Rindu

Menutup mata sambil menikmati hembusan angin malam

Advertisement

Ditemani sang rembulan dan bintang-bintang yang tampak indah di atas sana

kubertanya pada sang rembulan "mengapa rindu akan sosokmu selalu datang"

Dia diam, tak ada jawaban.

Advertisement

Lalu aku membisikkan sesuatu kepada angin.

Aku memintanya mengatakan sesuatu padamu.
Aku membisikkan kata "Rindu".

Rindu akan senyummu,Rindu akan canda dan tawamu,aku rindu semua hal yang ada padamu.

Satu hal yang seharusnya kukatakan sejak dulu

"aku mencintaimu"

PATAH DAN HATI

Tembok yang dulu hampir ku robohkan

Kini kau bangun kembali, bahkan lebih tinggi

sehingga aku tidak sanggup untuk menggapainya.

Hati yang dulu hampir kudapatkan.
Kini kembali kau bekukan, sangat beku hingga bukan rasa hangat lagi yang kudapatkan ketika didekatmu, tapi dingin yang amat sangat.

Dirimu yang dulu membuatku tertawa,
Kini membuatku menangis karena sikap acuhmu.

Hatiku serasa ditikam beribu belati tajam
Terlalu sakit,bahkan sangat sakit.

Dulu kau genggam hatiku begitu erat,
Tapi kini kau hancurkan hingga serpihannya pun tak terlihat lagi.

Pelangi yang kuharapkan tak kunjung datang malah hujan deras yang tak kunjung reda.

Puisi by:Sissy Lenia putri. IG:SissyLputri

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya