Sudah lebih dari setahun lamanya ketika aku memutuskan untuk berhenti mencarimu. Berhenti mencemaskanmu dan berhenti untuk memikirkanmu. Tapi tahu kah kamu, pada kenyataannya aku tidak pernah benar-benar berhenti mencarimu, berhenti mencemaskanmu dan berhenti memikirkanmu. Tanpa aku sadari aku hanya bersembunyi dalam rasa kesakitakanku sendiri.

Kesakitan untuk terus berusaha melupakanmu, rasa sakit ini semakin lama semakin dia betah berlama-lama bersamaku. Dia terlalu sering membawa aku kepada kenangan kita, membawa aku kepada rasanya mencemaskanmu dan mencarimu seharian.

Advertisement

Bukannya kita tidak pernah bahagia, aku sadari kamu pernah menjadi alasan aku untuk tersenyum dan pernah menjadi alasan aku untuk tertawa. Kamu pernah begitu dalam menorehkan kebahagian dalam hidupku sampai aku pernah hampir lupa bagaimana caranya untuk menangis.

Tahukah kamu, dulu aku begitu susah mencoba untuk mencintaimu. Aku membiarkanmu masuk ke dalam hatiku, aku buka lebar-lebar hatiku untuk menerimamu. Ku coba mencari semua kelebihan dan kekuranganmu, ku coba memahamimu dengan semua tingkahmu dan tanpa aku sadari kamu memang benar-benar bisa membuat aku jatuh cinta kepadamu, menyusup kedalam hatiku dengan begitu lembut dan tenang.

Namun semuanya berubah, berbeda dengan begitu cepat. Kadang aku terlalu lelah mencarimu, tapi aku masih tetap berusaha mencarimu, karena menurutku kamulah alasanku untuk tersenyum. Kadang aku terlalu lelah untuk diabaikan namun aku masih tetap menunggumu karena menurutku kamulah orang yang akan selalu membuat aku bahagia. Kadang aku terlalu lelah untuk melihatmu namun aku masih tetap menantimu karena menurutku kamulah masa depanku.

Advertisement

Aku bertanya kepada diriku sendiri, apakah hanya aku yang mengalami semua ini? Ataukah semua perempuan di dunia ini pernah mengalami semua ini? Apakah aku yang terlalu bodoh atau kamu kah yang sama sekali tidak mengerti?

Pada saat aku memutuskan semua ini, percayalah rasa itu masih tetap ada dan dia terjaga begitu rapi, rasa ini masih terlihat begitu membahagiakan bagiku. Lalu kenapa aku memilih untuk mengakhiri semua ini, itu semua karena aku terlalu lelah untuk mengabaikan kebahagianku sendiri. Aku juga ingin bahagia dengan caraku sendiri. Aku tidak ingin lagi bahagia dalam setiap tangisan. Aku tidak ingin lagi tertawa dalam setiak kesakitan karena itu semua begitu menyakitkan.


Hal yang begitu menyakitkan di dunia ini ketika aku pura-pura bahagia tetapi pada kenyataannya aku benar-benar menangis di dalam hati dan orang lain menyadari itu semua.


Rasanya aku gagal untuk menyembunyikan ini semua dan aku gagal mengatakan kepada dunia aku baik-baik saja. aku hanya tidak ingin semuanya begitu mengasihani ku.

Sekarang bukannya aku tidak bisa melupakanmu, bukannya aku tidak bisa bahagia tanpamu. Aku bisa, benar aku bisa namun rasa bahagia ini tidak pernah sama lagi sebelum aku bersamamu. Bukannya aku tidak bisa tersenyum seperti dulu, aku bisa dan ingin mencobanya walaupun selalu ada rasa sakit di balik senyuman itu. Bukannya aku tidak bisa menemukan orang lain untuk menggantikanmu tapi aku hanya tidak ingin mengajak hatiku kembali sakit.

Tahukah kamu rasa sakit yang begitu dalam tidak bisa begitu mudah untuk disembuhkan? Rasa sakit yang begitu dalam tidak bisa begitu cepat untuk dilupakan karena aku tidak ahli dalam menyembuhkan luka hatiku sendiri, karena luka yang begitu dalam benar-benar butuh obat yang tepat untuk disembuhkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya