Kepasifanku membuat ku sulit menemukan sandaran hatiku, namun Tuhan selalu memberikanku teman dan sahabat yang tepat untuk menjadi bagian di duniaku. Kota baru, teman baru, kampus baru, pekerjaan baru merupakan tanggung jawab baru yang Tuhan berikan kepadaku. Segalanya berjalan sesuai dengan harapanku. Namun ego manusia tidak dapat dipungkiri. Aku meminta, aku memohon dalam doaku untuk dibukakan jalanku dalam memiliki seseorang yang dapat aku cintai dan dapat aku sayangi.

Jawaban atas doaku semakin terlihat semenjak hadirnya seorang wanita baik dan cantik yang ternyata usianya setahun lebih tua dariku. Dia adalah teman kampus ku yang selama ini kami tidak pernah saling bertegur sapa baik dikelas maupun diluar kelas. Karena temankulah kami menjadi kenal dan sekedar bertegur sapa.

Advertisement

Awal pembicaraan kamipun sangat biasa saja, dimana dia menanyakan tugas kampus kepadaku. Kemudian kami menjadi teman dan semakin dekat. Perjalanan-perjalanan luar kota pun kami lakukan walau hanya berdua. Setiap bersamanya aku selalu merasa bahwa aku diperhatikan oleh seseorang. Dan ini yang menjadi alasanku untuk menyayanginya.

Kepasifanku sudah hilang, demi mengejar wanita yang dengan sadar telah aku cintai. Aku tidak melakukan pendekatan seperti pria lain melakukan pendekatan kepada wanita. Yang aku lakukan adalah dengan menunjukkan seterang-terangnya tentang diriku. Bagaimana sifat asliku serta menunjukkan duniaku kepadanya.

Sampai tiba masanya aku merasa aku tidak mau kehilangan dia, aku ingin menjalani kisah bersamanya. Namun sebelum mengungkapkan semuanya, terungkaplah bahwa ternyata dia telah menjadi milik orang lain yang sedang memasuki masa "break". Kesalahanku menginginkan milik orang lain, kesalahan ku telah mencintainya sebelum mengetahui dan meyakini akan kesempatan untuk dapat memilikinya.

Advertisement

Patah hati yang aku alami adalah patah hati yang sangat hina dimata kebanyakan orang. Karena aku berstatus sebagai orang ketiga yang dapat merusak hubungan orang lain. Akupun menyadari betapa buruknya kehadiranku diantara mereka. Aku terus menyalahkan diriku yang tidak tahu malu sehingga dapat berada di posisi seperti ini. Namun bukankah cinta adalah hal yang sangat tidak dapat diprediksi? Bukankah cinta tidak pernah salah? Aku hanya dapat menghibur diriku, bahwa kesalahanku bukanlah karena aku mencintai dia. Namun karena aku mencintai pada saat yang salah.

Aku bertanya pada diriku, apakah aku harus segera meninggalkan wanita yang aku cintai begitu saja atau aku harus membantunya dengan ikhlas namun aku harus menghilangkan rasa inginku untuk dapat bersamanya. Segalanya aku ungkapkan kepada dia, atas perasaan ku kepadanya, sekaligus meminta maaf atas hadirnya aku pada saat yang salah.

Keputusanku untuk wanita yang telah aku cintai, aku menjadikan diriku sebagai tempat persinggahannya. Yang pada akhirnya dia akan kembali kepadanya yang berhak. Namun komitmenku sebelum itu, kubantu dia untuk menemukan kembali dirinya, menemukan kembali tujuan hidupnya, menemukan kembali kebahagiaan dalam dirinya, aku mencoba menjadikan dirinya menjadi lebih baik melalui status teman dan tempat persinggahan.

Kujalani segalanya seikhlas mungkin. Walau sangat sering saat melihat senyumnya, mendengar ceritanya, memberikan solusi atas keluh kesahnya hatiku terasa sakit mengingat aku hanya tempat persinggahannya. Becandanya ketika memanggilku sebagai teman, ketika memanggilku sebagai adik membuatnya tersenyum dan tertawa dan akupun hanya ingin melihat dia bahagia walau sebenarnya aku seolah semakin menyakiti diriku untuk terus berada di posisi ini.

Doaku telah dijawab untuk dapat memiliki orang yang dapat aku cintai dan aku sayangi, mungkinkah doaku yang tidak sempurna? Kesalahanku tidak memohon untuk dapat memiliki seseorang yang dapat aku cintai dan mencintaiku, dapat aku sayangi dan dapat menyayangiku?

Teruntuk kamu yang aku cintai dan sayangi…

Semoga kamu terus mendapatkan kebahagiaan dalam hidupmu, kamu berhak dan layak untuk selalu bahagia.

Dari aku yang mencintaimu

"persinggahan"

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya