Rindu yang Tak Bertepi

Seiring bergulirnya waktu yang kian melaju.

Advertisement

Menyadarkan segala ekspresi yang terus datang.

Rasa sayang ini selalu sama..

Rasa sayang ini selalu ada untukmu..

Advertisement

Hanya untukmu.

Sebaris namamu yang masih setia menjaga pilur hati.

Kunci hati yang terbuka hanya kepadamu.

Dirimu masih tetap menjadi butir-butir melengkapi ruang rindu.

Tak sesekali diriku terpuruk dalam bayangmu..

Tak sesekali diriku membukukan dalam kenangan panjang disetiap coretan penaku yang merangkai tiap frasa tentangmu.

Dalam kerinduan mendingin membeku menusuki kalbu.

Menderu dalam debu..

Dirimu menganggap aku hanya selintas pada kenangan manis yang mengisi hari.

Dirimu menganggap aku hanya pelengkap bagai butiran debu.

Inginku dapat selalu melengkapi hari-harimu tiada bertepi tiada henti.

Menjadi sandaran kala terjaga dalam lirih pilu..saat terjaga pun dalam meniti tiap pijakan pada riuhnya gempita hidup yang berkepanjangan.

Hingga hanya maut yang berhak memisahkan.

Aku yang masih menatap langit nan jauh dan tingginya.

Saat diri hanya berteman sepi dengan Pena yang menari.

Seindah harapanku kepada bintangnya.

Dapat memastikan kalau bintangnya disana akan selalu terjaga dengan sangat baik.

Rindu ini begitu hebatnya.

Meski hadirnya menusuki relung-relung hati.

Engkau yang telah menanamkan rindu yang belum tau titik temunya entah dimana dan sampai kapan.

Engkau yang menanam rindu didalam hati yang penuh misteri.

Rindu yang tak bertepi.

Menderu dalam Sepi

Malam menyapaku dengan teduhnya.

Malam menyapaku dengan sendunya.

Malam yang temaniku saat terjaga dalam pekat.

Terisak sepi tak satu orang pun yang tau.

Menderu sepi tanpa satu orang pun mengerti.

Terima kasih…

Teruntuk semesta dalam rasa yang menguatkan nurani.

Tiada kekuatan tempat bersandar dan bernaung,

Selain kepada Ilahi tempat diri bersujud.

Bersujud damai dalam kesejukkan ruhani.

Tempatku berpulang saat kembali dari segala porak poranda..

Dari segala goresan getir mengiris sendi.

Terdiam dalam sepi.

Pernahkah engkau pahami,

Pernahkah engkau melihat,

Di atas para petinggi,

Di bawah para pejuang,

Para penggaduh yang mengais pada kebisingan malam.

Meremuk melebur menjadi satu dalam malam yang menderu sepi.

Semoga keadilan Ilahi mengilhami diri.

Anggungerardine/@anggungerardine

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya