Pro dan Kontra Fenomena Mukbang di Indonesia

Mukbang di Indonesia

Mukbang merupakan sebuah fenomena yang belakangan ini banyak digemari oleh kalangan milenial, yang mana hal ini menjadi sesuatu yang baru dalam menikmati makanan. TrenĀ ini berasal dari Korea Selatan. Mukbang berasal dari bahasa Korea muok-da (makan) dan bang-song (siaran), artinya sebuah siaran rekaman virtual pembawa acara memakan sejumlah besar makanan saat berinteraksi dengan audiensnya.

Advertisement

Pembawa acara dalam konten mukbang disebut broadcasting jockey (BJ). Mukbang biasanya disiarkan melalui YouTube, Instagram, TikTok, Facebook, dan media sosial lainnya. Makanan dalam konten mukbang umumnya disajikan dalam porsi besar, dan BJ akan memakan makanan tersebut sampai habis. Hal inilah yang membuat konten tersebut digemari banyak orang dan menjadikan mukbang sebagai ide konten para konten kreator.

Fenomena ini pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 2016, yaitu melalui video mukbang pertama yang diproduksi oleh Han Yoo Ra, seorang warga negara Korea yang tinggal di Indonesia. Ia mengunggah video mukbang dengan judul [Vlog 20] Mukbang Bareng Insung Onni + Bye Bye Korea.

Dengan masuknya mukbang ke Indonesia sebagai suatu hal yang baru tentunya banyak menjadi perbincangan, ada beberapa yang setuju dan ada pula beberapa yang kurang setuju. Masing-masing memiliki perspektif yang berbeda tentang adanya fenomena mukbang di Indonesia.

Advertisement

Dalam perspektif agama Islam, mukbang dipandang memiliki lebih banyak mudharat daripada manfaat. Saat mukbang, BJ seringkali ditantang untuk makan dengan jumlah besar dan harus dihabiskan sendirian. Hal ini membuat mukbang dipandang sebagai kegiatan makan yang berlebihan, yang mana hal tersebut dilarang dalam Islam, karena makan berlebihan melebihi batas merupakan perbuatan yang tidak baik dan juga beresiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, konten mukbang ini dinilai sebagai hal kurang baik terutama bagi kreatornya.

Dipandang dari segi kesehatan, mukbang merupakan kegiatan yang membuat pelakunya makan dengan porsi yang sangat banyak. Ukuran porsi dalam makanan berhubungan dengan jumlah kalori yang terkandung dalam makanan tersebut. Kebutuhan kalori harian untuk seorang individu umunya antara 2000 dan 2500 kalori. Berbeda dengan asumsi asupan kalori normal, jumlah kalori yang dikonsumsi pelaku mukbang terkadang lebih tinggi dari jumlah kalori normal. Jumlah kalori dalam makanan ini bisa mencapai 10.000 kg. Hal ini bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan, seperti gestiris, obestitas, diabetes, dan gangguan pencernaan.

Advertisement

Akan tetapi, jika kita melihat fenomena ini dari segi ekonomi, sekarang ini, konten mukbang merupakan konten yang cukup digemari bagi para pembuat konten karena masih banyak peminat konten tersebut sampai sekarang dan penghasilan dari konten mukbang pun menjanjikan. Misalnya, konten mukbang milik Tanboy Kun, yang merupakan konten kreator mukbang yang cukup terkenal di Indonesia.

Pada tahun 2022 ini, akun YouTube Tanboy Kun telah memiliki 16 juta subscribers. Bahkan saking terkenalnya, video Tanboy Kun yaitu Masak dan Makan 7 Paha Ayam Jumbo Betutu Bali Ekstra Pedas yang baru diunggah pada tanggal 3 Juni 2022 telah dilihat sebanyak 2,6 juta kali.

Sebagai generasi milenial, hidup berdampingan dengan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari hari. Di mana tentunya sudah tidak asing pula bagi kita untuk mendengar banyaknya budaya yang berasal dari luar masuk ke Indonesia seperti mukbang (Korea). Acara Mukbang di Indonesia sendiri memiliki perspektif yang sedikit berbeda dengan yang ada di Korea Selatan.

Di negara asalnya, siaran mukbang lebih banyak disampaikan oleh pembawa acaranya sendiri, kegiatannya hanya berfokus pada aktifitas santap makan dan interaksinya dengan penionton saja. Sedangkan di Indonesia, mukbang lebih sering dilakukan dengan kelompok orang yang lebih besar dan memiliki cakupan konten yang lebih luas, hal ini tidak hanya terfokus pada kegiatan santap makan, tetapi juga mencakup proses menyiapkan makanan, serta permainan atau aktivitas lainnya, sehingga membuat konten ini menjadi lebih menarik.

Menelisik lebih jauh tentang fenomena Mukbang, adanya konten ini di Indonesia bisa menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan kuliner Indonesia kepada dunia. Mukbang, banyak dilakukan oleh konten kreator yang terkenal di Indonesia, mereka menjadikan mukbang sebagai konten yang dilakukan ketika berkumpul dengan teman-temannya.

Tak jarang pula konten kreator tersebut ada yang tinggal di luar negeri, dan mengenalkan kuliner Indonesia melalui konten Mukbang. Semakin banyak penontonnya, semakin banyak pula orang yang tertarik dengan makanan tersebut. Selain itu, dengan adanya konten mukbang, membuktikan bahwa kita bisa menerima budaya asing tanpa melupakan budaya yang ada di Indonesia.

Kebanyakan konten kreator mukbang menggunakan makanan khas Indonesia sebagai kontennya, seperti bakso, seblak, nasi goreng, sate, dan lain-lain. Itu membuktikan bahwa makanan yang ada diindonesia tidak kalah menarik dari makanan dari negara asal mukbang, sehingga membuat kita semakin suka dengan kuliner asal negara kita.

Fenomena mukbang memang memiliki dampak positif dan negatif tergantung bagaimana kita menyikapinya. Menerima budaya baru berarti harus mampu menyaringnya dengan baik. Mukbang, memang memiliki dampak negatif apabila makanan tersebut terlalu banyak dan melebihi kapasitas. Akan tetapi, selama dalam batas wajar dan pelaku memiliki pola hidup sehat serta rajin berolahraga, dampak dari kegiatan ini bisa dicegah.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya bagi kita untuk menyikapi fenomena ini dengan pandangan yang positif mengingat banyak pula hal positif yang ada melalui fenomena Mukbang ini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

" No pain, no gain"

Editor

Penikmat buku dan perjalanan

CLOSE