#PuisiHipwee Invitasi Merencah Metamorfosis Masalah

Renungan kehidupan yang sedang terancam

Invitasi Pertama

Terajut nama, begitu katanya

Dalam bisu jauh dari keramaian

Menyusuri rel yang sedang memuai

Advertisement

Pernahkah dirimu merasa gundah?

Jikalau mengeluh artinya lemah

Semua akan terasa serba salah

Entah itu rapuh atau kalut

Hingga kini pikiran pun kabur

Kapan semua akan rampung?

Menalar sebuah masalah

Tak akan ada waktu rehatnya

Mendamaikan hati dan pikiran

Advertisement

Di kala semua masalah menerpa

Cobalah lalui bersama-sama

Orator malang yang penuh duka



Tak peduli tempat dan waktu

Dengan menghiasi dinding lembu

Tanpa talaran yang tertaut

Advertisement

Pernah menyerah dalam sebuah masalah

Karena ini fatamorgana kehidupan

Tak peduli bahwa dunia sangat serakah

Dengan masa lalu yang semu

Diam seribu bahasa dalam kelabu

Dan terdiam dalam dunia suntukku



Invitasi Terakhir

Ruang bayangan penuh senandung

Cahaya redup yang membisu

Menjadi tempat untuk merenung

Apakah kamu sudah menemukan relung?

Relung peluh yang menghantam ruanganmu

Tanpa premis yang berjubah biru

Sudut yang siku-siku

Namun caranya sangat tumpul

Berubah wujud tanpa kutahu

Bernafas dalam perdamaian

Satu rampung tumbuh seribu lainnya

Mari selesaikan bersama

Biru kelabu dalam senandung pilu

Rasa haru setelah pikiran kabur

Karena ini tentang duniamu

Apabila cahaya redup menjadi indah

Muslihat pun sudah tertadah

Mari lepaskan jubah yang sudah basah

Tanpa perlu tahu aktor utama

Tanpa perlu mengontrol dunia

Sebab waktu hadir tanpa rasa

Mari mulai bertarung dengan semu jemu

Meskipun memori duka takkan hilang secepat itu

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa sastra yang senang bermain dan merajut satuan bahasa terkecil yang bermakna.

CLOSE