Lihat Aku dengan Hatimu

Aku tak perlu hebat
Berikut tanda emas tersemat
Arahku tak tercatat disertifikat
Seperti cintaku yang tak terlihat

Duhai cinta sejatiku
Asa mudah 'ku dapat
Saat dua jiwa terikat
Kau aku satu
Engkau ; tak sekedar hidup di syairku
Bayangmu tersenyum di jiwaku

Duhai bidadariku
Cintaku melompati waktu
Bersua laksana purnama
Terlihat ibarat senja
Kau ; jiwaku
Bagaimana kau ; aku begitu
Hadirlah dalam gelang waktu
Terpisah tetapi menyatu
Hidupku hanya kamu
Tak bisa tanpa kamu

Dadaku berasa tak berongga
Saat kau berkata apa
Lihatlah ; cintaku merah membara
Tak bisa padam begitu saja
Kau ; menjadikan aku bejana
Menampung luka lara
Tanpamu aku tersiksa
Kemarilah sayang
Temani aku ; melewati malam
Denganmu aku merasa tenang
Kau cahayaku ; menyingkirkan semua gelisah
'ku harap kau ada
Cinta matiku

Advertisement

Jauhi Perduli Bila Menyakiti

Duhai pemilik cinta
Segenap rasa tercurah
Mencintai sepenuh jiwa
Kau ; terpampang di sudut pandang
Menikmati indahnya alam
Tersenyum penuh misteri
Mencintaimu jadi sebuah misteri
Ketika hati terpagar
Tak bisa lagi terbongkar
Kau ; penyebab segalanya
Cintaku telah menjadi kokoh
Terpasak sangat dalam
Melewati siang maupun malam
Maafkan ; cinta ini tak bisa lagi goyang
Namamu sudah terpasang
Terpatri ; setiap rongga hati

Wahai kekasih dalam syair do'a
Semakin hari ; kau bisa membuatku mati
Berada di kelopak mata
Merangkai kata menggoyah jiwa
Menjadi cahaya dalam redupnya jiwa
Dirimu ; butiran cinta menjadi nyawa
Saat awan kelabu datang
Hujan seakan kembali menarik ingatan
Aku menyukai hujan
Saat segala nestapa aku lepaskan
Disambut alunan gelombang
Di saat semua hilang

Duhai alunan nafasku
Semua kembali berlabuh
Cintaku sejak dulu utuh
Hanya untukmu ; tak akan terganti
Dua atau satu
Ku serahkan seutuhnya untukmu
Melangkah tanpa ragu
Raihlah apa yang kau pilih
Jauhkan peduli bila menyakiti
Aku akan datang dengan lamaran
Membungkus mahar dengan iman
Insya Allah

Advertisement

@romeil.roffeli

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya