Baru-baru ini, isu-isu mengenai kondisi psikologis seseorang sedang sering dibicarakan. Beberapa orang menghadapi hal-hal baru dalam hidup mereka yang memungkinkan mereka mendapatkan pembelajaran dan tantangan baru. Akan tetapi, bagi sebagian orang tidak mudah untuk melewati hal tersebut. Lingkungan dan gaya hidup dapat berkaitan erat dengan masalah kesehatan mental seseorang. Terutama pada usia remaja.
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, dimana seorang anak mengalami banyak perubahan pada kondisi fisik, tingkah laku dan keadaan psikologisnya. Anak mulai tertarik dengan lawan jenis, pikiran dan emosinya cepat berubah atau menjadi labil. Pada masa ini, mereka mulai mencari jati diri, ingin menemukan siapa diri mereka sebenarnya. Berbagai ekspresi perasaan dan berbagai masalah mulai muncul baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sosial. Pengendalian diri dan pikiran yang belum stabil sering menimbulkan gesekan dan konflik dalam pikiran mereka.
Ketika anak-anak mencapai usia dewasa, perubahan psikologis dapat menjadi faktor penyebab gangguan kesehatan mental. Menurut  WHO  (World  Health  Organization), Kesehatan  mental  adalah  kondisi  sejahtera seseorang,  Ketika  seseorang  menyadari kemampuan  dirinya,  mampu  untuk  mengelola  stres  yang dimiliki  serta  beradaptasi dengan  baik,  dapat  bekerja  secara  produktif,  dan  berkontribusi  untuk lingkungannya.
Kesehatan  mental  merupakan  dasar  yang  penting  bagi  seseorang  karena  kesehatan mental  akan  memengaruhi  bagaimana  seseorang  memandang  dirinya,  lingkungan,  dan memahami lingkungan sekitar. Berdasarkan pengertian diatas dapat dikatakan gangguan pada kesehatan mental merupakan suatu kondisi di mana fungsi mental seseorang terganggu. Gangguan mengacu pada hal-hal yang mengarah pada penyimpangan (kegilaan) atau ketidakmampuan pikiran atau kesehatan mental.
Pada remaja, banyak sekali faktor atau alasan yang menyebabkan mereka menderita masalah kesehatan psikologis atau gangguan mental. Faktor tersebut dapat disebabkan baik oleh lingkungan, orang sekitar, atau bahkan oleh dirinya sendiri. Masalah gangguan kesehatan mental pada remaja bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius dan menimbulkan beban sosial yang berat. Cinta dan dukungan, serta hubungan yang kuat dengan keluarga dan orang-orang terkasih, dapat berdampak langsung dan positif bagi kesehatan mental remaja.
Faktanya, hubungan emosional yang baik dapat mengurangi kemungkinan anak muda terkena penyakit mental. Namun, persepsi masyarakat terhadap gangguan kesehatan mental sebagai masalah yang masih sepele dan tabu dapat menimbulkan sikap dan perlakuan diskriminatif, pengucilan, penghinaan dan perlakuan kasar terhadap penderita. Hal ini juga dikarenakan masyarakat sendiri kurang memiliki pengetahuan, pemahaman dan informasi tentang gangguan jiwa. Dimana apa yang harusnya diberikan, seperti perhatian khusus oleh orang terdekat dan profesional kepada orang yang menderita penyakit ini menjadi tidak tercapai dan diabaikan begitu saja.
Rendahnya kesadaran masyarakat membuat hal ini menjadi masalah baru di bidang kesehatan mental. Akan tetapi, ada faktor lain yang juga menghambat, seperti kurangnya jumlah profesional layanan kesehatan mental di Indonesia. Hal ini tentu saja membuat penanganan gangguan jiwa di masyarakat semakin sulit, terutama di kalangan anak muda. Oleh karena itu, dalam hal ini, peran orang-orang terdekat sangat penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku seseorang ketika menghadapi atau menyikapi suatu masalah dalam hidupnya.
Khususnya peran orang tua, dimana pola asuh dapat menjadi dasar perilaku anak dalam kehidupannya. Menjaga hubungan dekat dengan anak dapat meningkatkan kesejahteraan anak dengan membiarkan mereka terbuka tentang masalah yang mereka hadapi. Dengan cara ini, anak merasa tidak sendirian dan dapat mengurangi beban masalahnya saat bersama orang tuanya. Selain peran orang tua, peran orang lain di lingkungannya juga sangat penting. Itu bisa datang dari teman ataupun sahabatnya harus bisa memahami dan menghargai keadaannya saat mendengarkan cerita yang dia ceritakan.
Kemudian, Kesadaran diri juga sangat diperlukan dan berdampak signifikan terhadap kesehatan mental tetap terjaga. Untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental, kita dapat mencoba meningkatkan rasa syukur atas semua yang terjadi. Lakukan penilaian diri tentang bagaimana menghadapi masalah dari masa lalu. Selain itu, Istirahat juga memegang peranan penting, ketika tubuh dan pikiran merasa lelah berhentilah sejenak untuk meringankan beban kecil dan dapat melakukan hal-hal yang tidak menimbulkan stress, setidaknya sampai beban sedikit berkurang. Belajarlah untuk lebih terbuka dengan orang yang bisa kita percayai karena kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”