Kepingan Hati

Aku menatap langit nan birunya.

Advertisement

Begitu jauhnya diri ini memandangmu dari samar bayang..

Dirimu yang merangkai bahagia disana,

Kita yang terdiam dalam kata,

Advertisement

Kita yang terdiam dalam ilusi,

Kita yang dilema memilih diantara pilihan,

Skenario semesta begitu indah..

Sehingga kita masih saja dalam samar jauh dalam hati yang masih sama letaknya dimana ia harus bermuara dan berhenti kepada penjaga hatinya.

Kita masih menggenapi dan menghidupi kisah kita yang terlewati.

Berharap semesta menakdirkan dan membuat nyata kembali kisah kita.

Dan kita selalu yakin dengan Sang Maha Pemilik Hati.

Semesta yang setia menjaga menghidupi kisah sejalan kita yang terlewat,

Lihat hatiku disini,

Biarlah waktu yang pulihkan.

Hidup dan mati berkorban atas dasar sekeping hati.

Masih ingatkah engkau disana ?

Apa yang pernah kita sepakati ?

Setelah kita bertemu nanti,

Jangan pernah meninggali lagi sekeping hati yang pernah masing – masing kita bawa menjauh dan pergi.

Saat engkau kembali,

Pintaku, tetaplah setia disini menggenapi hati pada ikatan yang semesta ridhai.

Sehati dalam dua jiwa

Pembuktian waktu yang tiada pernah berhenti menjaga kepingan hati.

Harapan

Seiya dalam kata..

Seiya dalam melangkah..

Seiya dalam kisah..

Seiya dalam pijakan yang kita pernah melaluinya bersama.

Bersama untuk kembali saling menjaga..

Bersama untuk saling setia..

Bersama merangkai jalinan kisah..

Ketulusan yang membuat segalanya berdaya..

Dalam gempita riuh tuntutan hidup yang tiada berkesudahan.

Akankah kisah kita masih menjadi satu kisah dalam jalan takdir hidup yang sama.

Ataukah mungkin, berbalik arah.

Bertumpu kepada harapan..

Mendekat dengan begitu lekat..

Berjuang bersama menjalani titian hidup.

Do'a penuh harap..

Harapan yang selalu menggelayuti relung hati.

Semoga cerita ku dan cerita mu nanti bisa menjadi satu membuka pintu hati kembali.

Anggun Gerardine/@anggungerardine

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya