Pengunjung Goa Pindul Pasca Lebaran: Keindahan Alam Menjadi Momen Tak Terlupakan Bersama Keluarga

Hamparan sawah dihiasi dengan bentangan bukit yang luas dari kejauhan. Tampak petani sedang menanamkan bibit-bibit padi dengan penuh cinta. Perempuan-perempuan sibuk menuju ke pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suara nyanyian burung menambah kesyahduan pada setiap sudutnya. Begitulah suasana sekitar Objek Wisata Goa Pindul, Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (24/5) pagi. Goa Pindul, tempat wisata di Jogja yang wajib dikunjungi bagi para wisatawan untuk sekedar melihat dan menikmati pemandang alam yang begitu indah. 

Waktu berjalan semakin cepat, matahari mulai memancarkan kehangatannya. Bunyi telolet bus menambah suasana keramaian dari Objek Wisata Goa Pindul. Brum…brum…brum…, terdengar bunyi mobil tanpa atap menjemput rombongan dari arah barat. Sejumlah rombongan lantas naik ke mobil dengan memakai baju pelampung yang disediakan, sambil menunjukkan wajah mereka yang memancarkan sinar kebahagiaan di pagi menuju siang itu. 

Rombongan lantas melakukan perjalanan menuju pemberhentian akhir untuk mengambil ban. Goa Pindul memiliki sumber mata air di dalamnya. Terdapat aliran sungai yang mengalir di dalam goa sehingga akses masuk harus menggunakan ban. Jarak dari tempat pemberhentian dengan Goa Pindul sangatlah menguras sedikit tenaga. Jika diperkirakan jaraknya sekitar 200 meter. Dengan jarak tersebut wisatawan harus berjalan kaki dengan membawa ban yang cukup berat. 

Wisatawan diarahkan oleh pemandu ke arah start penyusuran goa. Satu per satu ban-ban wisatawan berderet menyusuri air yang mengalir tenang dengan didampingi oleh pemandu. Goa pindul ini memiliki panjang sekitar 350 meter dengan durasi kurang lebih 45 menit. Ketika menyusuri goa, wisatawan disuguhkan dengan keindahan bebatuan starlit yang menakjubkan. 


Batu satelit itu merupakan batu starlit yang masih aktif, sehingga semakin berjalannya waktu akan semakin tumbuh dan membesar. Dengan itu, maka akses jalan untuk menelusuri goa akan semakin sempit, seiring dengan membesarnya starlit tersebut. Di bebatuan starlit tersebut juga terdapat kandungan mineral yang sangat tinggi, air tersebut dipercaya bisa membuat wajah awet muda, ujar pemandu Goa Pindul saat memandu rombongan.


Cahaya terpancar di tengah gua, berasal dari lubang di atas goa. Dari bawah terlihat terik mentari yang terpancar menyinari goa. Lubang goa tersebut konon katanya dahulu tempat berenang para bidadari. Pada lubang goa, wisatawan dibolehkan untuk berenang sendiri ataupun menikmati terjun dari atas bebatuan. Tak lupa wisatawan juga mengabadikan momen dengan berfoto-foto di atas bebatuan. Tidak membutuhkan waktu lama, wisatawan sudah sampai di finish goa. 

Tak hanya pemandangan dalam goa saja yang dapat dirasakan wisatawan. Di luar goa, terlihat beberapa kuliner yang bisa dinikmati seperti bakso. Kehangatan kuah bakso memberikan kelezatan yang tak terganti, setelah basah kuyup menyusuri goa. 

Berdasarkan data dari pengurus sekretariat Goa Pindul, pertama kali goa pindul berdiri pada tahun 2010. Awalnya, Goa Pindul hanya diketahui sebagai sungai digunakan oleh masyarakat sekitar untuk mandi dan mencuci. Kondisinya saat itu sangat memprihatinkan. Kehadiran bapak bupati Supeno merubah Goa Pindul menjadi sebuah sektor wisata. Bapak bupati berembuk dengan masyarakat agar goa pindul dapat terkelola baik. Meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembangkan objek wisata, usaha masyarakat membuahkan hasil sampai kini Goa Pindul dikenal oleh masyarakat di seluruh Indonesia hingga sama mancanegara.


Dengan adanya Goa Pindul tentu saja bisa mengangkat ekonomi masyarakat dan juga tentunya dengan adanya Goa Pindul bisa menambah pemasukan masyarakat, pungkas Wagino, Rabu (24/5).


Harmi (52) salah satu wisatawan di objek wisata Goa Pindul mengaku bahwa objek wisata goa pindul merupakan tempat wisata yang selalu dikunjungi setiap tahunnya, saat libur lebaran. Setiap lebaran beliau selalu kumpul dengan keluarga besar dan menyempatkan waktunya untuk mengunjungi goa pindul. Di setiap sudutnya selalu terdapat cerita yang mengesankan. Tidak ada kata bosan untuk mengunjungi Goa Pindul.

Menurutnya meskipun objek wisata ini berada di kampung halamannya dan sangat dekat dengan rumah. Namun, pemandangan yang disuguhkan benar-benar tidak mengecewakan. Selalu terdapat banyak wisatawan setiap harinya. 


Kalau di goa pindul itu memang selalu ramai, apalagi saat lebaran kemarin itu sampai banyak bus-bus yang lewat di-depan rumah, kalau sekarang masih banyak pengunjung yang berdatangan tapi nggak sebanyak waktu libur lebaran kemarin, kata ibu tiga anak itu saat diwawancarai di depan rumahnya.


Pemandangan yang sangat asri, mengobati lelahnya dengan suasana hiruk pikuk di perkotaan. Suasana perkotaan yang begitu padat membuat setiap jiwa perlu waktu untuk menikmati suasana pemandangan yang segar. Keindahan dan keasrian Goa Pindul menenangkan hati dan pikiran.


Ya memang beda sekali si kalau di kota benar-benar terdapat polusi pastinya karena banyaknya kendaraan, belum lagi macet banyak polusi udara dan itu kan juga kurang baik juga buat kesehatan. Nah, kalau disini itu udaranya benar-benar masih asri, sumber mata airnya segar, dan permohonan yang masih rindang, ya walaupun kadang panas kalau di siang hari, ucap Harmi.



Kalau ke goa pindul menurut saya si mending di pagi hari atau sore, itu bener-bener enak banget suasananya, lanjutnya.


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini