Kamu mungkin nggak sadar, ada peran orang-orang hebat ini di balik kebahagiaanmu sekarang!

Biasanya kalau belum melihatnya sendiri di depan mata, kita memang seringkali lupa, dan belum kapok! Anehnya, Jakarta menjadi kota yang langganan banjir setiap tahunnya, ngga ada kapok kapoknya untuk sign in lagi jadi korban kebanjiran tahun depan. Ditengah maraknya mengolah sampah dengan cara recycle yang masih menjadi salah satu cara terbaik untuk menangani sampah, sepertinnya masih jauh untuk kita terapkan apalagi untuk warga Jakarta yang masih buang sampah sembarangan, dan susah banget buang sampah pada tempatnya. Ujung-ujungnya, yang menjadi penyelamat kita, tidak lain tidak bukan adalah para pasukan orange yang siap siaga membersihkan sampah-sampah tersebut.

Mamat, salah satu bagian dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau yang bisa juga disebut sebagai pasukan orange ini memiliki keseharian yang biasa dianggap remeh dan dilihat sebelah mata oleh masyarakat. Ia mengawali harinya dengan memantau kebersihan jalanan dan membersihkannya dari sampah yang berserakan, ataupun daun-daun yang berjatuhan.

Advertisement

Menurut Mamat, kesehariannya membersihkan sampah jalanan belum ada apa-apanya dibanding ketika adanya pesta perayaan tahun baru, Idul fitri, ataupun Idul adha. "Kalau penghujung tahun misalnya tahun baruan itu, sampah bisa di mana-mana sampai 3x lipat. Mau nggaK mau sebagai petugas ya kami harus melaksanakan tugas." Ujar Mamat. "tapi sampah yang numpuk di mana-mana itu ya… yang dijalanan." Lanjutnya.

Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membuang sampah pada tempatnya bukanlah suatu yang asing lagi ditelinga kita. Tapi kalau masih susah buang sampah di tempatnya, kok masih memandang pasukan orange ini dengan sebelah mata? Menyapu jalanan, dan merapihkan sisa-sisa sampah setelah acara-acara besar, memang hanya itu sajalah yang dilihat oleh kita, sebagai orang awam yang sebenarnya nggak tau apa-apa tentang totalitas dan semangat para pasukan orange ini!

Pasalnya, bukan hanya memantau kebersihan jalanan, mereka pun melakukan hal-hal yang dapat memacu adrenalin seperti memanjat pohon tinggi dengan hanya bermodal helem dan bantuan alat pengaman saja. Selainnya, mereka hanya mengandalkan kedua tangan dan kaki mereka untuk memanjat dan mematahkan satu atau dua dahan yang sering kali terlilit oleh kabel listrik.

Advertisement

"kalau pohonnya masih pendek sih nggak masalah, tapi kalau pohon udah yang tinggi-tinggi, sekalipun pake tangga dan alat pengaman yang namanya tinggi sih tetep deg-degan. Apalagi saya yang takut ketinggian. Tapi yang namanya pekerjaan harus dikerjakan" Kata Mamat sambil tertawa mengingat dan menceritakan pengalamannya sebagai salah satu pasukan orange yang pernah bertugas untuk memanjat pohon tersebut.

Jadi, untuk bisa jadi pasukan orange itu tidak mudah, alias sulit! Karena tidak hanya membutuhkan kerja keras, namun juga keberanian yang tinggi. Belum lagi kalau musim hujan tiba. Mereka juga harus siap siaga dalam menangani sejumlah got yang mampet karena tersumbat sampah-sampah yang tidak dibuang pada tempatnya.

Hal ini dapat membahayakan keselamatan mereka, karena terjun langsung ke lapangan tanpa menggunakan peralatan berat seperti pengeruk, melainkan hanya membawa diri sendiri saja. "ya yang namanya petugas kebersihan harus siap siaga. Kalau udah pertanda ujannya deres, siap-siap tugas di gorong-gorong dan got. Apalagi kalau got sempit, alat berat nggak bisa masuk. Mau nggak mau harus terjun langsung." Ujar Mamat.

" banyak yang buang sampahnya masih sembarangan, pasti mampet sana-sini. Apalagi kalau sudah musim ujan, kita gotong royong bersihin gorong-gororng dan got." Lanjutnya bercerita saat ia menjadi salah satu dari pasukan orange yang bertugas saat itu. Mamat bisa menghabiskan waktu yang cukup lama berada di dalam gorong-gorong tersebut hanya untuk mengambil sampah yang menyumbat.

"Sebenarnya bukan masalah lama atau tidaknya, karena pekerjaan saya mau di manapun tetep ketemunya sampah. Tapi kalau di gorong-gorong dan got yang ketemu bukan cuma sampah, tapi tikus juga. Belum lagi baunya." Ujarnya

Menurut Mamat, selama ia menjadi salah satu dari pasukan orange selama lebih dari 3 tahun ini, sampah-sampah yang biasanya ia temui di gorong-gorong dan got yang menyumbat jalannya air tersebut mulai dari sampah-sampah rumah tangga seperti aqua gelas, Rinso, sampai chiki jajanan anak-anak. Bahkan, berdasarkan informasi dari Mamat, setiap hari ia bisa mengambil lebih dari 100 sampah hanya pada gorong-gorong dan got saja.

Ia pun berharap bahwa masyarakat akan bisa lebih tertib dalam membuang sampah pada tempatnya. Got-got yang mampet akibat banyaknya sampah yang menghalangi jalannya air ini, tidak sekali-duakali meluap. Kali yang dipenuhi oleh sampah pun, tida sekali-duakali menyebabkan banjir yang meresahkan warga. Belum lagi kerugian yang harus ditanggung. Pada akhirnya, kita kan yang dirugikan akibat kelalaian sendiri?

Kita-kita ini terbiasa untuk hanya memperdulikan kita sendiri, dan tidak melirik kepada orang lain. Padahal, sedikit kita tahu bahwa aksi kita dalam membuang sampah sembarangan merupakan beban yang dipikul oleh para pasukan orange ini. Bukan hanya pada mereka, tetapi juga kepada masyarakat luas yang merasa tidak nyaman dengan adanya sampah yang berserakan di tempat yang tidak seharusnya.

Tong sampahnya sudah tersedia di mana-mana, bahkan di pinggir jalanan sudah ada tempat sampah yang mulai memisahkan jenis-jenis sampah. Yang belum ada itu, kesadaran dan keperduliannya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Jadi, mau Jakarta tetep sign in jadi korban kebanjiran tahun depan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya