Menyikapi Perbedaan Pendapat Penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal dengan Pancasila

Pancasila dapat diterapkan untuk menyikapi perbedaan pendapat 1 Ramadan dan 1 Syawal.

Pada Ramadan tahun ini akan terjadi pada bulan Mei dan Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada bulan Juni di mana ini adalah bulan lahirnya  Pancasila. Dalam penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal biasanya terjadi perbedaan antar ormas (organisasi masyarakat) seperti Nahdatul Ulama’, Muhammadiyah, dan ormas yang lain. Oleh karena itu masyarakat Indonesia harus bisa bersikap dewasa dalam hal ini. Pengaplikasian Pancasila dapat diterapkan untuk menyikapi perbedaan pendapat 1 Ramadan dan 1 Syawal.

Advertisement

Sila ke satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Sudah jelas pada sila ini meneguhkan pada Al Quran surat Al-Kafiirun ayat 6 mengenai toleransi mengenai perbedaan, terutama perbedaan pendapat mengenai  penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal tersebut. Setiap ormas memiliki dasar dalam menentukan 1 Ramadan dan 1 Syawal ini, yaitu dengan melakukan beberapa metode seperti ru’yatul hilal atau hisab. Kedua metode tersebut memiliki legalitas yang diakui oleh pemerintah Indonesia.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila ini tidak hanya mengenai manusia, namun tentang kemanusiaan. Pengaplikasian sila ini tertuju pada sikap pemerintah (menteri agama) bahwa pemerintah harus bersikap adil dan beradab dalam mengambil keputusan dan menghargai pendapat-pendapat pada sidang isbat (penntuan awal bulan 1 Ramadhan dan 1 Syawal), Dengan kata lain pemerintah sebagai titik tengah dari perbedaan-perbedaan pendapat dari masing-masing ormas tersebut

Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Meskipun terdapat adanya perbedaan pendapat dari tiap-tiap golongan (ormas) namun kita harus tetap bersatu karena dari beberapa perbedaan tersebut tidak lain kita sama-sama umat yang beragama Islam. Jadi alangkah baiknya jika kita tetap bersatu meskipun adanya perbedaan. Hal ini sesuai dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Advertisement

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan. Pengaplikasian sila ini terdapat pada saat sidang isbat, di mana  setelah ru’yatul hilal atau pemantauan terhadap penampakan pertama bulan sabit setelah ijtima’, rakyat kembali menyerahkan keputusannya kepada Sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia. 

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Implementasinya dapat kita praktikkan melalui zakat fitrah yang hukumnya wajib melaksanakan bagi umat islam yang mampu. Dalam kegiatan zakat fitrah ini akan timbul nilai-nilai keadilan sosial

Jadi, sebagai anak bangsa Indonesia tidak perlu khawatir dalam meyakini dan melaksanakan Pancasila. Karena pada dasarnya pancasila merupakan dasaran serta pedoman bangsa Indonesia, sehingga tidak ada keraguan di dalamnya dalam kondisi apapun dan di mana pun.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Saya Muhammad Ainul Yaqin, bisa di panggil Yaqin, kuliah di jurusan teknik kimia, fakultas teknik, universitas brawijaya.

CLOSE