Terkadang semua yang aku ingin dan impikan tak selalu sesuai harapan. Mungkin karena aku yang selalu terlambat atau mungkin takdir yang selalu menghambat supaya aku lebih baik lagi dan menjadi orang hebat. Aku tak pernah mengeluh dan menyerah tentang apa yang aku perjuangkan meski tak pernah datang dengan secepatnya tapi aku yakin akan merengkuhnya pada suatu saat yang tepat.

Pertama aku selalu terlambat jatuh cinta dan selalu mencintai orang yang telah di cintai kekasihnya, dan meski terkadang jadi yang kedua aku tak pernah kecewa walau pada akhirnya cuma luka yang ku terima. Meskipun menyakitkan dan menyesakkan bergelut dengan pil pahit percintaan namun aku tak pernah menyerah, aku yakin sesuatu yang tulus dan indah menungguku di ujung sana bersama dengan sejuta kasih dan sayang yang penuh den semua perasaan.

Advertisement

Kedua, aku selalu terlambat dalam cita-cita. Kalau yang ini panjang ceritanya, berawal dari seorang laki-laki kecil yang tinggal di dekat lapangan bola, aku ingin sekali jadi pemain bola hebat untuk Indonesia. Semua latihan ku ikuti dan pertandingan demi pertandingan ku lewati tapi memang bukan rejeki akhirnya tak ada tempat untukku berdiri di sana untuk jadi pemain bola untuk bangsa ini. Setelah itu aku ingin jadi seorang saudagar yang sukses di perantauan, supaya bisa membangun negeriku di kampung halaman dan membahagiakan orang tua.

Aku merantau tak main-main ke tanah Maluku yang luas sengan lautannya ku telusuri selama dua tahun tapi ternyata perdanganganku tak pernah sesuai dengan peruntunganku dan akhirnya aku kembali ke kampung halamanku.


Sekarang aku kembali merajut mimpi lewat tulisanku merakit kata demi kata menjadi barisan bait penentram dunia supaya yang membaca bisa memaknai hidup dan duka. Karena aku ingin semuanya bahagia siapapun itu mereka tanpa ada perbedaan di mataku karena kita sama manusia dan status kita hamba.


Advertisement

Ketiga, aku terlambat untuk bersujud padamu, Tuhan


Lewat tulisanku ini, aku meminta semua maafmu karena aku yang masih selalu lupa akan kewajibanku kepadamu. Karena aku selalu lalai pada perintahmu dan sering melakukan laranganmu. Semoga kedepannya aku bisa memperbaikinya dan hanya Pada-Mu aku memohon semua kemudahan di dunia dan akhirat.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya