Pentingnya Pendidikan Seksual pada Anak Usia Dini

Edukasi Seks Anak Usia Dini

Kita selalu beranggapan bahwa dunia anak – anak adalah dunia yang indah, bahagia, aman, dan jauh dari masalah. Waktu mereka selalu diisi dengan permainan dan kesenangan tanpa harus memikirkan permasalahan hidup yang berat. Akan tetapi, pernyataan ini tidak selalu benar, karena dibalik dunia yang penuh kegembiraan pada anak – anak masih banyak bahaya yang mengintai  mereka. Dimana kelalaian orang tua yang tanpa disadari menjadi salah satu pemicu perilaku kejahatan pelecehan seksual pada anak usia dini. 

Menurut BKKBN pelecehan seksual merupakan segala bentuk perilaku yang mengarah kepada hal – hal seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi objek (sasaran), sehingga menimbulkan reaksi negative seperti malu, marah, benci, tersinggung, mengalami gangguan psikis dan sebagainya pada diri seseorang yang menjadi korban pelecehan tersebut.

Akan tetapi, terkadang tidak jarang kasus pelecehan seksual ini berujung pada pembunuhan korban.  Maraknya kasus pelecehan seksual pada anak usia dini sudah sangat memprihatinkan bahkan dapat dikatakan dalam kondisi kritis dan darurat. Berdasarkan catatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  (KemenPPPA) kasus pelecehan seksual di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 5.574 kasus dimana 57,1% dari jumlah tersebut terjadi pada anak – anak terutama anak usia dini. Dimana pelaku pelecehan seksual pada anak – anak usia dini tidak jarang merupakan orang – orang yang dikenal maupun terdekat mereka. 

Anak usia dini sering menjadi korban karena keterbatasan verbal dan kurangnya kemampuan untuk mengungkapkan apa yang dirasakan secara detail. Adanya trauma pasca kejadian juga menjadi salah satu faktor korban susah untuk mengungkapkan kejadian sebenarnya. Kondisi ini semakin diperkuat dengan kurangnya pemahaman anak – anak  terutama usia dini terhadap bagian tubuhnya yang tidak boleh disentuh orang lain dan termasuk Tindakan apa yang  harus mereka lakukan ketika hal tersebut terjadi. Maka dari itu, menyediakan pendidikan seks pada anak usia dini merupakan hal yang penting agar dapat mengurangi kekerasan seksual pada anak – anak.

Pengertian dari Pendidikan seks sendiri adalah perlakuan sadar dan sistematis di sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk menyampaikan proses perkelaminan, pengetahuan tentang organ reproduksi dengan menanamkan moral, etika, serta komitmen agama agar tidak terjadi penyalahgunaan organ reproduksi. Pendidikan seks pada anak usia dini bertujuan agar anak memahami kondisi tubuhnya, kondisi tubuh lawan jenisnya, mengajarkan bagaimana membersihkan anggota tubuhnya, mengajarkan menutup dan menjaga anggota tubuhnya terutama organ seksualnya serta bagaimana menjaga dan menghindarkan anak dari bahaya pelecehan seksual. 

Pendidikan seks menjadi tanggung jawab bersama terutama bagi orang tua yang paling dekat dengan anak. Tanggung jawab tersebut sebagai bentuk untuk melindungi masa depan anak dari dampak buruk terjadinya pelecehan seksual. Akan tetapi, pemberian pemahaman mengenai konsep seksualitas kepada anak masih dianggap hal yang tabu oleh para orang tua di masyarakat. Masyarakat sering menganggap hal tersebut adalah hal yang kotor, risih, memalukan, dan khawatir malah mendorong anak pada hal yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, dalam mengajarkan pendidikan seks pada anak usia dini dapat dilakukan dengan tahap demi tahap sesuai usia, perkembangan anak, dan jenis kelaminnya secara sederhana dan mudah sehingga bersifat praktis agar anak mudah memahami dan bisa menerapkannya sebagai suatu kebiasaan sehari – hari. Pengenalan mengenai masalah seksual pada anak dapat dimulai dari pengenalan mengenai anatomi tubuh, perbedaan organ seksual pada lawan jenis, dan fungsi dari anggota tubuh.

#nugasdihipwee

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis