Percayalah, Cinta Pada Pandangan Pertama Itu Memang Nyata

Semoga kalian menemukan dan ditemukan oleh cinta yang benar

Perkenalkan, namaku Vania dan aku salah satu umat manusia yang percaya bahwa cinta bisa lahir dari hal-hal konyol. Percaya atau tidak, tapi ini pengalamanku yang sangat manis yang ingin sekali aku bagi dengan kalian yang masih ragu terhadap cinta.

Advertisement

Aku wanita berusia 28 tahun (usia yang sudah dewasa untuk mempercayai hal-hal konyol) tapi kau tau, kekonyolan kadang bisa membuatmu terus merasa muda. Aku bekerja sebagai karyawan tata usaha di sebuah sekolah bertaraf internasional di kota Medan. Kata-kata ini kutulis untuk seseorang yang telah berhasil membawa hatiku terbang tinggi. Ya, ini tentang dia.

Dia, seseorang yang tepat, datang pada waktu yang tepat. Dia, seseorang yang memiliki sesuatu dalam dirinya yang sulit untuk kujelaskan. Dia, seseorang yang membuatku percaya bahwa mimpi-mimpi bisa menjadi nyata. Dia, seseorang yang terus membuatku merasa muda dengan candaannya yang terkadang terdengar sangat konyol tapi tetap lucu. Dia, seseorang yang selalu ada saat aku tak bisa meraih mimpiku. Dia, seseorang yang selalu menggenggam tanganku dengan erat saat keterpurukan menimpa hidupku. Dia, seseorang yang selalu menyediakan telinganya untuk mendengar cerita-cerita sedih dan bahagia bahkan cerita konyolku.

Dia, seseorang yang selalu memastikan bahwa aku baik-baik saja. Dia, seseorang yang mengenal diriku lebih dari aku mengenal diriku sendiri. Dia, seseorang yang mebantuku untuk percaya bahwa aku ini wanita yang luar biasa. Dia, seseorang yang membuatku menangis keras karena rindu ketika dia pergi jauh. Dia, seseorang yang selalu mengingatkanku akan Tuhan. Dia, orang pertama yang dapat melihat cahaya dalam diriku yang tak bisa dilihat oleh orang lain, bahkan diriku sendiri.

Advertisement

Dia, seseorang yang meyakinkanku bahwa tak ada hubungan yang tak bisa diperbaiki, seburuk apapun itu, pasti akan selalu ada jalan keluar. Dia, seseorang yang selalu berkata "Van, percayalah tak ada hati yang terlalu rapuh yang tak bisa Tuhan pulihkan.". Dia, seseorang yang dengan segala kekurangan dan kelebihannya mampu mebuatku meneteskana air mata ketika menulis kata- kata sederhana ini. Dia, pria yang saat ini telah menjadi daddy untuk anak-anakku, ini untuk kamu yang selalu menjadi pagiku, siangku, soreku, malamku dan bahkan larut malamku.

Terima kasih untuk mengijinkanku percaya pada hal-hal konyol. Terima kasih untuk cinta yang tak pernah berkhir yang terus mengalir ke setiap aliran darahku. Terima kasih untuk setiap kesempatan yang boleh kita lewati bersama- sama. Terima kasih buat segalanya. Cinta ini akan terus hidup sampai kita ada di kehidupan selanjutnya.

Advertisement

Dan untuk kalian yang masih ragu dengan cinta online, aku mengerti dan pernah merasakan keraguan itu, tapi kalian juga harus percaya bahwa cinta bisa datang dari mana saja. Tak ada yang salah dengan cinta, hanya mungkin Tuhan menghadirkannya dengan cara yang berbeda-beda. Hanya diri kita sendiri yang tau apa yang sedang kita rasakan, jadi tak perlu mendengarkan cercaan orang lain yang mungkin saja mengatakan kamu sedang tak waras.

Saran dan nasehat dari orang-orang sekitar emang kita butuhkan tapi yang menjadi penentu adalah diri kita sendiri. Aku harap hal- hal baik akan selalu menghanpiri kita, terutama untuk kalian yang sudah rindu dengan cinta.

Semoga kalian menemukan dan ditemukan oleh cinta yang benar, yang akan menemani kalian untuk melihat sunrise dan sunset setiap hari dalam hidup kalian.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Halo. Perkenalkan nama saya Desina Tinambunan, wanita berusia 28 tahun. Saya bekerja sebagai staff administrasi di sebuah perusahaan swasta di kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Kecintaan saya aka menulis sebenarnya sudah saya rasakan sejak saya duduk di bangku SMP, tapi karena dulu masih sangat belia dan tidak tau harus kemana mencurahkan tulisan-tulisan sederhana saya, jadinya saya tidak terlalu ambil pusing untuk hobi saya sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk kuliah dan mengambil jurusan sastra di sebuah universitas swasta di kota Medan. Saya sangat menikmati masa-masa di mana saya mempelajari ilmu sastra. Selain sastra saya juga sangat mencintai alam, di sela-sela akhir pekan, saya selalu menyempatkan diri untuk pergi ke luar dari kota untuk bercinta dan bercerita dengan alam seperti ke hutan, sungai, bahkan ke pegunungan, sampai akhirnya kecintaan saya akan menulis muncul kembali karena sering bercerita dan bercinta dengan alam dan atas saran seseorang yang takkan pernah saya lupakan sampai akhir hidup saya, seseorang yang membantu saya untuk memulai semuanya dari awal dan terus mendukung saya dari jarak yang jauh, meski sekarang ia tak bersama saya lagi, saya ingin dia tahu, bahwa saya mencintainya, selalu. Saya memutuskan untuk ikut gabung di Hipwee agar saya dapat mencurahkan tulisan-tulisan sederhana saya tentang apapun. Jadi, Terimakasih Hipwee. Semoga tulisan-tulisan saya dapat menginspirasi banyak orang. ?

CLOSE