Manusia mungkin merupakan organisme hidup yang paling maju dan berkembang di dunia, tetapi keberhasilan itu dapat dan seharusnya dikaitkan dengan keberadaan hewan. Sejak manusia-manusia pertama muncul di Afrika 2 juta tahun yang lalu, manusia telah hidup didampingi beragam-ragam hewan lain. Tetapi tidak seperti zaman ini, dimana manusia adalah spesies yang berada di atap lingkaran kehidupan, manusia justru adalah mangsa predator-predator lain. Binatang-binatang seperti anjing liar, buaya dan burung pemangsa menjadikan manusia sebagai mangsa mereka. Hal menarik lain mengenai manusia pada zaman ini adalah bahwa mereka juga dianggap sebagai pemangsa hewan-hewan lain. Manusia-manusia pada zaman ini menggunakan strategi-strategi rumit untuk memburu binatang seperti kijang, rusa dan wildebeest. Dapat dibilang bahwa pada zaman ini, manusia masih belum terevolusi penuh dan mereka masih memiliki naluri yang primitif.

Era selanjutnya yang akan dibahas adalah the stone age, atau zaman batu. Ini adalah zaman di mana manusia mulai menggunakan peralatan-peralatan yang terbuat dari bebatuan dan logam. Arkeolog-arkeolog juga menyimpulkan bahwa manusia-manusia zaman ini mempunyai hewan peliharaan. Ada fossil di Jerman yang membuktikan bahwa manusia zaman ini dikubur bersama anjingnya. Saat diteliti lebih dalam, anjingnya ternyata mempunyai penyakit fatal yang bernama “canine distemper”. Anjing ini hanya dapat hidup karena pemiliknya mempunyai rasa sayang yang besar untuk binatang peliharaanya.

Advertisement

Era berikutnya yang menunjukan hubungan antar manusia dan hewan adalah zaman perunggu. Zaman perunggu adalah zaman di mana manusia mulai menggunakan perunggu sebagai bahan pembuatan alat. Zaman ini terjadi saat 3000 BC-1200 BC. Mirip seperti zaman batu, arkeolog-arkeolog menemukan suatu kuburan di Barcelona dan Lleida yang menunjukan bahwa manusia dikubur dengan binatang peliharaanya. Binatang yang biasa terkubuk dengan pemilknya adalah rubah dan anjing. Juga ditemukan bahwa hewan-hewan peliharaan ini dikubur dengan semacam makanan spesial dan ini diperkirakan untuk berkorelasi dengan fungsi mereka sebagai hewan pekerja atau pengembala. Penggunaan sebagai transportasi dan sumber susu juga adalah hal yang terjadi di zaman ini. Arkeolog yang melakukan pekerjaan lapangan di Kazakhstan menemukan bukti-bukti yang mengarah kepada penemuan yang dikatakan diatas.

Melompat ke abad renaisans, hewan-hewan sekarang mempunyai peran yang berbeda. Era renaisans mulai saat abad ke-14 dan berakhir pada abad ke-17. Abad renaisans terkenal sebagai abad dimana manusia memulai untuk lebih eksperimental dan ini adalah abad dimana banyak lukisan-lukisan terkenal dari Leonardo da Vinci, Michaelangelo, Raphael dan Donatello. Karena sifat artistik abad ini, hewan-hewan juga banyak digunakan sebagai fokus lukisan. Salah satu lukisan yang mengandung sebuah hewan adalah lukisan oleh Jacopo Tintoretto yang bernama “Christ Washing the Disciple’s Feet” yang mengandung sebuah anjing. Pelukis-pelukis pada abad renaisan percaya bahwa anjing adalah simbol loyalitas. Sebuah anjing juga dapat terlihat di lukisan “Ripa Iconologia” dan pelukisnya menyatakan bahwa anjing adalah binatang yang paling setia dan adalah sahabat manusia. Bukan hanya anjing ternyata yang terlukis pada abad renaisans, ternyata hewan-hewan seperti musang, badak, kuda, rusa, kelinci dan lain-lain.

2 era yang terakhir telah menunjukan hubungan antara manusia dengan hewan secara perspektif yang positif, tetapi era berikut akan mengubah itu. Perang dunia satu sering diingat sebagai perang dengan korban jiwa manusia terbesar, tetapi jumlah kematian hewan sering diabaikan. Dikatakan bahwa sebanyak 484,143 kuda, unta, bagal dan banteng mati saat digunakan Inggris.

Advertisement

Ada juga banyak contoh dimana keluarga bukan hanya diperintahkan memberi anggota keluarga lelaki, tetapi mereka juga diperintahkan memberi anjing peliharaan mereka. Anjing-anjing mempunyai tugas untuk membawa obat agar para tentara dapat menyembuhkan diri sendiri. Tugas lain yang diberikan kepada anjing adalah untuk menemani prajurit-prajurit yang dalam kondisi sekarat. Hal-hal yang diucapkan di atas benar-benar menunjukan sifat loyalitas anjing terhadap manusia. Hewan-hewan lain yang berkontribusi pada perang ini adalah babon, yang bertugas untuk mendeteksi ranjau darat melalui pendengaran mereka, lalu ada juga siput yang mempunyai tugas untuk mendeteksi “mustard gas” yang bersifat fatal terhadap manusia, banyak juga hewan-hewan yang bertugas untuk membuat prajurit-prajurit lebih tenang & senang dalam masa perang ini, seperti bagal, babi dan burung murai.

Walaupun semua hal yang telah dilakukan binatang untuk menemani manusia, manusia tidak mengembalikan perasaan itu. Manusia bahkan tidak mementingkan, membicirakan, ataupun peduli semua kematian yang menimpa hewan-hewan di perang ini. Memang perkataan Xunzi “human nature is evil, and goodness is caused by intentional activity” benar, manusia hanya dapat berbuat baik jika ada sesuatu yang menjadi motivasi dan jika tidak ada apa, sifat dasar manusia jahat.

Melaju ke era yang manusia zaman sekarang lebih biasa dengan, era informasi adalah era yang akan dibahas selanjutnya. Era informasi adalah di mana umat manusia memulai menggunakan teknologi-teknologi yang menjadi dasar dunia modern. Era informasi dapat dibilang mulai pada tahun 1971 dan masih dalam efek sekarang. Hubungan antara manusia dan hewan-hewan lebih terasa pada zaman ini, karena kami manusia memang dapat melihat apa saja yang terjadi di dunia dan tidak hanya mengestimasi dan membaca skripsi zaman dahulu. Pada tahun 1970-an pergerakan hak binatang mendapatkan pemimpin intelektual baru, Peter Singer dan Tom Regan.

Peter Singer mengajukan cara berfikir utilitarian dan speciesism dimana ia membandinginya kepada rasisme dan sexisme, sedangkan Tom Regan mengajukan bahwa hewan-hewan juga seharusnya mempunyai hak seperti manusia. Zaman ini juga menampung pergerakan dan ideologi veganism. Veganism adalah saat seseorang memutuskan untuk berhenti memakan hal-hal yang berhubungan dengan daging atau hasil binatang. Salah satu alasan terbesar manusia ingin menjadi vegan adalah berasaan sentimental terhadap hewan-hewan yang harus disembelih.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya