Pinterest adalah Jalan Ninjaku Mengekspresikan Diri di Media Sosial

Pinterest Mengekspresikan Diri

Setiap orang tentunya memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda. Contohnya memiliki sikap pemalu dan rasa tidak percaya diri di depan banyak orang. Demikianlah yang terjadi pada diri saya. Saya bukan tipe orang yang menyukai spontanitas dan apapun yang saya lakukan harus saya pikir matang-matang. Misalnya dalam membuat sebuah cerita, pertanyaan, dll, saya harus membacanya berulang kali agar kualitas kalimatnya nyambung dan dapat dinikmati serta dipahami oleh orang lain. Namun, itu tidak membuat saya berkecil hati karena dibalik semua kendala atau masalah pasti ada solusinya.

Advertisement

Solusinya yaitu dengan menggunakan aplikasi Pinterest. Mungkin beberapa orang masih asing dengan aplikasi ini. Saya mengenal aplikasi ini ketika duduk dibangku SMA kelas 2 karena guru seni budaya menyarankannya. Pinterest merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk mengunduh gambar dan video serta mengunggah pin (gambar atau video yang dimiliki oleh pengguna). Kualitas unduhannya pun sangat baik dan jarang mengalami kekaburan.

Perlu kalian ketahui bahwa saya sangat suka sekali me-review barang atau produk utamanya perawatan kulit (skincare). Di sini, Pinterest saya jadikan sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Sebenarnya memang banyak aplikasi yang dapat digunakan sebagai media pengekspresian diri seperti Instagram, TikTok, Facebook, dll, tetapi saya lebih tertarik untuk melakukannya di Pinterest.

Dalam membuat review sebuah produk, saya akan menjelaskannya secara detail dan pastinya secara jujur. Inilah mengapa saya sebut Pinterest sebagai sarana pengekspresian diri. Saya harus semaksimal mungkin merangkai kata-kata agar menjadi susunan kalimat yang menarik dan mengedit font serta background-nya. Dengan saya me-review produk, akan menambah pengalaman saya menyusun kalimat dan terbiasa dalam merangkai kata-kata.

Advertisement

Apabila saya rasa produk tersebut kurang baik, maka akan saya tulis kekurangannya. Hal itu saya lakukan bukan karena ingin menjatuhkan sebuah brand produk, tetapi karena memang saya suka menceritakan sesuatu yang saya rasakan. Mungkin bisa saja produk tersebut  tidak cocok untuk saya, tetapi cocok untuk orang lain. Biasanya saya akan memberikan rate atau nilai dalam setiap produk apabila melakukan perbandingan (battle). Hal ini agar dapat diketahui tingkat perbandingan bagusnya sebuah produk. Serta tidak lupa mencantumkan harga pada setiap produk.

Ada banyak produk yang sudah saya review, seperti pelembab, battle sabun cuci muka, beberapa jenis parfum, lulur tubuh, lipcream, serum, sleeping mask dan sebagainya. Untuk pengunggahan pin, saya tidak menjadwalkan hari apa atau berapa kali dalam seminggu. Tetapi saya akan mengunggah pin apabila saya menemukan produk baru yang tepat untuk di-review. Tujuan saya me-review adalah untuk memberikan rekomendasi produk terbaik bagi para pembaca.

Ada alasan lain mengapa saya memilih media pengekspresian diri menggunakan Pinterest, yaitu karena saya tahu bahwa jarang sekali teman-teman dekat saya menggunakan aplikasi ini dan akan sulit menemukan saya di Pinterest. Itulah alasan yang membuat saya percaya diri mengunggah pin (foto atau video) pada aplikasi ini. Kita lihat fakta sekitar saja, apabila teman-teman saya tahu saya me-review sebuah produk, pasti terjadi kemungkinan akan dipandang sebelah mata. Mungkin saja dikatakan lebay atau alay, padahal saya sangat senang melakukannya.

Setiap orang pasti memiliki kekurangan, jangan lupa untuk bersyukur dalam segala hal. Karena kekurangan apapun itu pasti ada kelebihan juga yang kita miliki. Setelah membaca artikel ini, saya berharap teman-teman dapat lebih menghargai diri sendiri. Apabila kalian memiliki kesamaan dengan saya, kalian harus mencoba tips dari saya, mungkin nantinya kalian akan tertarik menggunakan Pinterest sebagai media pengekspresian diri. Tidak hanya seputar me-review produk saja, jika kalian hobi menggambar juga sangat tepat untuk mencoba aplikasi ini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE