#CatatanAkhirTahun – Pahlawanku, yang Kini Tinggal Menjadi Kenanganku

Kehilangan sosok pahlawan yang menjadi inspirasi saya dalam menjalani hidup dan berkeluarga


Yang patah tumbuh, yang hilang berganti, Yang hancur lebur akan terobati, Yang sia-sia akan jadi makna, Yang terus berulang suatu saat henti


Advertisement

Lirik lagu dari Banda Neira ini sering saya putar di tahun 2021. Tak bosan, lagu ini terasa mengena di hati dan terus terngiang di telinga. Ya, lagu ini juga mengajarkan kepada saya, bahwa hidup itu terus berputar silih berganti dan semangat hidup tentu terus dijaga. April 2021, merupakan bulan dimana hidup saya serasa hancur dan luruh. Sosok pahlawan dalam hidup saya, papa, pergi untuk selamanya meninggalkan saya dan keluarga.

Papa tidak pernah sekalipun menjadi pasien rawat inap di rumah sakit. Saat ada keluarga yang sakit, papa selalu merasa was-was dan gelisah karena tidak betah dengan suasana di rumah sakit, makan tak enak tidurpun tak lelap. Apalagi ketika mama menjalani rawat inap. Setiap hari papa mendampingi mama di kamar rumah sakit dan mengatakan ayo sayang, cepet sembuh ya, jangan lama di rumah sakit, habis ini sudah ya. Sehat selalu dan jangan sakit. Itulah kata-kata yang sering diucapkan beliau.

Papa saya meninggal karena covid-19, selama 10 hari papa berjuang menahan sesak nafas karena saturasi yang naik turun, paru-paru yang mulai memutih. Setiap hari kami menyupport papa melalui video call, dengan harapan meskipun tidak bisa menunggu dan menemani di ruang isolasi, tapi kita tetap terhubung setiap harinya. Saat melihat wajah papa, hati ini terasa berkecamuk, papa berbicara dengan terpatah-patah karena alat bantu pernapasan yang terpasang, dan terkadang merasa bingung. Namun ketika papa mengangkat panggilan itu, kami merasa sedikit lega karena bisa melihat wajah papa.

Advertisement

Sebelum terkena covid-19, papa memang sudah diwanti-wanti oleh mama, agar berkegiatan secukupnya saja dan pergi jika keadaan mendesak atau penting. Namun, papa tetaplah papa, dengan watak yang keras kepala dan merasa pusing jika terlalu lama berdiam diri di rumah, akhirnya memilih untuk berkegiatan seperti biasanya saja. Bertemu dengan teman, menghadiri undangan warga, bersepeda, dan terkadang berolahraga. Menurut beliau, dengan berkegiatan imun kita terjaga sehingga pikiran kita juga lebih segar dan tenang dengan harapan mengurangi risiko terkena covid-19. Tak lupa setiap hari pun papa selalu meluangkan waktu untuk meracik ramuan herbal untuk diminum sebelum menjalani aktivitas.

Takdir berkata lain, ketika itu saya ingat betul sekembalinya dari acara di perumahan, papa terlihat lesu dan sesekali batuk. Awalnya kami pikir papa hanya sakit biasa, tetapi setelah memutuskan untuk berobat, papa diindikasi rawan tertular covid-19. Biasanya papa masih lahap untuk makan, dan sekalipun sakit tetap memaksakan untuk berkegiatan. Tapi kali ini berbeda, papa terlihat layu, lemas, dan hanya ingin terus beristirahat di tempat tidur. Kami sekeluarga memutuskan membawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih detail lagi, dan kecurigaan kami benar, hasil swab papa positif dan mulai ada titik-titik putih di paru-parunya. Ternyata, hari itu saya terakhir kali bertemu langsung dengan papa. Awalnya kami merasa yakin papa akan sembuh, karena papa rajin sekali berolahraga, dan jarang sakit. Tetapi sekalinya sakit, papa langsung pergi meninggalkan kami semua.

Advertisement

Berat sekali saat awal-awal keluarga kami menjalani hidup setelah papa tidak ada. Mama sehari-hari seperti menatap dengan kosong, dan terus terngiang wajah papa. Kami pun merasa kerepotan dengan segala hal yang ditinggalkan oleh papa, yang setiap harinya diurus oleh papa. Kadang dalam hati saya berpikir, seandainya waktu itu, saya nekat memaksa papa pulang dan tidak menjalani isolasi di rumah sakit, mungkinkah papa bisa selamat? Namun, saya terus meyakinkan diri, ini sudah merupakan takdir dari Allah SWT, jalan dan garisnya papa memang sampai disitu saja. Kami pun bersepakat, apapun yang terjadi setelah papa tidak ada, semuanya sudah memberikan yang terbaik untuk papa, jangan ada yang merasa menyesal dan terpukur kecewa karena papa sudah tenang di alam sana.(RAP)


Kita manusia hanya bisa berencana dan berusaha semaksimal mungkin, namun hasil dan rencana-Nya lah yang yang terbaik bagi kita semua.


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

suka baca dan belajar menulis

CLOSE