3 Hal yang Layak Direnungkan Ketika Merasa Kesepian dan Tak Punya Teman

merasa kesepian tak punya teman

Siapa yang menyangka bahwa tahun 2020 menjadi tantangan yang berat bagi tiap orang. Untuk hal sederhana seperti keluar rumah saja memerlukan persiapan yang lebih rumit, demikian juga saat pulang ke rumah harus membersihkan barang yang dibawa, mencuci baju yang baru dikenakan, dan sebagainya.

Advertisement

Ini adalah hari-hari ketika kita diperhadapkan dengan banyak hal sulit: ruang gerak dibatasi, ruang kebersamaan diperketat, dan yang paling ditakuti banyak orang yaitu mereka yang terkasih atau diri sendiri terpapar virus dan tentu saja kehilangan sumber pemasukan di tengah banyak pemutusan hubungan kerja.

Di tengah situasi seperti ini tentu tak sedikit orang yang mulai berpikir bahwa hidup menjadi sangat rapuh. Sedikit merasa senang dan banyak duka di dalamnya. Perasaan bahwa hidup tak ada artinya di tengah kondisi tak menentu seperti ini adalah perasaan yang wajar dan bisa menghampiri siapa saja.

Namun janganlah berpikir terlalu jauh, renungkanlah sejenak ketiga hal ini ketika kamu merasa kesepian dan awan gelap menyelimuti pikiranmu:

Advertisement

Hidup itu Hadiah, Nikmati Saja Tiap Bentuknya

Siapapun itu, dari manapun ia berasal, dan tumbuh di lingkungan seperti apapun faktanya tidak ada satupun manusia yang minta dilahirkan di dunia, semua terjadi begitu saja. Kelahiran kita di muka bumi adalah hal yang tak akan pernah bisa kita ubah, kita juga tak bisa memilih lahir di lingkungan seperti apa, dalam rupa seperti apa, dan kondisi seperti apa. Oleh karena itu, hidup itu bagaikan hadiah yang jatuh dari langit.

Advertisement

Hadiah yang diterima tiap orang berbeda-beda bentuknya. Tak peduli apapun bentuknya, tujuannya hanya satu supaya kita bisa menjaga sesuatu yang berharga meski kita tak pernah meminta hidup itu sendiri.

Sesuatu yang berharga itu bermula dari dirimu sendiri. Kamu diberi nafas, waktu, kesempatan, dan juga beberapa bakat dan minat agar dirimu berkembang menjadi versi terbaikmu bukan seperti orang lain. Sebagai contoh: mungkin kamu hanya tertarik bermain gitar, kamu tidak harus jadi musisi untuk jadi berguna dan bernilai tapi di acara apapun yang memerlukan suara alunan musik kamu dibutuhkan di sana, jangan remehkan dirimu.

Apa yang akan kamu lakukan ketika menerima hadiah dari seseorang? Tentu sewajarnya kita mengucapkan terima kasih dan menghargai pemberiannya. Mungkin ini bukan hal yang mudah dilakukan bagi banyak orang tapi tidak ada cara yang lebih baik daripada menggunakan hadiah itu dengan sebaik mungkin.

Kamu Tidak Sendirian, Ada Mereka yang Disebut Keluarga atau Teman

Kehidupan manusia modern sering dikaitkan dengan kehidupan yang individualis dan tak peduli dengan urusan orang lain. Tapi kenyataan bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk sosial tak bisa dipungkiri. Jadi ketika kamu secara fisik sedang sendirian atau secara mental kesepian jangan pernah merasa kamu tak ada artinya.

Selalu ada mereka yang yang disebut keluarga atau teman. Memang tak semua orang lahir di tengah lingkungan yang mendukung. Mungkin saja ada yang tumbuh di tengah keluarga yang broken home atau di tengah pergaulan yang toxic seperti dimana tiap orang merasa lebih penting dari yang lain, tapi ini bukan alasan kamu merasa tidak akan pernah bisa punya keluarga atau teman yang baik-baik saja.

Kalau kamu sudah memiliki lingkungan keluarga dan pertemanan yang ideal, perhatikan mereka yang tidak. Jika kamu tidak memiliki salah satu atau keduanya, kamu bisa mencari, membentuk atau kadang hanya menunggu keajaiban itu datang. Yang penting yakinkan dirimu sendiri bahwa kamu lahir karena seseorang membutuhkan keberadaan dan perhatianmu, mungkin bukan hanya kamu saja yang merasa seperti ini tapi banyak orang di sekitarmu dan mereka adalah teman dan keluargamu.

Kadang sendirian itu juga masalah perbedaan waktu dan ruang. Mungkin kamu tinggal di kota yang berbeda dengan orang-orang kesayangan. Atau mereka memiliki kesibukan yang berbeda denganmu. Bukan berarti mereka melupakanmu, semua baik-baik saja tapi belum pada situasi yang kamu harapkan. Tanya kabar mereka, jika mereka tak bertanya. Jangan hanya menunggu pertanyaan itu datang. Dan percayalah dari banyaknya usaha baik yang kamu lakukan untuk orang lain, semuanya akan kembali pada dirimu sendiri. Karena begitulah semesta bekerja.

Buat Alasan untuk Menyenangkan dan Menenangkan Diri Sendiri

Mungkin kamu mengalami hari terburuk dalam hidupmu. Semua orang seakan menjauhi dan menolak kehadiranmu. Atau mungkin orang tua di rumah, guru di sekolah, bos di kantor, pelanggan di toko memarahimu karena kesalahan yang kamu lakukan.

Mereka yang di luar dirimu mungkin melihat dirimu tak mampu atau terlalu membuat banyak alasan untuk membenarkan diri. Mungkin mereka benar dan jika itu masukan yang positif bisa buat kita jadi lebih baik di kemudian hari. Tapi mereka bisa saja atau bahkan sering salah tentang diri kita, di saat seperti ini hanya diri kita yang bisa menenangkan dan menghibur diri kita sendiri.

Orang lain boleh memaki dirimu tapi kau harus berkata hal-hal baik pada dirimu sendiri. Jangan biarkan tumpahan kuah di meja makanmu, merusak mood mu untuk makan padahal kamu harus makan untuk hidup. Jadi bersihkan meja makan itu, hiburlah dirimu sendiri sebaik mungkin.

Sebagai contoh, kamu bisa berkata pada dirimu, “Kamu sudah hebat diriku, kamu hanya perlu mengecek jawaban ujian lebih hati-hati nanti.”  Atau “Besok baru hari pelaksanaan acara, aku bisa membuktikan pada bosku, aku tak seperti yang dia kira selama ini.”

Begitulah ketiga hal yang bisa kamu renungkan sejenak ketika sedang merasa sendiri dan hidup tak berarti. Tentu saja tiap orang memiliki cara tersendiri ketika merasa kesepian. Dan semua orang memerlukan waktu yang berbeda untuk mengatasinya, bahkan dalam banyak kasus merasa sendiri selalu berulang. Apapun itu jangan lelah untuk berjuang, kalau lelah ya berhenti sejenak. Karena cuma selama hidup sajalah, kita bisa berjuang.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

une femme libre

CLOSE