Tuhan menciptakan kita dengan cintaNya, salah satu logika cinta yang mudah dimengerti dan kebenarannya tak terbantahkan. Cinta adalah keajaiban yang baru kita pahami setetes saja dari samudera cintaNya yang tak berbatas.


Cinta lahir dalam sekian banyak bentuk. Lihat, dunia penuh dengan lukisan. Namun, ia tak memiliki bentuk -Jalaluddin Rumi


Advertisement

Di luar, angin terlihat gelisah. Hujan belum turun, tapi mendung sudah menutupi gunung yang sedang merenung. Bayangannya adalah kesedihan yang siap menumpahkan air mata semesta, auranya seperti sihir pembunuh kebahagiaan.

Persoalan cinta mendominasi, hampir sekitar 80% dari keseluruhan persoalan di dunia. Selebihnya adalah persoalan hidup lainnya. Cinta sudah ditakdirkan bisa membuat siapapun bahagia, dan kebencian sudah dikutuk menjadi penghapus kebahagiaan.

Cintai dan sayangi mereka yang hadir dalam hidup anda, orang lain adalah diriku yang lain, juga cintai apapun yang sedang anda tekuni saat ini.

Advertisement


Cinta adalah unsur yang meski secara fisik tak tampak, sama nyatanya dengan udara dan air. Cinta merupakan kekuatan yang bertindak, hidup, dan bergerak. -Prentice Mulford


Tanpa cinta, tidak ada pergerakan, diam tak bernyawa. Tanpa cinta, pada hakikatnya kita sudah mati.

Senja mulai menguning, cahayanya menyepuh danau menjadi emas berkilau. Angin berhembus lembut menggoda danau yang terlihat bermain-main dengan riak kecil.

Cinta adalah energi yang menggerakkan. Seperti sufi, hubungan murid dan gurunya disebut mursyid, adalah ikatan cinta yang sangat kuat. Demikian hubungan Rumi dan gurunya Maulana Syamsuddin Tabris. Sudah menyatu sedemikian rupa. Saat gurunya meninggal, Rumi dirundung kesedihan yang teramat dalam. Entah disadari atau tidak, saat kehilangan guru spiritualnya itu Rumi berdiri dan berputar. Konon Rumi berputar hingga tiga hari, tiga malam. Itulah tarian Sema atau Whirling Dervishes.


Apakah manusia akan secara sadar mengikuti hukum cinta, saya tidak tahu. Namun, hal itu tidak akan mengusik saya. Hukum itu akan bekerja sebagaimana hukum gravitasi terus bekerja, tak peduli apakah kita menerimanya atau tidak -Mahatma Gandhi


Waktu harus tetap bergerak, baik bergerak maju atau mundur. Karena, waktu sejatinya adalah kehidupan yang mau tidak mau harus tetap bergerak. Menghentikan waktu sama dengan menghentikan kehidupan. Di kota ini setiap orang punya kendali pada waktu. Apakah tetap bergerak ke masa depan seperti biasa, atau bergerak mundur mengulang yang sudah berlalu.

Saat itu, saya berkesempatan kembali menyusuri jalan setapak yang dulu pernah saya lalui. Walau sawah masih berada di tempatnya, putri malu masih layu jika malu, tanah galengan masih berwarna cokelat kemerahan, sama seperti dulu, tetapi semuanya kini sudah terasa berbeda.

Bumi yang sama, dengan cara pandang yang berbeda. Itu karena pemahaman kita tentang hidup, tumbuh. Ditumbuhkan oleh mereka yang mencintai kita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya