Siapa yang tidak kenal Soekarno? Saya rasa pemilik nama yang sederhana itu sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Benar begitu? Tapi, kalau memang di antara kamu yang sedang membaca tulisan ini ada yang tidak mengenal beliau, mari saya perkenalkan secara singkat.

Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode tahun 1945 sampai tahun 1966. Ia dikenal sebagai Bapak Proklamator Indonesia yang berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia. Pancasila yang merupakan dasar negara negeri ini pun dicetuskan dan dinamai oleh beliau. Soekarno adalah orator ulung yang membuat para musuh maupun orang-orang yang mencintainya sangat menyeganginya.

Pemimpin terkemuka gerakan nasionalis Indonesia ini pernah menuliskan buku otobiografinya yang kemudian disusun oleh Cindy Adams, seorang penulis yang berkewarganegaraan Amerika Serikat. Saya telah membaca otobiografi tersebut yang diberi judul "Bung Karno : Penyambung Lidah Rakyat". Otobiografi Soekarno sudah direvisi sebanyak 6 kali, kebetulan saya mendapatkan kesempatan membaca hanya yang revisi terakhirnya. Kendati demikian, banyak sekali pembelajaran hidup yang saya dapatkan dari buku tersebut.

Saya hendak menuliskan beberapa kutipan menarik yang ada di otobiografi Soekarno. Tak hanya menuliskannya saja, saya pun hendak mengajak para pembaca untuk menelusuri betapa bernilainya kutipan-kutipan itu. Setelah sedikit mendalami kutipan-kutipan yang akan saya tuangkan menjadi artikel di seri "Pengaruh Ideologi Soekarno terhadap Kemerdekaan Indonesia" ini, saya berharap seri artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, khususnya untuk membangkitkan semangat para kaum muda Indonesia.

Saya sengaja mengaitkan ideologi-ideologi Soekarno yang tertuang di dalam buku otobiografinya dengan kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut dikarenakan saya merasa bahwa sebagian besar ideologi Soekarno, walau sederhana tapi memiliki dampak yang besar bagi kemerdekaan Indonesia. Tak hanya itu saja, saya percaya ideologi-ideologi yang telah dianut oleh Soekarno sejak beliau masih muda lah yang mengantarkan beliau kepada status "Sang Putra Fajar".

Advertisement

Dengan penuh kesadaran bahwa tulisan-tulisan saya untuk seri artikel ini akan jauh dari kata sempurna, maka saya memohon untuk permakluman dari para pembaca, juga saran yang membangun.