Minatmu Jangan dipendam Sebatas Angan-angan Saja, Asah dan Tekuni Agar Menjadi Manfaat

Mengasah minat dan bakat


"Bisa karena terbiasa"


Advertisement

Maksudnya bisa karena terbiasa di sini adalah kita akan bisa dan lancar melakukan sesuatu jika kita terbiasa melakukannya. Kita ingin bisa naik motor, maka kita harus sering-sering latihan mengendarai motor. Jika ingin menjadi penyanyi yang ulung, maka sebisa mungkin melatih vokal setidaknya satu kali setiap hari. Lama-kelamaan kita pasti bisa melakukannya, bahkan tidak menutup kemungkinan kita akan menjadi ahli dalam bidang itu.

Sebenarnya, kita punya peluang untuk menjadi ahli dalam suatu hal, tinggal kitanya saja yang mau menjemput keberhasilan itu atau tidak. Kita kan sudah tahu kalau kita bakal bisa melakukan sesuatu kalau kita terbiasa melakukannya, maka dari jika ada bidang yang kita minati, jangan menunda-nunda untuk melakukannya. Kalau kita punya waktu untuk mengasah kemampuan yang kita ingin dalami, seperti menyanyi, melukis, bermain sepak bola, atau mungkin menjadi Hafidz quran kita harus memanfaatkan waktu yang ada. Kecuali kalau ada hal yang lebih penting dan mendesak untuk dilakukan, maka hal itu lebih baik dikerjakan dulu.

Tapi jangan sampai karena banyak kewajiban, kita jadi malas untuk mengasah minat. Misalnya, waktu liburan kita sering menulis opini dan sering mengirimkan opini ke website-website online yang tersedia, tapi ketika mulai sekolah, kuliah, atau kerja kita malah jadi jarang menulis, bahkan berhenti untuk waktu yang lama. Porsi atau waktu untuk mengasah minat kita boleh berkurang, tapi jangan sampai kemampuan yang sudah kita miliki atau kita asah menjadi hilang karena kita tak pernah berlatih lagi, atau tidak membiasakan melakukan hal tersebut. Itu ibarat kita diberi benda berharga, lalu ketika benda itu pada suatu masa sangat tinggi nilainya dan orang sangat mencari-carinya, kita kehilangan benda tersebut karena tak merawat dan menjaganya.

Advertisement

Itulah minat, kalau tidak diasah atau tidak segera dieksekusi, hanya akan teronggok, jauh dalam angan-angan. Minat akan menjadi bakat jika kita menekuninya. Selain fokus mengembangkan minat menjadi bakat, jangan lupa juga untuk meminta masukan atau kritik dari orang sekitar. Mungkin tidak semua orang akan mengapresiasi karya kita. Tetapi, dari sesuatu yang mereka katakan terkait karya kita, ambillah itu sebagai masukan. Kita bisa menggunakan itu untuk berkembang lebih baik lagi.

Dengan terus memperbaiki diri dan terus secara kontiniu menunjukkan atau bahkan menerbitkan bakat dan minat kita, maka akan semakin banyak orang yang mengenal karya tersebut. Mulai dari sini, secara tidak langsung bisa membukakan pintu rezeki. Rezeki tidak melulu soal uang. Tetapi, kita bisa membangun relasi (networking) dengan pihak-pihak yang bersinggungan langsung dengan jenis karya kita. Contohnya seperti brand yang ingin bekerja sama lewat konten yang kita kerjakan.

Dari hal di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa mengasah minat yang terpendam secara kontinu dan tekun akan menghasilkan hasil yang baik. Kalau semua orang di Indonesia mau untuk serius menekuni dan mengasah minat yang ada dalam dirinya, lapangan kerja di Indonesia akan terbuka lebar, jadi mungkin mencari ekonomi tidak hanya dalam hal jasa dan barang saja, berbagai bidang akan bisa menghasilkan rezeki jika orang bisa menawarkan minat (kemampuan) yang dimiliki, yang tentunya itu juga memberikan manfaat pada orang lain juga.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Suka ngemil bawang goreng.

CLOSE