Polosan atau Pakai Make-Up Itu Pilihan. Tapi Mengapa Selalu Saja Menjadi Bahan Perdebatan?

“Eh liat deh si A tuh, ya ampun kalo make up an tebel banget. Gak tahu deh berapa senti dempulnya!”

Advertisement

“ Bukannya mau ngomongin nih, tapi sekarang dia kok cantik banget, pasti gak natural lah! Paling pake make up, dulu aja nih ya pas jaman SMA, aduh ya ampun buluk banget!”

 “Kamu tuh ngapain pake make up segala, cantik itu natural gak pake apa-apa!”

“Dia pake make up pasti buat nutupin wajahnya tuh yang banyak jerawat!”

Advertisement

Atau

“Eh si B kok kucel banget ya! Pucet gitu, buluk banget. Make up an dikit kenapa si biar rada sedep!”

Advertisement



Di antara kalian ada nggak nih yang pernah denger ungkapan atau kalimat diatas? Atau kalian pernah jadi salah satu korbannya? Atau jangan-jangan malah jadi pelakunnya?

Sejatinya, perempuan itu sudah cantik semenjak perempuan itu diciptakan. Dan sesuai dengan fitrahnya, seorang perempuan sangat menyukai keindahan termasuk keindahan yang ada dalam dirinya. Tidak terkecuali penampilan fisiknya. Menurut Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, yang akrab dipanggil Lizzie ini mengungkapkan bahwa penampilan memang dapat mempengaruhi energi dalam diri seseorang, bahkan terhadap orang di sekelilingnya. Hal ini disimpulkan olehnya dari studi bertajuk “How Importance Physical Appearance” oleh Sherynn J. Perry (1998).

Ketika kita tampil cantik, secara emosional kita akan merasa lebih percaya diri, feeling good, comfort, dan energi tersebut menjadi hal positif yang dapat diserap oleh orang-orang di sekitarnya. Artinya penampilan memang menjadi hal penting bagi seseorang untuk membuatnya merasa convidence atau percaya diri, serta membuatnya nyaman berada di antara orang-orang. 

Namun, perihal standar cantik yang kemudian diciptakan oleh orang-orang, kian membuat para perempuan seakan kehilangan kepercayaan bahkan terhadap diri sendiri. Bagaimana tidak, standar cantik yang ada sekarang kian mengerikan. Melihat perempuan hanya dari kecantikan fisik saja. Bahkan yang sering diperdebatkan hanya sebatas apakah dia memakai make up atau berwajah polosan.

Perempuan dituntut untuk memiliki standar kecantikan yang sama, padahal setiap perempuan tentu memiliki karakter kecantikan yang berbeda. Akibatnya, banyak orang yang beropini bahwa yang cantik adalah mereka yang berwajah polos tanpa riasan make up, sehingga banyak orang menyebutnya cantik natural tanpa polesan. Sebaliknya, perempuan yang menghiasi wajah mereka dengan polesan make up merasa tak terima karena kecantikannya dinilai palsu dan seakan melakukan penipuan.

Mereka yang menilai orang yang tak memakai make up, berPikir seakan tak merawat wajah dan dinilai  penampilannya tak menarik, sehingga orangpun ogah untuk meilirik. Padahal setiap apa yang orang lakukan pasti selalu ada alasan. Rasanya, saat ini kemampuan diri untuk menghakimi dan kurangnya memahami situasi semakin dirasakan dari hari ke hari. Mungkin orang yang berkata seperti itu wujud dari rasa peduli, tapi jika kita tidak bisa mengungkapkan maksud kita dengan baik,  maka perlunya untuk berhati-hati karena bisa membuat hati seseorang merasa tersakiti.

Memakai make up atau polosan tak henti-hentinya menjadi bahan perbincangan. Menilai mana yang lebih cantik dan menarik hanya sebatas dari pakai atau tidaknya riasan. Terkadang, ada kondisi tidak ideal yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, sehingga membuat kita harus bisa melakukan hal tertentu agar kita bisa tetap nyaman. Mungkin itu salah satu alasan perempuan yang  menggunakan make up atau riasan di wajah.

Ketahuilah tidak semua wanita memiliki kulit wajah yang sempurna. Ada berbagai tipe wajah yang dimiliki oleh wanita seperti kulit wajah berminyak, kering, sensitif, bahkan berjerawat. Oleh karena itu, banyak wanita yang melakukan berbagai cara untuk menutupi kekurangan wajahnya. Salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menggunakan make up. Wanita yang memiliki masalah pada wajahnya pasti menimbulkan rasa tidak percaya diri untuk bertemu dengan orang lain.

Dengan menggunakan make up, dapat membuat wanita lebih percaya diri akan tubuhnya. Ia tidak akan merasa minder dan dapat menebarkan energy positif disekitarnya. Jadi, orang yang memakai make up tidak melulu karena ingin menarik perhatian tapi yang terpenting adalah memastikan dirinya nyaman.

Sebaliknya, wanita yang berwajah polosan tanpa polesan, bukan berarti mereka tidak pandai merawat diri, sehingga wajahnya pucat dan tidak menarik, akan tetapi mereka tentu punya alasan tersendiri. Mungkin saja mereka tidak nyaman jika menggunakan make up, walaupun hanya sekedar menggunakan taburan bedak. Atau bahkan kulitnya sangat sensitive jika menggunakan make up, sehingga ia memutuskan untuk polosan apa adanya tanpa polesan di wajahnya.

Yang terpenting bukanlah ia menggunakan make up atau polosan, tetapi bagaimana ia merasa nyaman dengan dirinya dan dapat menebarkan energi positif  yang ada disekitarnya. Boleh saja merias wajah asal tidak berlebihan dan bisa menyesuaikan dengan keadaan. Sebaliknya, untukmu yang seringkali dinilai polosan dan tidak bisa dandan seakan tak bisa merawat diri, tak usahlah berkecil hati.

Kamu tetap cantik  dengan apa adanya, walaupun orang lain menilai wajahmu pucat dan tak berseri, tapi ada kecantikan yang lebih sejati yaitu kecantikan hati yang selalu muncul dari dalam diri. Memakai make up atau polosan itu pilihan, akan  tetapi semua yang dilakukan tentu ada resiko dan pertanggung jawaban walaupun sesederhana perihal penampilan. 

"Wanita yang cantik tanpa pribadi yang mulia, umpama kaca mata yang bersinar-sinar, tetapi tidak melihat apa-apa."

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang pembelajar ulung yang sedang berpetualang mencari makna kehidupan.

CLOSE