Kemerdekaan Canda

Selamat datang kawan
Hati nurani sudah dibutakan oleh candaan
Mau apa yang kau inginkan
Aku ingin tertawa dalam canda
Bukan memojokkan satu bahasa
Aku cinta, cinta canda tawamu
Caraku tak lagi mampu membuahkan tawa
Candaku sudah basi ditutupi fanatisme bahasa

Advertisement

Aku hilang, digerus asam zaman
Kalah dengan nafsu ambisi pilihan
Saat aku bermaksud canda
Kau ikutan aku menjadi manusia tak tau apa-apa

Haruskah aku hilang dari gemerlap mimpi-mimpi sang pemimpi
Yang hanya untuk menuju tahta tertinggi
Aku ingin merdeka
Dalam candaku
Bukan untuk mencari sensasi sana sini
Aku menangis saat candaku tak lagi laku
Kalah dengan birahi cinta yang kau tawarkan
Yang aku tawarkan tawa

Aku ingin tertawa
Tertawa dalam caraku yang masih biasa
Bukan untuk menutupi masa-masamu
Bahasaku masih baku untuk bisa menjilat gayamu
Yang tak berujung dengan imbuhan manis
Di antara manusia menuju tahta

Advertisement

Cinta
Aku rindu candamu yang tanpa batasan bahasa
Bukan menutupi asa-mu sendiri
Salah, aku selalu salah
Oleh belenggu nafsu yang kau agungkan

Tak ada rasa
Tak ada cinta
Tak ada rindu
Yang hanya ingin menuju mimpimu

Merdeka ku dalam canda di negari para dewa
Aku hanya ingin candaku kembali
Tidak kalah dengan sekatan yang kau gariskan
Aku masih ingin menghidupkan canda
Tidak untuk menutupi masa

Kembalikan candaku
Merdekakan tawaku
Aku rindu

13 November 2018

Jiwa Kosong Jenaka

Cinta, rindumu sudah menjadi semu
Apa yang berlalu seakan sudah tak lagi laku
Yang berkumpul menjadi jenaka kaku
Aku rindu kosongan bahagia baku

Kau sudah menjadi bom tak ada suara
Membakarku dari bipolar jiwa yang tak lagi bisa bahagia
Aku terkurung waktu yang terbentang
Aku ingin diantara pilihan
Bukan munafik yang kau tafsirkan
Aku harus sembunyi untuk tak lagi kau kelompokkan

Menjadi mimpiku
Aku tak bisa menjadi keinginanmu
Aku hanya mempu membawa tawa
Yang kau ancam dengan gudam hitam

Menakutiku dari kesendirian
Dikucilkan dari jenakaku
Aku hanya ingin berdiri di jiwaku yang ingin selalu tertawa
Tanpa menjadi kotoran yang kau artikan

Aku bisu, bisu dari yang kau tau
Mengikis kalah pada angin siang bolong
Tanpa lagi ada malam yang sunyi
Yang aku harapkan untuk menimbulkan candaan

Aku sudah bukan lagi aku
Jiwaku di renggut oleh kekosongan golongan
Tawaku sudah kau anggapan menjadi ancaman
Jangankan mengancam
Aku berdiri sendiri saja tak mampu
Aku hanya ingin menimbulkan tawa

Kesadaran ku sudah tak bisa diartikan
Yang membesar-besarkan candaan

14 November 2018

IG : @rs_kata
Twitter : @Rskata2
wattpad : @rs_kata
FB fansbage : rs_kata

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya