah kamu jika saat berlalu lintas termasuk dalam antre? Jika kamu pernah melihat atau bahkan mengalami pengendara yang suka menyalip kendaraan lain, ini termasuk budaya antre yang tidak diterapkan dalam kehidupan. Maka tak heran jika sering terjadi keributan, kemacetan bahkan kecelakaan dalam berlalu lintas akibat rendahnya budaya antre masyarakat Indonesia.

Bila dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, Singapura memiliki budaya antre yang cukup baik salah satunya dalam berlalu lintas. Pengemudi di Singapura sangat disiplin sehingga dapat tercipta lalu lintas yang teratur. Tak heran jika Singapura memiliki angka kecelakaan lalu lintas terkecil di negara ASEAN. Sedangkan Indonesia termasuk dalam 6 negara dengan angka kecelakaan lalu lintas terbesar di ASEAN.

Berdasarkan Data Vertikal Kepolisian Republik Indonesia Daerah, jumlah kecelakaan tahun 2019 sementara sudah mencapai peningkatan dari tahun sebelumnya menjadi 5.381 kejadian. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesadaran para pengendara di Indonesia terhadap budaya antre sehingga dalam berkendara mereka saling mendahulukan satu sama lain.

Advertisement

Bukan hanya kecelakaan, tidak adanya budaya antre juga dapat menimbulkan berbagai keributan. Berdasarkan pengalaman saya saat menggunakan transportasi umum, terlihat bahwa budaya antre masih belum diterapkan dengan baik. Ketika itu saya tengah mengantre untuk bisa mendapatkan bus pulang. Namun dari arah belakang tiba-tiba saja segerombol ibu-ibu menyerobot antrean dan langsung menaiki bus yang hendak saya masuki. Kemudian tidak sedikit orang-orang di sekitar saya yang mengeluh dan memprotes ibu-ibu tersebut karena kesal dengan sikapnya yang tidak terpuji.

Dari pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tidak diterapkannya budaya antre dapat menghasilkan situasi yang tidak nyaman bagi orang sekitar. Padahal bisa dibilang mengantre adalah hal yang sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Tidak memerlukan usaha yang besar atau mengeluarkan uang sepeser pun untuk bisa membuat barisan yang rapih.

Namun sangat disayangkan masyarakat Indonesia masih belum menerapkannya. Apalagi ketika kita berusaha untuk menegur orang yang menyerobot antrean, orang tersebut malah tidak suka bahkan berbalik memarahi kita. Pernahkah terbayang akan seberapa chaos suatu negara tanpa budaya antre?

Jika budaya antre tidak mulai diterapkan, akan memunculkan keributan-keributan yang lebih besar lagi dikemudian hari. Orang akan berdesak-desakan untuk mendapatkan sesuatu, bersenggolan satu sama lain, membuka peluang terjadinya pencopetan, akan ada korban yang luka akibat terinjak-injak atau terdorong hingga jatuh, dan masih banyak lagi masalah lain yang timbul.

Dampak yang paling buruk adalah tidak akan tercipta masyarakat yang berkualitas di Indonesia. Mengapa demikian? Budaya antre mengajarkan kedisiplinan, time management, dan toleransi. Kita diajarkan untuk patuh pada aturan dan datang tepat waktu agar tidak terburu-buru. Dalam mengantre juga diajarkan untuk menghargai hak orang lain yang sudah antre lebih dulu daripada kita. Maka budaya antre dapat melatih seseorang menjadi lebih berkualitas dan berintegritas.

Pada intinya budaya antre sangat penting untuk diterapkan dalam diri setiap individu. Mungkin antre terdengar sepele bagi sebagian orang namun antre memiliki dampak yang besar dalam kehidupan. Untuk itu marilah kita tanamkan budaya antre mulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Jadikan antre ini sebagai bagian dari hidup dan berikan contoh kebiasaan baik mengantre ini agar dapat menular kepada sesama.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE