Bondowoso, 07 Oktober 2018

Pagi ini, suara kokok ayam begitu keras membangunkan lamunannku dalam mimpiku akan dirimu. Lamunan yang terbentuk begitu lama oleh keinginan akan bersamamu, membuatku membayangkan banyak hal yang ingin ku perbuat denganmu, bahkan lamunan itu juga hadir dalam mimpiku.

Advertisement

"Aah, lagi lagi ku melamun dalam mimpiku"- ujarku

Setengah tersadar, menggosok mata yang masih penuh dengan belek akibat tidur semalam, aku ke kamar mandi, berniat cuci muka dan gosok gigi. Setibanya tepat di pintu kamar mandi, aku merasa sedikit ada yang aneh.

"Kenapa pintu kamar mandi ini tertutup, padahal tak ada penghuni lain yang tinggal bersamaku? Kecuali, ia yang bersamaku dalam khayalanku" – gumamku berbisik pada diri sendiri

Advertisement

Aku paksa saja buka pintu itu, tapi tak bisa ku buka. Tetap kokoh, terkunci seperti pintu gerbang yang digunakan sebagai benteng pertahanan kerajaan tempo dulu. Masih dalam kondisi setengah sadar, aku bersuara.

Hei, ada orang kah di dalam?

Suara kesunyian masih menyelimuti antara pertanyaanku dan jawaban yang masih aku tunggu.
Sekali aku coba buka pintu kamar mandiku, tapi tetap tak bisa.

Hei, siapa gerangan di dalam yang mengunci pintu?

Masih dengan pertanyaan yang maksudnya sama, dalam kondisi yang masih sama, setengah sadar.
Saat jiwa masih terperangkap dalam lamunan mimpi semalam.
Tiba tiba aku terperangah, mendengar suara seorang wanita.

Wanita yang benar benar aku kenal selama ini, wanita yang tak asing bagiku.
Tersontak, aliran darahku mengalir deras, jantungku seakan seperti selesai berlari mengitari bumi dalam waktu sekejap, dan ini semua membuatku 100 % sadar.

"Ya Tuhan, sejak kapan kau ada disini?" – tanyaku

Sambil lalu aku membuka pintu dapur, yang tak jauh dari pintu kamar mandi.

"Udah tadi kak. Tapi kakak, gak ngerespon. Malah tanya siapa yang ada di kamar mandi. Emang ada orang tah kak?", kata wanita yang sangat aku cintai

"Owh, gak ada. Cuman aneh saja, pintunya tertutup dan gak bisa aku buka. Aku pikir ada orang yang menyelinap di kamar mandi tanpa sepengetahuanku, gitu", jawabku.

Lalu, wanita yang menyebutku kakak, panggilan sayang darinya untukku.
Tanpa banyak basa basi, mendekati pintu kamar mandi. Kemudian dengan mudahnya ia membuka pintu itu.

"Aneh, kenapa tadi gak bisa dibuka. Apa aku benar benar buka pintu atau malah tembok yang aku dorong untuk bisa terbuka. Aah, sudahlah. mungkin karena aku tadi masih setengah sadar," suara hatiku bergumam

Kemudian, kita berbincang di salah satu sudut ruangan, tempat kita biasa membicarakan banyak hal, mulai dari aktivitas kerja, hingga kehidupan pribadi. Maklumlah, pada hari ini kita berdua libur, jadi bisa melakukan banyak hal berdua.

Tetapi tetap saja, meskipun kau datang secara nyata di hadapanku, berdua bersamaku. Kau hanya wanita yang selalu saja akan ada dalam lamanunku. Karena, perjumpaan kita ini adalah yang terakhir.

Sebagai salam perpisahan, salam ucapan selamat tinggal, karena kau harus merantau ke negeri seberang bersama orang yang menyangimu dan mencintaimu, meskipun saat ini kau masih mencintaiku.

Biarlah, cintaku padamu bersemi bersama lamunanku. Biarkan rasa sayang ini, hanya jadi mimpi mimpi. Karena dirimu, tak pernah pergi dari hatiku, bahkan kau tak pernah pergi dalam lamunanku ketika aku bermimpi tentangmu dalam lelap tidurku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya