Peran Keluarga Jadi Penentu Kesehatan Mental Anak. Sudah Siapkah Kita sebagai Orang Tua?

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya mempunyai mental yang sehat

Mempunyai keluarga yang harmonis menjadi tujuan utama bagi setiap orang yang memutuskan untuk membina rumah tangga. Bertambahnya peran sebagai orang tua menjadi suatu pengalaman yang luar biasa. Mengarahkan anak agar kelak menjadi manusia yang berakhlak dan bermanfaat setelah dewasa menjadi tanggung jawab besar bagi setiap orang tua.

Advertisement

Dalam prosesnya, ada salah satu hal penting yang harus dipahami betul bagi setiap orang tua dalam mendidik anaknya yaitu tentang pembentukan kesehatan mental anak. Kesehatan mental meliputi tiga komponen yaitu pikiran, emosional, dan spiritual (Hapsari, Sari, & Pradono, 2009).

Keluarga menjadi aktor utama dalam proses pembentukan kesehatan mental anak dimulai sejak anak itu bayi atau bahkan sejak dalam kandungan. Ketika peran ayah dalam keluarga hilang, maka bisa mengembangkan psikopatologi (kajian ilmiah mengenai gangguan jiwa atau perilaku).

Anak-anak yang kehilangan sosok ayah sangat rentan menjadi korban maupun perilaku kekerasan seksual karena kehilangan kekuatan dan juga kemampuan melindungi diri. Sebaliknya jika anak-anak kehilangan sosok ibu, mereka tidak punya kestabilan emosi dan juga lebih ceroboh dalam mengambil keputusan.

Advertisement

Orang tua dan anak adalah tim dalam keluarga. Selayaknya tim sepak bola, keduanya harus punya strategi yang jelas bagaimana mengarahkan bola agar permainan bisa berjalan dengan mulus hingga akhirnya gol kemenangan bisa dicapai. Lantas apakah yang harus dilakukan orang tua agar sang anak mempunyai kesehatan mental yang baik? Berikut ini adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan Sobat Hipwee.

Menjadi orang pertama sebagai panutan anak

Advertisement

Saat memasuki usia bermain, terkadang anak mempunyai idola. Biasanya adalah pahlawan super ataupun kartun favoritnya. Di dalam imajinasi anak, tokoh tersebut sangatlah keren dan patut menjadi contoh karena bisa memberantas kejahatan dan juga berperilaku baik. Dalam kehidupan nyata, sang anak pasti berharap tokoh itu ada dan ingin tumbuh menjadi sosok idolanya.

Sebagai orang tua, sebisa mungkin mewujudkan harapan anak dalam hal perlindungan dan keberadaan. Misalnya, selalu ada ketika anak membutuhkan bantuan dan selalu bisa diandalkan dalam situasi apa pun. Orang tua yang dewasa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah kelak akan dicontoh oleh anak karena pada dasarnya anak belajar dari apa yang dia lihat dan juga dengar.

Jeli dalam menyaring informasi

Belajar tidak hanya tugas anak semata. Orang tua juga harus terus belajar tentang bagaimana membangun keluarga yang sehat secara fisik dan juga mental. Berbagai informasi seputar mendidik dan merawat anak baik secara tradisional maupun modern menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Pemilihan pola atau cara mengasuh anak harus disepakati bersama oleh orang tua. Jangan sampai dalam prosesnya, orang tua berdebat hanya karena mempertahankan ego masing-masing tentang pola asuh yang dianggap lebih unggul dari pola asuh lainnya. Ingat, kesehatan mental anak terwujud dari orang tua yang terlebih dahulu mempunyai mental yang sehat.

Menjalin komunikasi yang baik dengan anak

Hubungan keluarga yang baik dimulai dari komunikasi yang baik pula. Misalnya saja saat anak sedang mengalami masalah di sekolahnya. Hal yang pertama dilakukan adalah mengajak anak untuk bercerita bagaimana penyebab masalah itu muncul dan orang tua berperan sebagai pendengar. Setelah anak selesai berbicara, barulah orang tua menjalankan peran berikutnya yaitu sebagai penasihat untuk membantu anak dalam menyelesaikan masalahnya.

Ketika komunikasi sudah berjalan baik, maka anak akan merasa aman, dicintai, dan juga dimiliki. Sebaliknya, ketika komunikasi antara orang tua dan anak tidak berjalan sebagaimana mestinya maka anak akan mencari orang lain sebagai pelindung atau bahkan hanya menjadi pendengar keluh kesahnya.

Keseimbangan antara peran ayah dan ibu dalam keluarga menjadi hal yang harus dipahami sebagai orang tua. Kerja sama yang baik antara ayah dan ibu dalam mengasuh dan mendidik anak sudah sepatutnya dilakukan agar cita-cita mempunyai anak yang mentalnya sehat bisa terwujud hingga sang anak melanjutkan peran berikutnya menjadi orang tua.

Referensi:

Hapsari, D,. Sari, P., & Pradono, J. (2009). Pengaruh Lingkungan Sehat, dan Perilaku Hidup Sehat Terhadap Status Kesehatan. Buletin Penelitian Kesehatan. Journal of Innovative Counseling : Theory, Practice & Research (2018), 2 (2), pp. 1–9. Program Studi Bimbingan dan Konseling | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) ISSN (Print): 2548-3226 |ISSN (Online): 2580-7153.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jangan Bosan Jadi Orang Baik".

CLOSE