#PuisiHipwee: Dalam Waktu Mu, Kau dan Aku Telah Retak

Waktu adalah perjalanan untuk menemukan rasa kita yang beriringan


Dalam Waktu-Mu


Advertisement

Dalam waktumu

Aku sepenggal menit yang tersisa

Dalam waktuku

Kau sukses menggerogoti setengah hariku memikirkanmu

Bahkan saat aku tertidur

Kenanganmu lah yang kubangun dalam mimpi itu

Aneh, bukan?

Haruskah aku yang terlebih dahulu jujur

Menyatakan dari hatiku tanpa malu-malu

Meskipun menunggu waktumu menjadi milikku 

Adalah kepastian yang palsu

Advertisement

Sungguh menunggu waktumu bersatu 

Menjadi waktu kita sangatlah lama

Tapi bagaimana mungkin menunggu bersamamu

Seperti harapan yang menyenangkan untuk dinikmati

Atau aku hanya tersipu

Dengan senyummu yang kadang kupikir menunjukkan tanda ambigu

Lekaslah berikan kepastian

Haruskah kita melangkah lebih jauh

Atau kau hanya ingin berhenti di garis itu

Sebatas teman seperti yang lain?

Kau memang penuh tanda tanya

Teka teki yang sulit ku pecahkan dengan jawaban yang pasti

Advertisement

Ingat waktuku tak banyak

Tuhan sudah tak sabar ingin bertemu denganku

Jangan sampai kau lama membuatku bingung

Hingga waktu untukmu habis

Dipenuhi kebimbangan dan menerka nerka prasangka

Karena pada akhirnya kau akan sendirian

menangis tersedu-sedu diatas pusaraku

Saat itu tiba aku tak akan bisa menempuk lembut punggungmu

menunggumu tenang dan berbalik menghadap hidupmu yang masih panjang

Karenanya segera katakanlah suara hatimu yang menggebu itu

walaupun kabar buruk yang ingin kau serukan

paling tidak aku menemukan atas tanda tanyaku


Retak


Gugur bersama hujan

Redam, redup lalu retak

Sejenak melekat

Kenangan yang indah kini sirna

Kuberdiam di sudut ruangan 

Berharap menghilang cepat

Tak akan ada yang mencari

Kenyataannya mereka menggunakan topeng keramahan

Memanfaatkan ku dengan senyum palsu

Mereka butuh ragaku tuk berlindung

Kini tubuhku tak mampu

Menampung beban yang dipikul

Menyalak pun percuma

Memangnya aku siapa?

Bukankah aku hanya tameng belaka

Polesan cantik untuk pujianmu semata

Ibarat pemandangan yang dinikmati sekejab

Jingga yang nampak indah

Pasti kan ditinggalkan 

Ia bukanlah penglengkap dunia

Melainkan retakan

Kebahagiaan yang tak sempurna

Pemandangan sekilas

Yang kadang tak dihiraukan

Lekaslah menghilang

Menguap di udara

Tanpa jejak

Tanpa nama

Tanpa kenangan

Pergilah dalam diam

Jauhilah kerumunan cahaya

Mereka hanya datang sesaat

Pada akhirnya kau sendirian

Maka sekali lagi kuingatkan

Lekaslah musnah

 


Kau dan Aku


Ibarat sebuah janji

Kau dan aku adalah insan Tuhan

Yang belum dipertemukan

Namun sudah memiliki ikatan dalam takdir Nya

Jangan tanyakan bagaimana caranya?

Kau tau kan cara kerja Tuhan tak perlu dipertanyakan 

Aku selalu berdoa agar segera bertemu dengannu

Kuharap kaupun begitu

Tapi kita tahu waktu terbaik bukan dari umur kita

Namun kondisi dimana aku sangat ingin tergantung padamu

Kau juga membutuhkan aku

Aku ikat janjimu

Kutunggu ijab kabul kita

Walau tak pernah mengenal istilah pacaran

Kau ingin serius, begitu pula aku

Semoga Tuhan menjabah doa kita

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Malu menujukkan paras Berani menjual kata-kata Tak ingin alay sendiri Akhirnya membagi rasa dalam puisi

CLOSE