Pejuang LDR Terkalahkan Oleh Orang yang Selalu Ada

Ketika kisah cinta kita harus kandas hanya karena orang yang selalu ada denganmu..


Hujan Di Malam menuju pagi yang dingin terasa begitu pilu. Aku terduduk sambil melihat cermin di hadapanku, melamun tanpa ekspresi seakan tidak percaya apa yang sudah terjadi. Bingung, cape, cemburu, marah, semuanya bersatu padu di malam akhir Desember yang sangat berat untuk melangkah ke tahun baru.


Advertisement

Aku membayangkan, apakah engkau memikirkan aku disana? Apakah engkau justru memegang erat tangan pria lain? Menonton bioskop dengan selingkuhanmu yang berkedok sahabat? Tega sekali kau, melupakan aku disini. Apa kau tau aku sangat berharap engkau kembali? Semua tangisan tangisan hati ku tidak pernah kau dengar. Karna kau telah mempunyai kenyamanan di pria lain, sehebat itu kah sosok wanita? Bisa mencintai dua pria sekaligus tanpa di ketahui. 

Dua tahun lalu aku bertemu dengan mu. Saat ulang tahun SMA. Kamu yang dulu begitu polos yang tidak mengenal pria dan tidak mengerti apa itu cinta entah kenapa aku sangat mengagumi mu dari ratusan wanita yang ada di acara ulang tahun SMA itu. Dan senang sekali aku bisa mendapatkan kamu di akhir bulan, tepatnya pada tanggal 29 April 2020. Di masa masa awal pacaran semua hal tentang mu aku menyukai. Aku juga berasumsi bahwa engkau penyemangat hidup ku, engkau obat sakit hati dari goresan luka yang ada di dalam hati oleh karna wisata masalalu ku. dan aku berfikir bahwa engkau lah yang akan menjadi sosok wanita terbaik yang pernah aku temui di bumi ini. Namun ternya setelah menginjak dua tahun berpacaran pikiran dan asumsi aku salah besar. Kau yang ku anggap obat sakit hati justru malah menambah rasa sakit yang begitu besar, engkau yang ku anggap penyemangat justru sebaliknya malah membuat hidup ku menjadi down.

Di akhir bulan Agustus 2021 kau berpamitan kepada ku untuk berangkat ke kota Tasikmalaya karna sistem kampus nya sudah mulai luring. Seminggu dua Minggu semuanya baik baik saja, tidak ada perubahan yang drastis di diri mu. Setelah dua bulan baru mulai aku menyadari bahwa kau telah berubah. Dari mulai prilaku  kamu yang lebih memprioritaskan temen temen kamu di banding aku, waktu kamu yang lebih banyak bersama teman di bandingkan bersama ku. Kau yang dulu khawatir akan kesehatan ku, namun setelah dua bulan di kota Tasikmalaya engkau seolah tidak memperdulikan aku lagi. Aku tidak tahu penyebab nya mengapa engkau begitu berbeda, tetapi yang aku rasakan engkau mendua disana dengan pria lain. Ahhh sudah lah itu pikiran ku semata.

Advertisement

Tetapi aku yakin dengan kecurigaan ku. di bulan September aku berkeinginan untuk menemui mu, namun engkau tidak mengijinkan dengan alasan khawatir takut aku kecelakaan di jalan. Di bulan November aku sangat ingin menemui mu lagi namun ditolak untuk yang kedua kali nya dengan alasan  takut ketahuan sodara nya yang ada di Tasikmalaya. Dan akhirnya aku memutuskan menjenguk nenekku yang ada di Bengkulu. Sepulang dari Bengkulu tepatnya bulan Desember awal aku ingin menemui mu, namun lagi lagi engkau tidak mengizin kan dengan alasan hactic tugas kuliah. Di pertengahan bulan Desember lagi lagi engkau tidak mengizinkan dengan alasan yang sama hectic tugas kuliah. Padahal pertemuan itu sangat penting di sebuah hubungan. Berdialog secara tatap muka sangat terasa sekali feal nya. Namun engkau begitu susah untuk aku temui. Apakah engkau takut ketahuan oleh selingkuhanmu jikalau aku menemui mu di Tasikmalaya? Wajar saja jika aku beranggapan seperti itu, sebab banyak sekali alasan engkau menolak pertemuanku.

Dua tahun sudah berlalu hubungan yang di rancang sebaik mungkin kandas begitu saja hanya karna lima bulan tidak bertemu dan aku merasa jadi orang asing di kehidupan kau. Pria yang engkau anggap setia, sekarang berubah menjadi orang asing, yang terkalahkan oleh orang yang selalu ada di dekat mu. Tapi jujur, jauh di dasar hati aku sudah memaafkan mu, yang sudah berlalu biarlah berlalu. Jangan hiraukan dengan apa yang kutulis di awal. Biarlah aku berdamai dengan ilusi untuk bisa melepasmu. Biarlah hujan di tengah malam ini menjadi saksi bisu jeritan hati ku yang aku rasakan malam hari ini. Biarlah kedinginan melengkapi panas nya hati yang aku rasakan. Biarlah hanya cermin yang melihat aku menangis.  Biarlah semua ini menjadi kenangan terindah ku dengan mu. Semoga kau bahagia dengan selingkuhanmu yang sampai detik ini belum aku temui.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

CLOSE