#PuisiHipwee Tentang Aku, Kamu, dan Takdir yang Tak Berpihak

Dua Rasa yang Perlahan Saling Melupakan


Puisi 1:

Advertisement

Takdir


Setelah semua yang kita lalui bersama, aku belajar tentang satu hal.

Takdir.

Advertisement

Takdir yang telah mempertemukan kita.

Mempertemukan kita di saat kita saling terluka oleh orang yang salah di masa lalu.

Advertisement

Menjalin sebuah hubungan. Membangun harapan.

Suka, duka.

Tangis, tawa.

Hingga pada saatnya, hangat pelukmu perlahan memudar.

Genggaman tanganmu yang tak lagi erat.

Dirimu perlahan menghilang, layaknya jejak kaki yang terhapus oleh derasnya hujan.

Hilang, hingga aku tak bisa menemukan dirimu lagi.

Kita tidak bisa apa-apa. Hanya bisa pasrah ketika semesta ikut memainkan perannya.

Takdir yang menyatukan kita.

Takdir juga yang memisahkan kita.

………..


Puisi 2:

Kita


Setelah sekian lama kita berpisah, akhirnya kita memutuskan untuk saling berjumpa.

Namun, rasanya ada yang berbeda diantara kita.

Tidak ada lagi canda dan tawa.

Tidak ada sepatah dua kata.

Walaupun kini kita berada di meja yang sama, tapi pikiran dan hati kita entah sedang berada di mana.

Aku memikirkanmu, kau memikirkan seseorang di sana.

………..

Diego Nugroho

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE