Alasanku Tetap Bertahan Selama Pandemi, Meski Perasaan Tak Menentu Datang Silih Berganti

Merasa terasing saat pandemi

Pandemi membuat keadaan serba tak menentu. Perasaan jadi serupa cuaca belakangan ini. Kadang cerah ceria, kadang basah berurai air mata. Berubah tak menentu. Interaksi tatap muka yang kian jarang, membuat semua jadi berbeda. Banyak perasaan ganjil yang seringkali muncul. Kekosongan dan keterasingan silih berganti mengisi aktivitas sehari-hari.

Advertisement


Beruntung, ada musik yang jadi penyelamat.


Saat perasaan itu muncul, musik hadir memberi ketenangan batin. Mendengarkan lantunan suara dan nada sebelum tidur, jadi waktu penawar terbaik. Meski hanya sementara, kehadirannya seperti memberi harapan baik di esok hari. Perasaan lega datang serupa saat kita menarik napas dalam-dalam, lalu mengeluarkannya perlahan.

Beruntung, menemukan The 1975 dan Honne. Keduanya jadi kelompok musik yang jamak mengisi sunyi malam. Suara renyah Matthew Healy ditemani melodi indahnya membuat paduan harmoni yang sempurna. Lirik-lirik lagu Honne yang terangkai sederhana, membuatnya terasa dekat dalam jiwa. Keduanya berhasil memberi hangat di malam yang dingin.

Dalam lagu no song without you, di album terbaru Honne, seperti diingatkan untuk selalu bersyukur dalam setiap hal. Baik pada pertemuan dan kehilangan. Baik pada orang lain dan diri sendiri yang masih tetap bertahan. Lagu ini mengingatkan bahwa kau punya diri sendiri saat rapuh dan butuh tempat bersandar. Ada dirimu sendiri yang masih bisa kau peluk.

Saat rindu dengan teman-teman, lagu Guys milik The 1975 di album Notes on a Conditional Form, membuat semua terasa lebih mudah. Ketika merasa rasa cinta seperti hilang dalam hidupmu, lagu Me & You Together  Song mengingatkanmu untuk merasakan kembali perayaan jatuh cinta.

Advertisement

Menemukan bacaan menyenangkan, jadi penyelamat lain yang juga patut disyukuri. Membaca cerita keseharian atau cerita-cerita pendek yang banyak tersebar, seperti berjumpa teman satu nasib. Beruntung sempat menemukan tulisan Arman Dhani dan cerita pendek Raditya Dika. Keduanya bagai setitik cahaya dalam gelap yang siap menuntunmu keluar. Tulisan-tulisan mereka seperti mengajakmu bermain dan bersenang-senang di taman.

Tulisan Arman Dhani tentang kesehariannya terasa begitu dekat dan lekat. Seperti menemukan dirimu ada dalam setipa tulisan-tulisannya. Membacanya membuat perasaan keterasingan memudar sesaat. Tulisannya menyadarkan bahwa kau tak sendiri. Ada banyak orang yang memiliki masalahnya masing-masing. Mungkin terasa berat, tapi mencoba tetap bertahan jadi pilihan paling masuk akal. Begitu kira-kira perasaan setiap kali selesai membaca tulisan Arman Dhani. Sementara cerpen-cerpen Raditya Dika yang sederhana, humor, dan manis berhasil sejenak melupakan beban berat yang menumpuk di pikiran.

Baik musik dan tulisan, semuanya mengerucut pada ingatan untuk selalu bersyukur. Jadi, apa yang menyelamatkanmu dari rasa keterasingan?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

bound by nostalgic things.

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE