Berbicara tentang proses ada banyak yang muncul di pikiran kita, proses pembuatan makanan, mungkin dikalangan remaja terbesit di pikrannya proses tentang dia jatuh cinta atau orang tua memikirkan tentang proses kehidupan anak-anaknya di kemudian hari.

Proses, kata yang tidak asing lagi ditelinga kita. Proses yang mau saya adalah tentang Proses Kehidupan. Mulai dari kita dalam kandungan hingga mati nanti semua terjadi melalui proses dan yang namanya makhluk hidup wajib mengalaminya. Proses itu biasanya menyakitkan dan tidak semudah yang kita inginkan.

Seseorang yang ingin hidupnya sukses pastilah harus melewati proses yang mungkin terkadang mengikis kehidupannya. Apakah kita bisa lari dari satu kata ini?

Jawabannya tentu TIDAK bisa.

Seorang tukang jahit sedang mempersiapkan baju yang hendak dipakai seorang pengantin yang akan menikah dua bulan ke depan. Pengantin meminta desain baju yang cukup rumit. Penjahit ini belajar memberikan yang terbaik kepada pelanggannya agar tidak mengecewakan. Si tukang jahit mulai mengerjakan pakaian pengantin tersebut.

Mulai dari pembuatan pola, menggunting, menjahit, memayet, ada banyak yang harus dilalui kain tersebut. Kalau saja kain tersebut bisa berkata "Sakit taHu, ditusuk-tusuk sama jarum, NGgak mikir apa gimana???"

"Kenapa aku tidak dililitkan saja langsung ke tubuh pengantin itu, tanpa harus mengguntingku, lalu menyatukanku kembali dengan tusukan jarum" Kain tersebut tidak akan bertambah nilainya jika dia hanya dililitkan begitu saja dan kain itu tidak akan bertambah indah. Proses untuk menjadikannya indah memang banyak, namun itu yang membuat dia tambah berharga.

Demikian dengan kehidupan kita, ada banyak proses yang harus kita lalui setiap harinya. Baik itu dipekerjaan, perkuliahan, sekolah, berteman, berkeluarga, bertetangga. Jangan takut! Jika kita benar-benar siap untuk di proses tanpa harus ada pemberontakan

"Kenapa hidupku begini, kenapa keluargaku begini, kenapa wajahku begini, kenapa aku miskin, kenapa…kenapa…dan kenapa!!!!"

Percayalah, jika kita hanya memberontak dan mengeluh maka kehidupan kita tidak akan naik semakin lebih baik lagi, melainkan akan tetap jalan di tempat. Atau bahkan kita akan mundur dan kembali ke kehidupan yang begitu-begitu saja. Proses itu lebih sering menyakitkan, bahkan terasa memisahkan tulang kita dengan daging kita, mengoyak-ngoyak perasaan kita.

Saat ini juga saya sedang mengalami proses yang benar-benar wajib harus saya nikmati. Usia ku tak lagi lagi masa remaja SMA sekarang saya memasuki usia 22 tahun. Ada banyak hal yang mungkin patut untuk saya beralasan kecewa terhadap kehidupan yang kujalani saat ini.

Jika aku melihat teman-teman seusiaku yang banyak menghabiskan waktunya hang out bersama teman-temannya, tapi saya harus menunaikan kewajiban saya bekerja. Bekerja dengan tidak memiliki penghasilan. Terkadang saya tertawa sendiri, tapi ini proses. Mungkin sebagian besar bertanya,

"Bekerja tanpa penghasilan? Maksudnya?"

Saat ini saya masih kuliah di tingkat akhir sedang dalam penyusunan skripsi dan biaya perkuliahan saya ditanggung oleh orang tua angkat saya dan saat ini juga saya bekerja di Yayasan Pendidikan yang mereka miliki. Di usia 14 tahun yang lalu kedua orangtua saya sudah kembali ke rumah Bapa di surga.

Saya punya dua orang saudara laki-laki, keduanya tidak bisa memberi harapan kepada saya untuk menyakinkan saya bisa mengandalkan mereka berdua.

Proses, proses…..

Proses kita semua berbeda, karena Tuhan adalah penulis kehidupan yang terhebat yang mampu menuliskan begitu banyak kisah yang berbeda dalam setiap ciptaanNya. Proses yang kita hadapi menjadikan kita manusia yang benar-benar manusia. Jika kelak kita berhasil, maka kita tetap bisa menjadi manusia bukan menjadi Tuhan yang menganggap diri kita sempurna.

Maka saat kita melihat manusia yang lainnya sedang mengalami proses dan kita sudah pernah melewatinya, kita akan bisa menguatkan mereka, memotivasi mereka, tidak membiarkan mereka karena kita sudah menjadi benar-benar manusia. Jika sekarang proses yang kita alami adalah proses yang mungkin tinggal memanen dari apa yang kita tuai, berbahagialah jika yang kita panen adalah kebaikan-kebaika yang dulu pernah kita tabur.

Manusia yang tidak mau menikmati proses adalah manusia yang sombong.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya