Meski Cobaan yang Kuterima Begitu Sulit, tapi Aku Yakin Tuhan Punya Rencana Indah Setelahnya

rencana Tuhan selalu indah

Banyak sekali yang ingin aku lakukan saat ini, tapi lagi-lagi semua harus pupus karena keadaanku tidak memungkinkan. Dimana, diriku baru saja mengalami kecelakaan yang menyebabkan kaki kananku luka parah dan sangat sulit untuk digerakkan. Semenjak kecelakaan tersebut, sementara waktu aku tidak dapat bekerja. Alhasil, tidak ada pemasukan yang aku terima. Malahan pengeluaranku semenjak sakit ini, lumayan besar jumlahnya.

Advertisement

Saat ini, aku begitu kecewa kepada diriku sendiri, yang tidak bisa menjaga tubuh yang telah diberikan Tuhan dengan sempurna. Hanya karena ketidakseriusanku mengendarai motor, akhirnya aku pun harus menerima akibatnya. Aku harus siap bolak-balik ke rumah sakit untuk pengecekan, pembersihan luka dan penggantian perban. Dan setiap kali berada di rumah sakit, rasa cemas dan takut selalu menghampiriku. Apalagi terakhir kali aku check-up ke rumah sakit, dokternya bilang kemungkinan sembuh belum bisa ditentukan waktunya berapa lama. Tapi, kakiku untungnya tidak ada yang patah saat dokter telah melihat hasil ronsen yang telah diterimanya dari ruang radiologi.

Aku betul-betul sedih melihat kondisiku yang sekarang, yang tidak bisa apa-apa. Aku hanya terbaring di kamar saja, meratapi kakiku yang semakin membengkak dan berharap mujizat bisa datang dan menyembuhkan kakiku ini.

Tapi, di balik kesedihan, keputusasaan dan kekecewaanku terhadap diriku sendiri, membuatku belajar kalau hidup tidak selamanya berjalan mulus. Akan selalu ada cobaan/rintangan yang akan datang silih waktu berganti untuk membuat kita semakin kuat lagi menjalani kehidupan.

Advertisement

Dan aku percaya, kalau cobaan ini tidak akan berlangsung lama. Aku hanya perlu sabar, tabah dan ikhlas dalam menjalaninya. Tuhan mungkin memberikan cobaan ini untuk membuatku sadar, kalau dunia tidak usah terlalu dikejar. Tuhan mungkin ingin mengingatkanku kalau istirahat dan memuaskan diri untuk menikmati kehidupan itu perlu. Dan sebelum kecelakaan ini, memang aku terlalu sibuk dengan duniawi. Aku terlalu sibuk bekerja, mencari uang sana sini dan kadang tidak memikirkan diriku sendiri. Dan bahkan bisa dibilang, aku terlalu senang melakukan itu semua untuk bisa membuat keluarga beserta orang terdekatku bahagia memilikiku.

Ah, aku hanya perlu istirahat saja saat ini. Jadi sakitku sekarang, sebagai pengingat dari Tuhan kalau tubuhku sudah terlalu lelah mengejar dunia.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Julita Widya Sari Manurung atau biasa disapa Julita lahir di Medan, 12 Juli 1998. Aktif menulis sejak tahun 2017 dan sudah berhasil menerbitkan buku.

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE