#RemajaBicaraKespro-Remaja dan Masturbasi: Salah atau Nggak?

Salah nggak sih remaja melakukan masturbasi?

Berbicara soal seks tentu masih dianggap tabu oleh sebagian kalangan. Padahal pada kenyataannya topik soal seks memang selalu mengundang pertanyaan terutama di kalangan remaja. Sama halnya dengan masturbasi, banyak pertanyaan-pertanyaan di dalam kepala kita mengenai hal tersebut. Baik kah? Benar kah? Salah kah? Dan lain sebagainya.

Masturbasi sendiri merupakan perilaku menyentuh dan mestimulasi alat kelamin sendiri dengan tujuan mendapatkan kepuasan seksual. Masturbasi termasuk ke dalam solitary sexual behavior atau dalam arti kata lain merupakan suatu perilaku seksual yang bisa dilakukan sendiri (tanpa pasangan).

Pada zaman dahulu, banyak orang menganggap bahwa masturbasi merupakan hal yang tabu. Bahkan pada abad ke-18 dan 19 masturbasi dianggap sebagai sebuah penyakit yang bisa menyebabkan kegilaan, kemandulan, bahkan kematian. Tetapi pada abad ke-21 dan dilihat dari sudut pandang medis dan psikologis, masturbasi dinilai sebagai sarana untuk meningkatkan kesehatan seksual, meredakan stres, mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, dan penularan PMS (penyakit Menular Seksual) (Kaestel & Allen dalam Caroll, 2016).

Masturbasi sendiri merupakan pilihan pribadi. Mau dilakukan atau tidak hal tersebut kembali lagi ke nilai yang dipegang oleh masing-masing individu. Masturbasi memang identik dengan pria. Tetapi anggapan itu tentu sangat keliru. Karena secara fisik, perempuan juga dimungkinkan untuk melakukan masturbasi.

Bentuk dari perilaku masturbasi pada perempuan salah satunya adalah dengan stimulasi di daerah klitoris atau rubbing. Menurut Caroll (2016), rubbing atau menggesekan sesuatu ke arah kelamin merupakan salah satu cara seseorang melakukan masturbasi karena dapat menimbulkan kenikmatan.

Masturbasi sendiri juga memiliki dampak positif seperti lebih mengenal diri sendiri dan apa yang pleasureble untuk kita. Tetapi jika masturbasi sudah menghambat kinerja dan aktifitas kita sehari-hari tentu kita harus mempertanyakan kembali kepada diri sendiri, aman kah?

Menurut Friedrich et al. (1991), 40-85% anak pernah melakukan masturbasi sebelum usia 13 tahun. Sementara menurut Caroll (2016), anak usia 6-12 tahun mulai melakukan masturbasi dan mempunyai fantasi seksual.  So, nggak perlu merasa aneh ya!

Btw, seksualitas nggak perlu dilihat sebagai sesuatu yang hitam-putih ataupun berbahaya. Selagi kita tetap pada value yang kita pegang ya. Jangan tabu untuk berbicara, bertanya, dan mencari informasi yang akurat mengenai seks ya. Untuk info mengenai topik seksual lainnya bisa di cek melalui akun Instagram @doktergennz_id!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

mahasiswi pendidikan bimbingan dan konseling universitas jambi.