Bukan Lagi Aku


Senjamu, kini bukan lagi aku

Advertisement

Bahagiamu, kini bukan lagi karenaku

Segala hal yang dulunya tentangku,

kini perlahan mulai terasa seperti angin lalu

Advertisement

Aku bukan lagi penyebab senyum manis itu bertahan di bibirmu

Aku bukan lagi wanita yang mampu membuatmu tersipu malu

Aku, bukan lagi seseorang yang membuat debar jantungmu tak menentu

Entah karena aku sudah tergantikan atau memang kamu mulai jenuh

Tapi haruskah kita mengambil jarak terlalu jauh?

Hingga sepertinya hatimu tak mampu lagi kurengkuh

Haruskah kita saling diam terlalu lama?

Hingga menyapa menjadi satu hal yang begitu langka

Apa kita memang harus selesai?

Saat aku bahkan belum memulai..

 

 


Mungkin Bagimu, Aku


Mungkin di benakmu, aku adalah wanita yang mudah memaafkan setelah sering kau kecewakan.

Mungkin di matamu, aku adalah wanita yang mudah menerima kembali setelah dipatahkan berkali-kali.

Mungkin di hatimu, aku tidak lebih dari seorang wanita yang terlalu menyayangimu hingga bisa seenaknya kau buat menunggu.

Mungkin di hidupmu, aku tak pernah berharga seperti aku yang menganggapmu sebagai satu-satunya.

Aku sering menertawakan diriku sendiri, karena selalu menjadi bodoh setiap berhadapan denganmu.

Aku sering memaki diriku sendiri, yang tidak bisa marah walaupun sering kau buat patah.

Apa aku memang terlalu mudah?

Hingga bisa seenaknya kau datang dan pergi seperti ini.

Saat nanti aku sudah benar-benar lelah, jangan harap aku akan kembali lagi.

Bahkan menoleh sedikitpun ke arahmu aku sudah tak sudi.

Iya, aku berhenti.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya