Sebuah cahaya putih melintas di langit Los Angeles dan menerangkan langit pada malam 22 Desember 2017. Warga dari kota yang juga dikenal dengan sebutan City of Angels itu serentak merasa bingung dan segera merekam peristiwa tersebut.

Berbagai berita hoax pun segera tersebar di dunia maya. Ada yang mengatakan bahwa cahaya tersebut merupakan UFO yang merupakan singkatan dari Unidentified Flying Object, ada juga yang mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan ulah alien, lainnya mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan sebuah fenomena atmosfer.

Advertisement

Namun, semua kabar tersebut tidaklah benar. Cahaya putih yang melintas di langit tersebut tak lain berasal dari peluncuran roket Falcon 9 yang merupakan buatan sebuah perusahaan aerospace yang bernama Space Exploration Technologies atau yang lebih dikenal sebagai SpaceX.

Roket Falcon 9 merupakan roket yang terbagi dalam dua bagian dan ditujukan untuk memastikan keaman dari transportasi satelit serta peluncuran pesawat luar angkasa yang bernama Dragon yang juga merupakan proyek dari SpaceX. Falcon 9 merupakan roket kelas orbital pertama yang mampu terbang ulang.

Mungkin kamu akan bertanya-tanya, apa maksud dari terbang ulang? Bagian atas dari Falcon 9 merupakan pesawat luar angkasa Dragon sedangkan bagian bawahnya merupakan peluncur roket. Jangan salah, peluncur roket dari Falcon 9 ini berbeda dari peluncur roket lainnya. Peluncur roket Falcon 9 ini dapat digunakan berulang kali karena memiliki kemampuan untuk kembali ke tempat semulanya di Bumi.

Advertisement

Hal ini memberikan sebuah terobosan baru bagi pembuatan dan peluncuran roket di Bumi dikarena biayanya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pembuatan roket pada umumnya. Tak hanya menghemat biaya, Falcon 9 ini juga telah menyelamatkan berbagai macam makhluk laut. Mengapa begitu?

Peluncur roket pada umumya tak dapat digunakan berulang kali membuatnya turun kembali ke Bumi, lebih tepatnya ke laut Bumi. Hal ini menyebabkan laut Bumi menjadi tercamar dan tentunya mengancam nyawa dari berbagai macam makhluk laut.

Falcon 9 pertama kali membuat sejarah pada tahun 2012 dimana roket tersebut membawa Dragon ke orbit yang benar dan mencapai Stasiun Luar Angkasa Internasional. Hal ini membuat SpaceX menjadi perusahaan komersial pertama yang pernah mengunjungi stasiun tersebut.

Sejak saat itu, Falcon 9 telah melakukan berbagai macam perjalanan ke luar angkasa, mengantarkan satelit ke orbit serta mengantarkan dan mengembalikan kargo dari luar angkasa ke NASA yang merupakan perusahaan pemerintah Amerika. Falcon 9 bersama dengan Dragon sejak awal memang dirancang untuk mengantarkan manusia ke luar angkasa, dan dibawah kesepakatan dengan NASA, SpaceX secara aktif bekerja agar dapat mencapai tujuan tersebut.

Cahaya putih yang juga merupai kabut awan yang melintas di langit Los Angeles tersebut merupakan peluncuran Falcon 9 untuk kesekian kalinya, kali ini untuk mengantarkan muatan iridium ke orbit polar terdekat. Peluncuran Falcon 9 ini dilakukan di pangkalan angkatan udara Vandenberg di California. Peluncuran pada hari Jumat tersebut membawa kelompok keempat dari sepuluh satelit di konstelasi iridium.

Iridium ini sendiri menyediakan komunikasi satelit global melalui armada satelit di orbit Bumi. Untuk menyediakan komunikasi di seluruh dunia, konstelasi iridium menggunakan enam pesawat orbital dengan sebelas satelit untuk setiap pesawatnya. Penerbangan tersebut menandai usaha peluncuran SpaceX yang ke-18 pada tahun 2017. Hal ini merupakan sebuah rekor untuk perusahaan tersebut yang pada akhirnya berencana untuk meluncurkan penerbangan sebanyak 30 sampai 40 penerbangan setiap tahunnya.

Mungkin kamu masih bertanya-tanya, jika cahaya putih tersebut disebabkan oleh peluncuran roket, bagaimana bisa jejak roket tersebut terlihat begitu jelas? Jawabannya terletak di langit malam Los Angeles pada hari Jumat tersebut. Kondisi langit disaat itu terlihat begitu jelas sehingga cahaya dari roket pun dapat bergerak jauh dan lebar, membingungkan warga Los Angeles yang berpikiran bahwa mereka melihat suatu hal lainnya.

Polisi setempat juga mendapatkan berbagai panggilan dari warga yang merasa cemas dan berkata bahwa ada semacam cahaya di langit. Pemadam kebakaran Riverside City, Califonia bahkan mengirimkan unit pemadam kebakaran dan unit penyelamat mereka setelah mendapatkan beberapa laporan dari warga bahwa ada sebuah benda yang meledak di langit.

Namun para unit tersebut segera kembali setelah mengetahui tentang peluncuran roket. Chief Executive Officer atau yang bisa disingkat dengan CEO dari SpaceX, Elon Musk bahkan mengunggah video dari cahaya roket di Twitter dengan caption candaan, “Nuclear alien UFO from North Korea,” yang berarti UFO nuklir alien dari Korea Utara.

Walaupun inovasi dari peluncur roket Falcon 9 ini telah menggemparkan Los Angeles, penemuan ini telah membawa banyak sekali dampak baik bagi dunia. Selain menjadi peluncur roket pertama yang dapat digunakan berulang kali dan telah menghemat biaya hingga miliaran dollar, hal ini dapat menginspirasi jutaan umat manusia. Peluang bagi mereka untuk mengikuti jejak SpaceX dan menjelajahi luar angkasa sesungguhnya sangatlah luas.

Jika orang-orang ingin bekerja keras untuk meraih mimpi mereka, segala hal yang tidak mungkin pun bisa terwujudkan. Layaknya Falcon 9 yang mewujudkan peluncur roket yang dapat digunakan berulang kali, semua orang tentu mempunyai kesempatan yang sama untuk menciptakan sebuah inovasi.

Nah, sekarang sudah tahu kan bahwa cahaya yang melintasi langit Los Angeles tersebut bukanlah UFO atau pun fenomena atmosfer melainkan dari sebuah peluncuran roket. Hal ini dapat mengingatkan kita bahwa tak semua hal dapat dipercaya semudah itu.

Ingatlah bahwa diluar sana sudah banyak berita hoax dan kita sebagai masyarakat juga sudah sepatutnya pintar dalam menyaring berbagai macam informasi. Roket Falcon 9 SpaceX tak hanya memecahkan sebuah inovasi baru dalam penjelajahan luar angkasa dan pembuatan roket tetapi juga telah mencemaskan warga Los Angeles yang berujung pada tersebarnya banyak berita hoax.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya