Pacaran merupakan salah satu aktivitas khas anak muda di zaman sekarang, meski memang masih banyak juga yang tak melakukannya karena berbagai faktor. Namun, rasanya bagi mereka yang pacaran, hidupnya selalu jauh lebih bahagia karena ada yang memperhatikan, memberikan gombalan romantis dan bahkan antar jemput.

Mereka yang pacaran juga kerap menganggap orang yang tidak punya pacar itu tidak laku bahkan di cap sebagai "cupu". Tapi sayangnya, kadang mereka lupa, seberapa lama pun mereka menjalin kasih dengan cara yang tidak pasti (pacaran) tetap saja belum tentu menjamin mereka berjodoh. Bukankah jodoh tak melulu harus melewati pacaran?

Advertisement

Seperti yang dialami teman saya sendiri, sejak duduk di semester pertama dia sudah menjalin kasih dengan sang kekasih. Pahit manis dalam menjalin hubungan selalu mampu di hadapi, meski sesekali 'kita break dulu" menjadi hal yang biasa ketika masalah besar menimpa. Hal ini dilakukan untuk mengoreksi diri masing-masing.

Bahkan, restu orang tua untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikah sudah di tangan. Namun pada kenyataannya, bila Tuhan tak merestui apa mau boleh buat. Nyatanya cinta yang di jalin semala tujuh tahun kandas juga dan berakhir menjadi kata aku dan kamu yang dahulu kita.

Menjadi tamu undangan, antara hadir menyaksikan kebahagiannya atau lebih memilih mengiklaskannya tanpa memberi restu

Advertisement

Setelah putus dengan pacar, tentu saja kenangan selama tujuh tahun bukan hal yang mudah untuk dihapus begitu saja. Berbagai cara dilakukan untuk menghapus perlahan kenangan tersebut, mulai dari mencari penggantinya, menggeluti dunia baru dengan berjibun aktivitas sampai membuang semua pemberiannya.

Tetap saja tak bisa melupakan, hingga akhirnya mengihklaskan memang cara terbaik untuk menata hati. Memulai berdamai dengan diri sendiri. Setelah berdamai dengan diri sendiri, tak lama kemudian mendapatkan undangan dari mantan kekasih dengan warna biru langit membuat kenangan itu kembali muncul.

Permasalahannya sekarang adalah bukan tentang menata hati lagi. Akankah hadir dalam hari bahagianya dan menyaksikan dia bahagia bersama belahan jiwanya yang baru atau mengabaikan undangan tersebut. Apapun itu pastikan kamu sudah siap dengan semua konsekuensinya.

Sekali kali lagi, pacaran itu tak akan mendekatkan kamu dengan jodoh dan jomblo juga tak akan menjauhkan kamu dari jodoh

Dari kasus teman saya, kita bisa dapat menyimpulkan. Bahwa jodoh itu di tangan Tuhan dan mutlak keputusannya. Sesayang apapun kamu sama dia, bila pada akhirnya Tuhan tak merestui akan banyak rintangan yang menghalangi.

 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya