Sebatas Pernah

Aku pernah menunggu hingga dunia seolah membisu
Semua terasa abu-abu
Sepi…
Lalu membeku

Advertisement

Kau ragu
Aku tau benar akan hal itu
Kau seolah menaruh hatiku di ujung tombakmu
Mengabaikanku dan pergi berlalu
Jika saja bisa ku pekikkan kepadamu tentang risalah hatiku
Mungkin butiran-butiran hangat itu
takkan pernah mengaliri pelupuk mata

Kita yang hanya sebatas pernah mengukir cerita
yang tlah usai di akhir senja
Semoga takkan pernah lagi ada luka di antara
senyuman terakhir yang tersisa

Harusnya

Advertisement

Harusnya tlah lama ku singkirkan sisa-sisa kepedihan
yang seakan menusuk semakin dalam
Harusnya ku abaikan nyayian-nyanyian rindu
yang terus saja terngiang di telinga
Dan harusnya ku abaikan saja semua keresahan
akan sebuah penantian

Namun, kau tau…
Semakin ingin ku singkirkan
Semakin ingin ku abaikan
Perasaan itu kian membuatku menggila

Mereka bilang
"Bersabarlah…kesendirian akan berakhir dengan kebersamaan"
Tapi, di sisi lain sorotan mata mereka
seolah menghardik dan menguji kesabaranku.

Sudah ku bilang, tak usah berpura-pura baik di hadapanku
Jika pada akhirnya kau hancurkan juga kepercayaanku.
Jika dulu tanpamu aku baik-baik saja
Lalu kenapa kau seolah-olah mengasihani kesendirianku?
Tenanglah, aku baik-baik saja.
Justru kan jauh lebih baik bila tak ada lagi dirimu.

Selly Sicilia / Instagram : @selly_sicil

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya