[PUISI] Ragu Menyambut Tanya

Apa yang ia rasakan kepadaku?

Dimulai dari perkenalan, antara aku dan kamu

Advertisement

Hingga tak tau mata dan hati bicara apa waktu itu

Aku bagai perempuan yang naif

Namun, engkau bagai lelaki yang pintar

Advertisement

 

Nan indah pancaran sinar matamu dan manis senyummu, seolah menghipnotis pandanganku

Ini membuat ku menduga-duga, rasa apa yang tertancap dalam dada

For the first in my heart, I don’t know

Entahlah dengan aku yang masih dalam spekulasiku

 

Bertanya dalam logika dan hati

Rasa apa yang sebenarnya ada dalam dada

Ini seakan menjadi suatu hal yang masih dalam ketidak mungkinan

Ataukah aku yang hanya mengingkari rasa

 

Namun seiring berjalannya waktu bersama denganmu

Terasa nyaman ketika bersama dan kau yang selalu ada dalam setiap suka dan dukaku

Oh Tuhan, mungkinkah aku menyukaimu dan rasa ini semakin bertambah

Engkau yang tahu dan Maha membolak-balikkan hati, renungku..

 

Ruang dan waktu seiring berjalan begitu cepat

Masih sulit untuk aku membaca perangaimu karena,

Aku yang masih meragu

 

Waktu dan proses yang akan menjawab suatu kebenaran

Atau suatu kesalahan dalam rasa yang disebut cinta

Tapi itu semua aku serahkan pada Tuhan Sang Maha Petunjuk

Intuisiku memang tak mudah untuk meyakini rasa seutuhnya

Sebab menaruh harapan kepada manusia akan selalu berakhir dengan kekecewaan. Renungku..

 

Yang berlebihan tak kan baik pada akhirnya

Aku yang selalu mengalihkan pernyataan mu tentang rasa cinta

Harusnya aku tak senaif itu atau mungkin aku yang belum siap tuk jatuh cinta, maafkan aku..

 

Rasamu, apakah mungkin mempunyai batas tenggang waktu?

Untuk itu jika kamu lebih bisa meyakinkanku

Dan jika Tuhan izinkan aku tuk belajar rasa dengan mu, maka..

Ini adalah kali pertama kuberanikan diri berproses pada suatu rasa yaitu cinta

 

Cerminan jodoh adalah diri sendiri

Ikatan suci pernikahan adalah pilihan dan restu

Nantinya yang baik akan dipersatukan dengan yang baik sebab..

Tuhan tak pernah tutup mata

Aku dan kamu, akankah kita berjodoh?

 

Yang terdalam tentang penyambutan hati

Akankah ini menjadi suatu kisah yang tercipta atau

Nanti yang akan dituliskan di dalam

Gagasan yang beraturan.. atau,

 

Apakah kita yang meragu bersama?

Baik, jika itu alur kisahnya (dalam hati) Maka,

Untuk apa jua hati memberikan penyambutan tanpa penjelasan pasti.. (raguku) dan kini

Usai sudah keraguan, ketika dirimu

Undurkan diri secara perlahan, meninggalkan pertanyaan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE