Pandemi Covid-19 Serta Dampaknya Terhadap Ekonomi dan Pendidikan

dampak covid-19 terhadap ekonomi dan pendidikan

Pada akhir tahun 2019, terjadi kehebohan akibat munculnya virus covid-19 yang berasal dari Wuhan. Penyebaran jumlah positif covid makin hari semakin banyak. Sehingga pada pertengahan 2020, di Indonesia sudah memiliki total kasus sebanyak 165.887 dengan jumlah kematian 7.169. hal ini berakibat pada kejatuhan beberapa sektor.

Advertisement

Ekonomi merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan. Dapat dipastikan bahwa dalam keseharian masyarakat pasti berkaitan dengan ekonomi. Keberadaan ekonomi dapat memberikan kesempatan bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti makanan, minuman, berpakaian, tempat tinggal, dan lain sebagainya.

Adapun pendidikan merupakan salah satu instrumen penting yang ada dalam sebuah Negara untuk mencerdaskan anak bangsa serta dapat membuat Negara tersebut lebih unggul jika memiliki anak bangsa yang cerdas. Untuk mencapai pendidikan yang baik, harus ada pembelajaran yang diselenggarakan. Akan tetapi, pembelajaran ini harus terhenti karena adanya Covid-19. Bukan hanya di Indonesia, sistem pendidikan di negara lain juga terganggu akibat adanya wabah virus corona ini. Hal ini menyebabkan, sistem pembelajaran dialihkan menjadi daring sehingga memiliki beberapa dampak, terutama pada perekonomian dan pendidikan.

Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini menyebabkan gangguan sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Pada tanggal 2 Maret 2020, Indonesia melaporkan kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 2 kasus. Hal ini merupakan kabar buruk karena virus corona telah sampai ke Indonesia. Hal tersebut menyebabkan, seluruh aktivitas menjadi terganggu dalam hal ekonomi terutama juga pada aktivitas pendidikan. Dampak pada sektor perekonomian akibat pandemi ini di Indonesia antara lain terjadinya PHK, terjadinya PMI Manufacturing Indonesia, penurunan impor, peningkatan inflasi serta terjadi juga kerugian pada sektor pariwisata yang menyebabkan penurunan pendapatan.

Advertisement

Corona yang mewabah, Indonesia terpaksa melakukan social distancing dengan memberikan kebijakan yaitu dengan melakukan jaga jarak. Sebab kebijakan ini, Lembaga pendidikan memutuskan untuk tutup dan melakukan pembelajaran melalui daring.  Para pelajar diharapkan mampu mengakses aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran seperti Zoom dan beberapa aplikasi lainnya. Meskipun dapat menjadi solusi penunjang pembelajaran di tengah pandemi Covid-19, tetapi terdapat kendala sebab masalah lain muncul, yaitu akses jaringan yang tidak lancar, pengguna data untuk mengakses aplikasi yang terbilang cukup mahal, perekonomian orang tua siswa yang kian menurun akibat pandemi, hingga siswa yang terputus secara emosional dan sosial dengan siswa lainnya sehingga berdampak pada psikologis anak.

Pandemi sangat mempengaruhi perekonomian keluarga yang berkaitan erat terhadap pendidikan. Kondisi seperti ini mengakibatkan keluarga yang sebagai institusi pertama untuk melindungi serta memelihara anak-anaknya, harus dipusing dengan bagaimana mengatur keuangan dengan baik. Kehilangan penghasilan pendapatan rumah tangga yang terjadi menimbulkan ketidakstabilan situasi ekonomi keluarga dan dapat berujung pada kesulitan mengakses sumber pembelajaran.

Belajar adalah proses interaksi terhadap situasi yang ada di sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Proses ini tentu saja memerlukan usaha seorang guru dalam mencapai proses belajar. Pencapaian perubahan tersebut ini ditentukan oleh berbagai hal dalam pembelajaran. Faktor materi yang diajarkan juga menentukan ketertarikan peserta didik dalam pembelajaran. Tidak kreatifnya guru mengemas materi akan menyebabkan kejenuhan peserta didik mengikuti pembelajaran.

Proses pembelajaran yang dilakukan secara daring membuat pelajar menjadi kesusahan. Beberapa masalah yang menghambat proses belajar juga terdapat pada sarana yang kurang memadai, keterbatasan akses internet yang terbatas, serta daya tarik mengajar yang kurang diminati akibat terhalang sinyal. Kondisi pembelajaran semakin terganggu dan dapat mempengaruhi hasil belajar.  Beberapa pelajar kesulitan mengikuti pembelajaran online sebab tidak semua wilayah mendapatkan jaringan internet, harga beli kuota yang mahal juga membebankan orang tua dengan perekonomian menengah ke bawah.

Dengan demikian, para orang tua harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli kuota internet. Apalagi jika pembelajaran dilakukan melalui video conference akan menghabiskan kuota internet sebanyak 540 MB selama satu jam saja.

Hal ini dapat disimpulkan, terdapat berbagai macam kebijakan telah dibuat oleh pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi. Berdasarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Wabah virus Covid-19 memberikan dampak besar pada pembelajaran di Indonesia, terlebih lagi pada dampak keterampilan anak serta perekonomian orang tua.

Pasalnya, penggunaan kuota untuk mengakses pembelajaran daring dinilai cukup mahal. Kemdikbud memberikan bantuan kuota internet gratis yang dipakai untuk pembelajaran daring. Kebijakan bantuan internet mendapat respons yang baik dari masyarakat. Indonesia telah menyentuh resesi ekonomi semua serba sulit menyebabkan keuangan keluarga menipis sehingga perlu memanajemeni keuangan keluarga dengan sebaik mungkin.



Penulis:

Arie Surya Gutama, S.Sos., S.E., M.Si. – arie@unpad.ac.id

Bhre Kirana Zein – bhre20001@mail.unpad.ac.id

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE