Manisnya kasihMu ya Rabb

Ya Rabb…

Advertisement

Terenyuh dalam manisnya iman.

Kasihmu begitu lekat dalam nadi,

Begitu sejuk dalam tiap hirup nafas,

Advertisement

Begitu dahsyat dalam pijak yang kulangkahkan.

Sejatinya kebahagiaan,

Terletak dalam hati,

Saat riuh dalam sujud,

Saat mesra dalam alunan dzikir,

Saat rindu bertaburan do'a.

Hijrah menuju jalanmu adalah sebaik-baiknya jalan.

Sebaik-baiknya tenang dalam damai penuh kasih.

Sebaik-baiknya khusyuk dalam tiap sujud.

Tiap munajat rasa syukur ini selalu berarah padamu.

Terurai kepadamu ya Rabb…

Tiada kasih yang melegakan,

Selain kekuatan yang menjadi Sandaran darimu,

Tiada kasih yang melegakan,

Selain dapat selalu bersandar dalam rangkulan do'a padamu.

Hari,

Bergulir,

Waktu,

Detik,

Apa yang nyata ialah saat ini.

Dan esok ialah tumpuan harap yang bergelayut yang diupayakan. Dan itu masih menjadi rahasiamu ya Rabb.

Kepercayaan…

Keyakinan…

Kekuatan do'a hanya padamu ya Rabb yang sanggup merubah segalanya menjadi nyata dan ajaib.

Maha Dahsyat kasihmu ya Rabb…

Bersandar kepada kasih

Sejatinya cinta,

Terpusat,

Bertitik,

Berarah kepada Sang Maha Kasih.

Sejatinya cinta adalah kata tanpa benda.

Menggapai syurga tidaklah murah,

Menjaga ketulusan…

Menjaga kesetiaan…

Menjaga kejujuran…

Menjaga rasa bersyukur di setiap hembusan nafas. Menjaga senyuman di setiap keadaan.

Ketulusan,

Ketulusan yang kan menuai bentuk istilah dari proses yang berharga.

Sanggupkah Kau berjuang,

Sanggupkah Kau bertahan,

Sanggupkah Kau lurus bertumpu pada satu jalan.

Bersandar,

Bersandarlah kepada Sang Maha Daya Kekuatan…

Bersandarlah kepada Sang Maha Pemilik Segala NYA…

Bersandar hanya kepada Sang Maha Kasih…

Duhai Engkau ya Rabb Ku terkasih.

Anggun Gerardine/@anggungerardine

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya