#MimpiMasaMuda: Inilah Jalan Ninjaku Menjadi Seorang Penulis, Profesi dengan High Income Skill yang Punya Banyak Harta Karun, Mau Coba?

Kamu pengen jadi penulis? Tapi masih takut karena katanya kalau pengen kaya jangan jadi penulis. Eh, jangan salah menulis itu high income skill yang mendatangkan banyak cuan kalau ditekuni, aku sudah membuktikannya. Kamu mau ikut mencoba juga? Tulisan kata demi kata memenuhi setiap baris kertas folio. Huruf-huruf yang tertulis menyesakkan rongga baris karena ukurannya. Namun, gadis kecil itu puas karena bisa menuliskan gagasannya tentang langkah kecilnya menjaga bumi. 

Advertisement

Segera setelah menulis, dimasukkannya kertas itu ke dalam amplop coklat dan menuliskan alamat tujuan pengiriman ke redaksi majalah bobo. Ia pun tak sabar bergegas menuju kantor pos untuk mengirimkan tulisan itu.  Gadis kecil itu adalah aku yang duduk di bangku kelas 6 SD. Itulah pertama kalinya aku memulai langkahku mewujudkan asa menjadi seorang penulis. Aku mengikuti lomba di majalah bobo untuk menuliskan karangan tentang pengalaman menjaga lingkungan. 

Menjadi penulis best seller itulah cita-citaku semenjak kecil. Cita-cita itu muncul karena kesukaanku membaca buku, majalah, atau pun koran. Perjalanan Menjadi Seorang Penulis  Tinggal di desa pegunungan yang mana jika harus ke kota perlu menempuh jarak 26 km, tidak menyurutkan semangatku untuk mewujudkan asa. 

Sedari kecil aku sudah dikenalkan dengan buku dan mulailah aku jatuh cinta dengan buku dan kata-kata yang mampu menyihir pembacanya.  Kemudian saat aku SMP dan SMA aku mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik dan menjadi bagian redaksi majalah sekolah. Duh, senangnya! Perjalanan menulisku semakin serius ketika mencapai bangku kuliah. Bukan karena aku mengambil jurusan sastra, tapi aku bertemu dengan seorang sahabat rasa mentor.

Advertisement

Sahabatku ini selalu bisa memantik api-api semangat dalam diri untuk terus menulis. Obrolan-obrolan tengah malam dengannya membuatku semakin percaya diri untuk menulis.  Hingga tibalah aku memutuskan untuk mengikuti program mentorship menulis buku yang diadakan oleh Inspirator Academy. Harga aslinya mentorship tiga bulan itu adalah Rp1,5 juta, untung aku dapat diskon dan walaupun bayarnya dicicil karena saat itu aku masih mahasiswa. 

Program mentorship yang bernama Bikin Buku Club (BBC) itu diadakan tiga bulan dan ada pertemuan sekali tiap bulan. Tahukah kamu, pertemuan itu dilakukan di Purwokerto dan posisiku kuliah di Semarang. Jadilah aku bela-belain berangkat jam 1 dini hari untuk mendapatkan ilmu menulis. Kegigihanku tak berhenti di situ saja, aku bahkan pergi ke Surabaya sendiri untuk mengikuti acara dari majalah Go Girl dan Clean & Clear karena aku terpilih menjadi 100 finalis kontributor cerita kita. Ada workshop dan seleksi yang harus aku ikuti di sana. 

Advertisement

Tak hanya berhenti di situ, aku mulai memunculkan diri di dunia online dengan membuat tulisan di platform blogger, Tumblr, WordPress, Hipwee dan sosial media lainnya. Selain itu juga, untuk menjaga semangat menulisku, aku bergabung dengan komunitas kepenulisan. 

Meskipun aku berkuliah di jurusan yang jauh dari tulis menulis, namun aku tak kehilangan kecintaan untuk menulis 

Pencapaian dari Menulis

Kata orang kalau ingin kaya jangan jadi penulis. Kasihan penulis di negeri ini, karyanya tak ternilai luar biasa namun apresiasi masyarakat cenderung tidak berbanding. 

Hal itu terlihat dari masih larisnya buku bajakan. Jadi, ketika ada karya atau buku yang bagus, bukan penulisnya yang kaya, tapi para penjual buku bajakan. Semoga negeri ini segera insaf dari perbajakan karya.  Dulu hal yang aku pahami adalah bahwa yang disebut penulis ya mereka yang menulis buku. Untuk menjadi kaya dari buku, ya, artinya harus menjadi penulis buku best seller. Ternyata banyak cara kaya dari menulis.

Namun, seiring berkembangnya duna digital, sudut pandangku semakin luas, dan ternyata kita bisa banget kaya dari menulis. Ada banyak harta karun yang bisa kita gali dari menulis, tidak hanya menjadi seorang penulis buku.  Karir kepenulisanku semakin menanjak semenjak tahun 2019. Inilah pencapaian karirku menjadi seorang penulis:

Mendapatkan job sebagai freelance writer dari Ruangguru dan Skill Academy. Memenangkan tiga kali perlombaan menulis di Hipwee bahkan salah satu tulisanku diterbitkan Hipwee bersama Penerbit Elexmedia Computindo.   Mendapatkan beberapa job sebagai ghost writer. Mendapatkan kesempatan untuk proofreading buku terbaru Pak Mardigu Wowiek.

Bekerja freelance content writer untuk beberapa perusahaan.  Bisa membeli gadget impian dari menulis.  Itulah beberapa pencapaian yang kudapat dari menulis, apalagi semenjak pandemi hampir tiada hari tanpa menulis. 

Inilah Nasehatku untukmu yang Ingin Menjadi Penulis

Kamu punya cita-cita ingin jadi penulis? Perjuangkan! Jangan melemah hanya karena kata 'katanya penulis tidak bisa kaya'.

Itu salah! 

Guru menulisku ada yang bisa menjelajah ke luar negeri dengan modal menulis dan bisa hidup berlimpah juga karena menulis. 

Untukmu yang ingin menjadi penulis, inilah pesanku. 

Pertama, kalau kamu ingin jadi penulis maka tanamkan dalam pikiranmu untuk menjadi pribadi yang selalu siap belajar, berpikiran terbuka dan memiliki growth mindset. 

Pikiran-pikiran unik dengan sudut pandang yang menarik akan membuat tulisanmu menarik banyak pembaca dan membedakanmu dengan penulis lainnya. 

Kedua, jelajahi peta petualangan karir penulis. Karena tak hanya menjadi penulis buku saja. Kamu bisa menjadi penulis konten, UX Writer, copywriter, blogger, ghost writer, penulis biografi, editor, script writer, technical writer, dan masih banyak lagi.

Jangan salah, bayaran dari profesi yang kusebutkan di atas termasuk tinggi, lho dan dibutuhkan banyak perusahaan di era digital ini. 

Ketiga, tampilkan diri dan jadilah eksis. Sekarang ini menjadi eksis bukan berarti untuk pamer, tapi lebih kepada sarana membentuk personal branding. 

Nampakkanlah diri dengan karya di sebanyak mungkin platform digital agar orang mengenal kamu dan apa yang kamu tulis. 

Selain itu dengan memiliki jejak karya digital, itu bisa menjadi portofolio yang akan berguna untukmu di kemudian hari. Kamu bisa membuat blog dengan nama kamu sendiri untuk meningkatkan personal branding.

Keempat, bangun jejaring dan cari mentor. Kenapa ini penting? Karena dengan semakin luasnya jaringan pertemanan maka semakin luas perspektif kita dan akan menambah tabungan ide untuk menulis.  Kamu bisa ikut komunitas khusus kepenulisan maupun non kepenulisan. Selain itu, penting banget untuk mentor agar jalanmu ke depan lebih efisien karena sudah belajar jatuh bangun dari mentor. 

Kelima, jaga kesehatan dengan makan bergizi, atur pola makan, dan berolahraga. Karena menulis adalah aktivitas otak yang juga berpengaruh ke fisik. Misalnya terlalu lama duduk di depan laptop akan membuat badanmu pegel juga. 

Aku punya cerita penyesalan karena tidak mengatur pola makan dan konsumsi makanan bergizi. Jadi, saat kuliah pola makanku tidak teratur dan konsumsi makanan kurang bergizi. Alhasil aku kena gejala tipes. Hal yang membuat nyesek saat itu adalah aku sebagai Microsoft Student Partner dapat undangan beberapa hari acara di Bandung. Senang banget, dong, karena belum pernah ke Bandung. Tiket pesawat pulang-pergi juga sudah disiapkan oleh Microsoft, tapi batal berangkat karena sakit.

Sumpah! sejak saat itu menyesal banget. 

Sebagai penulis, penting banget untuk konsumsi makanan bergizi. Karena makanan bergizi akan membuat badanmu sehat dan bugar, otak pun demikian. Sehingga tulisan yang kamu hasilkan akan semakin bernas, tajam, dan bermanfaat. 

Nah, itulah pesanku untukmu yang ingin jadi penulis. Penulis adalah profesi yang memiliki high income skill dan patut kamu gali lebih dalam. Karena di dalamnya ada banyak harta karun yang terpendam dengan nilai yang tak ternilai harganya. 

Apakah kamu tertarik menyeriusi dunia penulis? Selamat mempraktekkannya ya. 

#MimpiMasaMuda #SehatSamaSama #HipweexNI 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Statistisi yang mencintai buku, tulisan, seni, dan langit

CLOSE