Tidak dapat dipungkiri bahwa di zaman yang serba modern ini semua kegiatan manusia ditunjang oleh energi. Energi menjadi hal penting bagi keberlangsungan hidup semua manusia yang ada di muka bumi ini karena energi dan kehidupan memiliki hubungan yang sangat erat. Tanpa adanya energi maka semua aktivitas manusia akan terhambat. Taukah Anda darimana energi itu berasal? Energi yang kita gunakan saat ini berasal dari makhluk hidup dan mikroorganisme yang telah tersimpan berjuta-juta tahun di dalam perut bumi. Tekanan dan suhu yang tinggi membuat fosil-fosil tersebut berubah menjadi gelembung-gelembung minyak dan gas sedangkan batu bara terbentuk karena proses penguraian yang tidak sempurna.

Energi itu banyak jenisnya, dari sekian banyak energi yang paling dibutuhkan manusia adalah energi listrik. Dari mulai rumah-rumah di kawasan kumuh hingga perumahan mewah pun semuanya menggunakan listrik. Energi listrik menjadi sangat penting karena hampir semua peralatan yang kita gunakan bersumber dari listrik sehingga kita menjadi ketergantungan terhadap energi. Sebagai contoh ketika terjadi pemadaman listrik oleh PLN, pada umumnya sebagian masyarakat mengeluh dan kewalahan karena hal tersebut dapat menghambat segala macam aktivitas baik di sektor rumah tangga, pemerintahan maupun industri.

Advertisement

Dari hari ke hari pemanfaatan energi akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan bertambahnya jumlah penduduk serta besarnya tuntutan untuk melakukan segala sesuatu secara praktis membuat sumber energi fosil semakin menipis. Tentunya hal tersebut harus menjadi perhatian semua pihak yang ikut andil dalam penggunan energi karena diperkirakan akan terjadi kelangkaan energi fosil pada abad ke-22 mendatang. Oleh karena itu apa yang harus kita lakukan? Sesuai dengan hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat berubah bentuk menjadi bentuk energi lain. Untuk iu, diperlukan sebuah inovasi terbaru dalam menciptakan sumber energi baru terbarukan dalam mencegah terjadinya krisis energi.

Sebenarnya para ahli telah menemukan dan memperkenalkan sumber-sumber energi alternatif yang berpotensi menggantikan peran fosil di masa yang akan datang seperti energi matahari, air, angin, kelautan, biomassa, dan panas bumi yang tentunya ramah lingkungan. Energi alternatif tersebut belum dapat dikembangkan oleh seluruh negara yang ada di dunia secara bersamaan karena disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut


  1. Biaya instalasi awal yang cukup mahal;

  2. Kurang dapat diandalkan karena tergantung pada kondisi alam;

  3. Belum dapat dioperasikan secara efisien karena beberapa energi alternatif masih dalam tahap pengembangan;

  4. Penggunaan energi alternatif belum didukung oleh sarana penunjang.

Advertisement

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut maka upaya yang dapat kita lakukan adalah dengan menghemat penggunaan energi. Hal tersebut dirasa tepat sebagai upaya untuk merawat dan menjaga bumi dari kerusakan lingkungan akibat pemanasan global yang disebabkan oleh konsumsi energi yang berlebihan.

Apa itu hemat energi? Mengapa kita harus menghemat energi? Seberapa penting kah energi? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin sedang terpikirkan oleh Anda saat ini. Kita harus mengetahui bahwa menghemat energi berarti mengurangi penggunaan energi seminimal mungkin. Perlu diingat bahwa hemat energi bukan berarti tidak diperbolehkan untuk menggunakan energi sama sekali tetapi gunakanlah energi secara efektif dan efisien karena energi yang kita gunakan saat ini berasal dari bahan yang tidak dapat diperbaharui serta membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan regenerasi.

Dengan menghemat energi, kita dituntut untuk berpikir kritis mengenai nasib generasi yang akan datang, apakah anak cucu kita masih bisa merasakan manfaat dari energi? Semua itu tergantung kepada apa yang kita lakukan sekarang ini. Jika kita tidak bijak dalam menggunakan energi apakah Anda tidak mempunyai rasa prihatin terhadap nasib bumi kedapannya? Dengan semakin berkembangnya teknologi dalam jumlah yang banyak serta bervariasi maka semakin besar juga energi yang kita keluarkan. Hal itu yang perlu kita perhitungkan.

Sekarang ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sedang gencar dalam mensosialisasikan mengenai pentingnya hemat energi kepada seluruh masyarakat dengan memotong 10% penggunaan energi untuk energi yang berkeadilan. Gerakan itu dilatarbelakangi oleh pesatnya pertumbuhan konsumsi energi di tengah penurunan cadangan energi fosil yang saat ini masih menjadi sumber utama listrik di Indonesia. Gerakan ini merupakan aksi bersama yang melibatkan pemerintah, pelaku bisnis/industrri, organisasi masyarakat sipil atau individu untuk melakukan penghematan energi sebesar 10%. Dengan menghemat 10% juga dapat melistriki sekitar 2,5 juta kepala keluarga di 6 provinsi yang tersebar di seluruh desa bagian Indonesia Timur atau setara dengan 10 juta jiwa akan mendapatkan akses listrik. Ilustrasinya, dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik di rumah Anda selama satu jam per hari akan menghemat konsumsi listrik setara dengan 600 watt. Penghematan tersebut setara dengan pemberian akses listrik kepada satu rumah tangga di daerah terpencil.


Menghemat energi adalah perilaku sederhana yang sulit untuk dilakukan karena untuk mengubah kebiasaan seseorang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Jika seseorang sudah terbiasa untuk menghemat energi maka hal tersebut akan menjadi suatu gaya hidup yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan ini.


Sebenarnya membudayakan hemat energi listrik dapat dilakukan dari diri sendiri dimulai dari hal-hal sederhana sebagai berikut


  1. Mematikan lampu jika ruangan tidak digunakan;

  2. Menggunakan lampu hemat energi/LED;

  3. Mematikan televisi dan alat elektronik lainnya saat tidak digunakan;

  4. Mematikan pendingin ruangan (kipas angin/AC) saat ruangan tidak digunakan;

  5. Mengatur pendingin ruangan pada suhu 24-27 celcius;

  6. Menutup kulkas dengan rapat;

  7. Tidak terlalu sering membuka pintu kulkas;

  8. Kurangi penggunaan pengering listrik yang ada pada mesin cuci dan lakukan pengeringan dengan memanfaatkan panas matahari secara langsung;

  9. Mematikan komputer saat tidak digunakan.

Hemat energi dapat dilakukan dimana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun. Setiap manusia berkewajiban untuk menerapkan perilaku tersebut, tidak dibatasi umur ataupun kelas sosial. Semua orang mempunyai kewajiban yang sama. Saling mengingatkan merupakan tindakan yang mulia sebagai makhluk sosial, dengan mengingatkan orang-orang terdekat atau kepada masyarakat secara umum mengenai pentingnya hemat energi maka kebutuhan energi akan terpenuhi.

Salah satu bentuk mengingatkan dan memberitahu masyarakat mengenai pentingnya hemat energi adalah dengan melakukan sosialisasi seperti yang telah dilakukan pahlawan energi SMAN 9 BANDUNG pada 10 September 2017 di Car Free Day, Dago, Bandung. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 07.00 s.d. 10.00 WIB. Materi, poster, stiker dan artibut lainnya telah dipersiapkan dan sudah terencana dalam jadwal kegiatan pahlawan energi.

Dalam kegiatan tersebut kami memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai pengertian hemat energi, alasan mengapa kita harus hemat energi, keuntungan hemat energi dan tips-tips hemat energi. Sebagian besar masyarakat yang ada di sana menanggapinya dengan penuh antusias dan merasa terbantu dengan adanya sosialisasi ini karena mereka menjadi sadar bahwa tindakan yang dilakukan selama ini tidak mencerminkan perilaku hemat energi. Mereka juga paham jika dengan menghemat penggunaan energi listrik maka biaya yang dikeluarkan untuk membayar rekening listrik pun akan berkurang sehingga dapat dialokasikan pada kebutuhan lain yang lebih penting.

Saat sosialisasi berlangsung, pada umumnya sebagian masyarakat masih memegang teguh anggapan bahwa memasang alat-alat elektronik dengan stop kontak saat pertama kali akan mengambil energi listrik yang sangat besar sehingga masyarakat lebih senang membiarkan alat-alat elektronik terpasang dengan stop kontak meskipun tidak digunakan. Hal ini menjadi salah satu penghambat dalam menerapkan perilaku hemat energi.

Padahal saat alat elektronik masih tetap tersambung dengan stop kontak tetapi tidak digunakan akan ada vampir energi yang mengintai. Apa itu vampir energi? Vampir energi bukanlah makhluk penghisap darah manusia seperti yang terdapat di film-film namun akan menghisap energi walaupun alat elektronik tidak digunakan. Vampir energi muncul karena kebiasaan-kebiasaan sederhana seperti charger ponsel yang tidak digunakan tetapi masih tersambung dengan stop kontak, padahal charger yang tidak dicabut dari stop kontak akan memakan listik 1 w/jam. Untuk mengusir vampir energi sangatlah mudah, yaitu dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan yang tidak mencerminkan hemat energi menjadi hemat.

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan di atas maka hemat energi sangatlah dibutuhkan dalam rangka menunjang kelangsungan hidup manusia karena tanpa adanya energi maka segala macam kegiatan manusia akan terhambat. Manusia tidak akan bisa bertahan hidup tanpa adanya energi karena energi memberikan peran yang sangat penting dalam kehidupan. Penulis berharap, budaya hemat energi bisa menjadi suatu kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari sekarang hemat energi bisa dilakukan dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Oleh karena itu mari kita potong 10% penggunaan energi untuk energi yang berkeadilan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya